Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Kumpulan Doa

Kumpulan Doa: Untaian Ayat dan Makna dari Cirebon Abad ke-20

Manuskrip "Kumpulan Doa" menghadirkan untaian doa dan ayat suci Al-Quran yang dipadukan dengan tafsir berbahasa Jawa Cirebon. Naskah ini ditulis dalam aksara Pegon dengan bentuk puisi wawacan. Sayangnya, kondisi fisik naskah ini cukup memprihatinkan. Kertasnya berwarna coklat kehitam-hitaman dan kusam, beberapa lembar halaman rusak atau hilang, dan jilidnya pun longgar. Tinta hitam yang digunakan pun tampak pucat akibat usia kertas. Meski demikian, naskah ini tetap menyimpan nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi. Manuskrip yang terdiri dari 64 halaman ini berasal dari Bapak Syafei Hidayat, seorang warga Kp. Cipaku, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Naskah ini diperkirakan berasal dari abad ke-20 dan ditemukan di Cirebon, kini tersimpan di EFEO Bandung. Bagian awal teks yang diduga merupakan bagian surat Fatihah, kondisinya sangat sulit dibaca karena sering tersentuh. Sementara bagian akhir teks memuat kalimat yang membahas tentang masalah patakenan istija.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Babad Cirebon: Kisah Walangsungsang dan Penyebaran Islam di Jawa Barat

Manuskrip Babad Cirebon ini menuturkan kisah penyebaran agama Islam di Jawa Barat, khususnya di Cirebon, yang dilakukan oleh para wali. Cerita berfokus pada tokoh Walangsungsang dan adiknya, Rara Santang, yang meninggalkan Keraton Pajajaran untuk menunaikan ibadah haji. Naskah ini menawarkan perspektif menarik tentang sejarah dan perkembangan Islam di Nusantara.

Kanda: Menelusuri Sejarah Kerajaan Jawa yang Penuh Teka-Teki

Manuskrip Kanda membawa kita dalam perjalanan membingungkan menelusuri sejarah kerajaan Jawa. Mulai dari silsilah mitos raja-raja hingga berdirinya kota Batavia, naskah ini menyajikan narasi kompleks yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Mantra dan Doa: Warisan Teks Sunda-Jawa dari Pangalengan

Telusuri khazanah spiritual dan agrikultural dalam manuskrip "Mantra dan Doa". Naskah kuno ini memuat koleksi doa keselamatan, mantra pertanian terkait Nyai Pohaci Sanghyang Sri, dan perhitungan palintangan. Sebuah jendela ke kepercayaan dan praktik masyarakat Sunda-Jawa di akhir abad ke-19.

Mengenal Tarekat Haqmaliyah: Syair Mistis dari Ciwidey Abad ke-19

Telusuri ajaran tasawuf Tarekat Haqmaliyah yang tertuang dalam manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda dan Arab. Naskah ini membahas eksistensi Allah, sifat Nur Muhammad, dan tahapan syariat, hakekat, tarekat, serta marifat melalui simbol-simbol mistik. Sebuah warisan berharga dari Kiai Muhamad Yusuf di Ciwidey, Bandung.

Menggapai Kedamaian Hati: Tuntunan Dzikir dalam Manuskrip Sunda-Arab

Temukan panduan lengkap tata cara dzikir dalam manuskrip kuno Tuntunan Dzikir. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab dengan aksara Pegon, naskah ini menyajikan bacaan dzikir terperinci untuk mencapai kedamaian hati. Simak narasi lengkapnya mengenai kondisi fisik naskah hingga asal-usulnya.

Mengungkap Makna Mendalam Kitab Hakekat: Tasawuf Sunda-Jawa Abad ke-20

Telusuri warisan intelektual Sunda-Jawa melalui Kitab Hakekat, sebuah manuskrip abad ke-20 yang memuat ajaran tasawuf mendalam. Naskah ini membahas syariat, tarekat, hakekat, dan makrifat, berlandaskan pemahaman syahadat dan rukun Islam. Mari kita bedah lebih jauh isi dan asal-usul kitab ini.

Menelusuri Jejak Sejarah Cirebon: Narasi Babad dari Tanah Girang

Manuskrip Babad Cirebon ini membuka tabir sejarah dan silsilah penguasa Cirebon, khususnya yang berpusat pada tokoh Susuhunan Jati, salah seorang Wali Sanga. Naskah ini memuat kisah-kisah penting yang didasarkan pada Purwaka Caruban Nagari dan Nagari Kerta Bhumi. Mari selami lebih dalam warisan budaya Cirebon yang tertuang dalam lembaran-lembaran kuno ini.

Sangkuriang: Kisah Klasik Sunda dengan Sentuhan Arab dan Kolonial

Manuskrip "Sangkuriang" dari tahun 1283 Hijriah ini menyajikan kisah legendaris dengan alur yang sedikit berbeda dari versi yang kita kenal. Naskah berbahasa Sunda ini ditulis dalam aksara Jawa dan berbentuk prosa. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah kuno ini.