Manuskrip ini terdiri dari dua bagian utama, Panendriya dan Anbiya. Bagian Panendriya adalah puisi alegoris berisi nasihat, mengisahkan Raja Buddunas dari Kiyam dan tokoh Mutmainah, Amarah, dan Supiah. Puisi ini ditulis pada tahun 1273 Hijriah atau 1856 Masehi oleh seorang penulis dari Tegal. Bagian kedua, Anbiya, menyajikan sejarah para nabi dari Adam hingga Muhammad, lebih detail dari naskah NBS 265. Menariknya, terdapat sisipan tentang pelajaran bertani dan kewajiban zakat dalam bentuk suluk. Naskah ini menggunakan huruf Arab dengan bahasa Arab, Sunda, dan Jawa. Berbentuk puisi dengan ukuran 18 x 22,5 cm dan 15,5 x 18 cm, setebal 77 halaman dengan 14 baris per halaman. Saat ini, manuskrip ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.
Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.