Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Tarekat

Menjelajahi Tarekat: Untaian Ilmu Tauhid dari Cirebon Abad ke-18

Manuskrip 'Tarekat' adalah sebuah khazanah ilmu yang membahas ajaran agama Islam, khususnya yang berkaitan dengan ketauhidan dalam kerangka Tarekat Syatariyah. Fokus utama terletak pada konsep 'Martabat Tujuh', sebuah topik yang sering dibahas dalam naskah-naskah sejenis. Naskah ini ditulis dalam bahasa Arab dan Jawa menggunakan aksara Pegon dan Cacarakan. Secara fisik, manuskrip ini terdiri dari 228 halaman dluwang dengan ukuran sampul 26,5 x 19,5 cm dan halaman 26 x 19 cm. Sayangnya, kondisinya sudah agak rapuh, dengan beberapa lembar awal dan akhir robek, serta bekas guntingan di beberapa halaman. Tinta yang digunakan agak kabur dan kertasnya kusam kecoklatan dengan noda di hampir setiap halaman. Manuskrip ini diperkirakan berasal dari abad ke-18, ditulis di Cirebon, dan saat ini disimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Selain uraian tentang tauhid, naskah ini juga berisi doa-doa, termasuk doa tujuh bulan dan doa pada bulan Haji.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Mengungkap Makna Mendalam Kitab Hakekat: Tasawuf Sunda-Jawa Abad ke-20

Telusuri warisan intelektual Sunda-Jawa melalui Kitab Hakekat, sebuah manuskrip abad ke-20 yang memuat ajaran tasawuf mendalam. Naskah ini membahas syariat, tarekat, hakekat, dan makrifat, berlandaskan pemahaman syahadat dan rukun Islam. Mari kita bedah lebih jauh isi dan asal-usul kitab ini.

Menjelajahi Mistik Jawa: Narasi Suluk, Puisi, dan Kisah Madu Jaya dalam Manuskrip Kuno

Telusuri kedalaman spiritualitas Jawa melalui manuskrip kuno ini! Berisi suluk-suluk mistik, puisi-puisi indah, dan cerita tentang Madu Jaya, naskah ini membuka jendela ke dunia pemikiran dan kepercayaan Jawa di masa lampau. Mari kita simak lebih dekat isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Mengungkap Mujarobat: Warisan Naskah Sunda Abad ke-19

Telusuri khazanah keislaman dalam naskah Mujarobat berbahasa Sunda, ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip abad ke-19 ini mengungkap campuran uraian keislaman, doa, hakekat shalat, dan ajaran tasawuf. Simak lebih lanjut mengenai isi dan rincian metadata naskah yang tersimpan di EFEO Bandung ini.

Untaian Kata Bijak: Puisi Teologi dan Mistik Jawa

Temukan kearifan lokal dalam manuskrip kuno "Puisi tentang Teologi dan Mistik". Naskah ini berisi ajaran mendalam yang disampaikan kepada Ratu Tum dan Dewi Maleka, bersumber dari Abdu’l Azim di Katem, Mesir. Sebuah warisan intelektual yang membuka jendela menuju pemikiran teologis dan mistik Jawa.

Menelusuri Jejak Kean Santang dalam Babad Godog: Kisah Wali Penyebar Islam dari Tanah Sunda

Babad Godog adalah manuskrip kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan perjalanan Kean Santang, putra Prabu Siliwangi, dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Primbon: Ramalan Gempa dan Gerhana dari Bandung Abad ke-20

Telusuri Primbon kuno yang mengungkap ramalan kejadian dan pertanda alam. Naskah abad ke-20 ini, ditulis dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Melayu, membahas gempa, gerhana, dan dampaknya bagi manusia. Mari kita selami kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Kisah Samaun: Bayi Ajaib dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Halid dan Siti Hunah yang mendambakan putra di tanah Arab. Keajaiban terjadi dengan lahirnya Samaun, seorang bayi yang mampu berbicara dan membawa hidayah Islam bagi orang tuanya. Simak narasi lengkapnya dalam Wawacan Samaun.

Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Bandung

Temukan kekayaan spiritual dalam manuskrip kuno "Kumpulan Doa dan Mantra". Naskah ini berisi himpunan doa-doa, mantra, serta ajaran tasawuf yang mendalam. Simbolisme anggota tubuh dan aksara cacarakan menambah lapisan makna pada teks yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa ini.