Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Suluk Mistik

Menjelajahi Mistik Jawa: Narasi Suluk, Puisi, dan Kisah Madu Jaya dalam Manuskrip Kuno

Manuskrip ini menghadirkan dua bagian utama. Bagian pertama (hal. 1-131) berisi suluk-suluk dan puisi mistik yang kaya akan simbolisme dan ajaran spiritual. Beberapa judul yang menarik antara lain Kaki Tuwa, Pangeran Panggung, Malang Sumirang, hingga Ati ning Mu’min dan Sajarah Wali Sadasa. Bagian kedua (hal. 131-246) menyajikan cerita tentang Madu Jaya dan Arundaya, yang diwarnai kunjungan ke tokoh-tokoh mistik, dalam bentuk centini dan cabolang. Manuskrip ini merupakan bagian dari Koleksi Snouck Hurgronje (no. 94) dari tahun 1936. Naskah ini berukuran 18 x 23,5 cm (ukuran tulisan 11,5 x 15 cm) dan terdiri dari 246 halaman dengan 10 baris per halaman. Ditulis dalam huruf Arab dengan bahasa Arab dan Jawa. Naskah ini tertanggal 1872, dibuat di Cirebon sebagai salinan untuk Dr. Snouck Hurgronje. Salinan dibuat oleh Soegiarto dan memiliki nomor Kod. 10.774. Terdapat pula daftar nama kanto dan ringkasan singkat yang ditambahkan dalam manuskrip ini.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Suluk Wulung Aya dan Wulangreh: Untaian Mistisme Islam dari Cirebon

Telusuri kedalaman spiritualitas Islam melalui manuskrip kuno Suluk Wulung Aya dan Wulangreh. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dan aksara Cacarakan, menawarkan wawasan mistis tentang konsep ketauhidan. Mari kita selami lebih dalam warisan intelektual dari Keraton Kasepuhan Cirebon.

Primbon, Mantera, dan Sejarah Raja Jawa dalam Satu Genggaman

Temukan ramuan spiritualitas, kekuatan magis, dan sejarah raja-raja Jawa dalam manuskrip kuno ini. Naskah ini mengungkap warisan budaya yang kaya, menggabungkan kearifan lokal dengan catatan sejarah penting. Sebuah jendela ke masa lalu yang menawarkan pemahaman mendalam tentang tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa dan Sunda.

Menjelajahi Tarekat: Ajaran Tasawuf Abad ke-19 dari Banjaran Bandung

Naskah kuno ini, bertajuk Tarekat, mengungkap ajaran tasawuf Islam yang berkembang di Banjaran, Bandung pada abad ke-19. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Pegon, manuskrip ini menawarkan pemahaman mendalam tentang rukun Islam melalui simbol-simbol kaligrafi dan nama-nama nabi. Simak narasi lengkapnya untuk menyelami warisan spiritual ini.

Kisah Cinta dan Kepahlawanan Jaka Umaran: Wawacan dari Sumedang

Wawacan Jaka Umaran mengisahkan perjalanan cinta seorang pangeran dan perebutan kembali kerajaan yang hilang. Berlatar di tanah Sunda, manuskrip ini memuat nilai-nilai kepahlawanan, kesetiaan, dan pengorbanan dalam bentuk puisi (tembang) yang indah. Sebuah warisan budaya yang kaya dari Sumedang.

Primbon Sunda: Ramalan dan Pengetahuan Tradisional dari Banjaran

Telusuri warisan budaya Sunda melalui manuskrip Primbon yang memuat ramalan, pengetahuan tradisional, dan ajaran tasawuf. Naskah ini menawarkan wawasan unik tentang kepercayaan dan praktik masyarakat Sunda di masa lalu. Mari kita gali lebih dalam isi dan sejarah manuskrip kuno ini.

Babad Cirebon: Kisah Para Wali Sanga dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah penyebaran agama Islam di Pulau Jawa melalui manuskrip Babad Cirebon. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon, naskah ini mengisahkan perjalanan Raden Walangsungsang dan Nyai Rarasantang hingga kelahiran Syarif Hidayat, salah satu tokoh penting Wali Sanga. Manuskrip ini menawarkan wawasan menarik tentang sejarah dan budaya Cirebon sebagai pusat penyebaran Islam di Jawa Barat.

Jejak Spiritual dan Ramalan: Menjelajahi Manuskrip 'Catatan-Catatan' Koleksi Snouck Hurgronje

Manuskrip 'Catatan-Catatan' dari koleksi Snouck Hurgronje menyimpan khazanah pengetahuan lintas bahasa dan budaya. Di dalamnya terhimpun catatan teologi, mistik, hingga ramalan. Naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam praktik spiritual dan intelektual masyarakat Jawa dan Sunda pada abad ke-19.

Layang Seh: Kisah Syekh Abdul Qadir Jaelani dalam Wawacan Cirebon

Temukan pesona Layang Seh, fragmen dari Wawacan Syekh Abdul Qadir Jaelani berbahasa Jawa Cirebonan. Naskah kuno ini, ditulis dalam aksara Pegon, memuat episode ke-32 dari kisah sang wali. Simak uraian tentang kondisi fisik naskah, asal-usulnya, dan petunjuk tentang penulisnya.