Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Raja Keling

Kisah Tragis Apundiyanjung: Dongeng Raja Keling

Naskah Dongéng Raja Keling menceritakan tentang Raja Keling yang memiliki empat istri. Salah satu istrinya, Apundiyanjung, mengalami perlakuan keji dari istri-istri yang lain saat mengandung. Bayinya dibuang ke sungai dan Apundiyanjung dituduh melahirkan seekor anjing. Namun, kebenaran akhirnya terungkap berkat bantuan Batara Guru dan seekor burung, dan Apundiyanjung kembali mendapatkan keadilannya. Naskah ini merupakan bagian dari Koleksi T. Roorda di Delft, terdiri dari 19 halaman, ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan huruf Jawa dan Latin, dan berbentuk prosa. Saat ini, manuskrip ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Menelusuri Jejak Leluhur: Silsilah Rd. Natakusumah dari Talaga

Manuskrip Silsilah Rd. Natakusumah menguak sejarah panjang keluarga Natakusumah dari Talaga, Majalengka. Ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Latin, naskah ini menyimpan informasi penting mengenai silsilah keluarga, riwayat asal-usul, catatan keagamaan, hingga keterkaitan dengan tokoh-tokoh penting Pajajaran. Sebuah warisan berharga yang menghubungkan kita dengan masa lalu.

Menelusuri Akar: Silsilah Luhur Sumedang dalam Untaian Sejarah

Jejak leluhur Sumedang melalui diagram silsilah yang mengungkap hubungan antara Galuh, Pakuan Pajajaran, hingga kerajaan-kerajaan besar seperti Singhasari dan Majapahit. Manuskrip ini membuka tabir sejarah dan koneksi wilayah Priangan, Cirebon, Banten, dan lainnya. Sebuah warisan berharga yang menyimpan kisah masa lalu.

Wawacan Suryaningrat: Kisah Fitnah dan Kesaktian di Tanah Sunda

Wawacan Suryaningrat mengisahkan intrik dan kepahlawanan di kerajaan Sunda. Ningrum Kusumah, permaisuri Raja Suryaningrat, menjadi korban fitnah keji yang memicu peperangan dahsyat. Dengan kesaktiannya, ia berjuang membuktikan kebenaran dan menyelamatkan kerajaan. Siapakah sebenarnya Ningrum Kusumah dan bagaimana ia menghadapi musuh-musuhnya?

Kisah Cinta dan Perang: Wawacan Ahmad Muhamad dari Koleksi Snouck Hurgronje

Telusuri kisah epik Wawacan Ahmad Muhamad, sebuah manuskrip Sunda yang berasal dari koleksi Snouck Hurgronje. Naskah ini berisi cerita berbentuk puisi (tembang) tentang cinta, dendam, dan peperangan di tanah Mesir. Sebuah karya sastra yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Tarekat: Untaian Dzikir dan Doa dari Cirebon Abad ke-19

Temukan khazanah spiritual Tarekat, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap aturan dzikir, doa-doa tahlil, dan amalan penolak marabahaya. Naskah ini memberikan gambaran mendalam tentang praktik keagamaan di Cirebon pada abad ke-19, serta tradisi intelektual ulama setempat.

Wawacan Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dari Banjaran Bandung

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang tokoh Islam yang gagah berani membela Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam di tanah Arab. Manuskrip Wawacan Samaun ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, menawarkan jendela ke khazanah sastra dan sejarah lokal Banjaran, Bandung.

Babad Godog: Kisah Kean Santang Menyebarkan Islam di Tanah Sunda

Manuskrip Babad Godog mengisahkan perjalanan Kean Santang, putra Prabu Siliwangi, dalam menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon, naskah ini memuat cerita pertemuan Kean Santang dengan Baginda Ali di Mekah dan pengangkatannya sebagai wakil nabi di Pulau Jawa. Hilangnya Prabu Siliwangi ke hutan Sancang menjadi akhir yang dramatis dari kisah ini.

Primbon Cirebon: Menjelajahi Hakikat Kemanusiaan dalam Naskah Kuno

Temukan kebijaksanaan kuno dalam naskah Primbon Cirebon, sebuah warisan berharga dari Keraton Kasepuhan. Naskah ini mengungkap berbagai aspek kehidupan melalui lensa keislaman, disajikan dalam prosa Jawa Cirebon yang memikat. Jelajahi uraian mendalam tentang hakikat kemanusiaan dan simbolisme yang tersembunyi di dalamnya.