Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Pustaka Rajya-Rajya

Mengungkap Sejarah Nusantara: Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara

Manuskrip Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara berisi kisah sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara. Naskah ini ditulis dalam bentuk prosa berbahasa Jawa dialek Cirebon, menggunakan aksara Cacarakan. Manuskrip ini adalah seri ke-2 dari bagian IV yang terdiri dari lima bagian. Secara khusus, teks ini memiliki judul Pustaka Raja Kawasa. Manuskrip ini ditulis di Cirebon pada tahun 1684 oleh Pangeran Wangsasakerta dan diprakarsai oleh Sultan-sultan Cirebon. Bagian akhir teks menyebutkan nama tokoh Laksamana Cengho yang disebut juga dengan nama San Paw Kung atau San Po Bo sebagai duta keliling Kerajaan Cina dari Dinasti Ming. Manuskrip ini terdiri dari 189 halaman yang ditulis di atas dluwang (kertas tradisional). Ukuran sampul dan halaman adalah 35,5 x 27,5 cm, sedangkan ukuran tulisan adalah 35,5 x 22,5 cm. Naskah ini dijilid dengan sampul karton tebal yang terbungkus kain belacu. Saat ini, manuskrip tersebut tersimpan di Museum Negeri Jawa Barat “Sri Baduga” Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Bunga Rampai: Untaian Bahasa dan Kisah dari Tanah Sunda dan Jawa

Temukan keindahan dan keragaman khazanah intelektual Sunda dan Jawa dalam manuskrip "Bunga Rampai". Naskah ini menghimpun berbagai teks menarik, mulai dari babad (sejarah), cerita pantun, hingga suluk (ajaran tasawuf). Sebuah jendela menuju kekayaan budaya dan bahasa masa lalu.

Sajarah Anbiya: Kisah Para Nabi dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah para nabi dari Adam hingga cucu Nabi Muhammad dalam manuskrip Sajarah Anbiya. Naskah berbahasa Sunda ini ditulis dalam bentuk puisi wawacan, membawa kita menyelami ajaran dan peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Mantra Sunda Pegon: Doa Sukses Bertani dan Berdagang dari Bandung Abad ke-19

Temukan kekuatan tradisi dan mistik Islam dalam manuskrip Mantra berbahasa Sunda ini. Berasal dari Bandung abad ke-19, naskah ini berisi jampe atau doa untuk kesuksesan dalam bertani dan berdagang. Simak bagaimana unsur-unsur lokal dan spiritualitas menyatu dalam lembaran sejarah ini.

Babad Bojongnagara: Kisah Cinta dan Perang dari Bandung Abad ke-20

Manuskrip Babad Bojongnagara mengisahkan intrik cinta dan peperangan di sebuah kerajaan bernama Bojongnagara. Ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang terdiri dari 60 halaman. Kisah berpusat pada Dewi Bandung Sari dan konflik yang timbul akibat lamaran dari berbagai raja.

Menelusuri Akar: Silsilah Luhur Sumedang dalam Untaian Sejarah

Jejak leluhur Sumedang melalui diagram silsilah yang mengungkap hubungan antara Galuh, Pakuan Pajajaran, hingga kerajaan-kerajaan besar seperti Singhasari dan Majapahit. Manuskrip ini membuka tabir sejarah dan koneksi wilayah Priangan, Cirebon, Banten, dan lainnya. Sebuah warisan berharga yang menyimpan kisah masa lalu.

Suluk Wulung Aya dan Wulangreh: Untaian Mistisme Islam dari Cirebon

Telusuri kedalaman spiritualitas Islam melalui manuskrip kuno Suluk Wulung Aya dan Wulangreh. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dan aksara Cacarakan, menawarkan wawasan mistis tentang konsep ketauhidan. Mari kita selami lebih dalam warisan intelektual dari Keraton Kasepuhan Cirebon.

Jejak Malang Yuda: Silsilah, Mistik, dan Tarekat Kamaliyah

Telusuri catatan tentang Malang Yuda, tokoh yang dikaitkan dengan silsilah panjang hingga Sultan Muradin dan Dewi Sari Banon. Manuskrip ini mengungkap perjalanan spiritual, ajaran mistik, dan tarekat Kamaliyah yang terkait dengannya. Sebuah catatan penting yang sebelumnya dibatasi oleh Dr. Snouck Hurgronje.

Menjelajahi Kitab Tasawuf: Hakekat Keislaman dalam Lembaran Sunda-Jawa

Selami kedalaman spiritualitas Islam melalui 'Kitab Tasawuf', sebuah manuskrip kuno yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa. Naskah ini mengungkap konsep-konsep kunci seperti syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat, membimbing pembaca menuju pemahaman mendalam tentang dzat Tuhan.