Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Layang Seh

Layang Seh: Kisah Syekh Abdul Qadir Jaelani dalam Wawacan Cirebon

Manuskrip ini merupakan bagian dari Wawacan Syekh Abdul Qadir Jaelani, sebuah karya sastra Jawa yang mengisahkan kehidupan dan ajaran Syekh Abdul Qadir Jaelani. Naskah ini, yang diberi judul di luar teks sebagai Layang Seh, adalah fragmen dari episode ke-32. Ditulis dalam bahasa Jawa dengan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan. Terdiri dari 2 halaman yang dinomori 1 dan 2, dengan tinta hitam dan merah. Kondisi fisiknya menunjukkan usia yang cukup tua, dengan kertas kecoklatan dan agak lapuk. Naskah ini ditulis antara tahun 1863 dan 1870 di Cirebon dan berasal dari Bapak Mumung, Kp. Cilangka, Desa Cinyiruan, Kec.Pangalengan, Kab. Bandung. Saat ini, naskah tersebut disimpan di EFEO Bandung. Terdapat cap kertas berupa medali bermahkota dengan lambang singa di dalamnya. Nama Seh Abu Muhammad Mufriji, putra Banahan, disebut-sebut sebagai periwayatnya.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Danumaya: Kisah Raden Panji Menggapai Takhta

Telusuri petualangan Raden Panji Danumaya dalam mengemban amanah sang ayah, Prabu Panji Subrata, raja negeri Gilangkancana. Naskah kuno berbahasa Sunda ini, tertulis dalam aksara Pegon, memuat kisah perjuangan Danumaya menghadapi berbagai rintangan hingga akhirnya dinobatkan sebagai raja.

Menjelajahi Kitab Fiqih Sunda-Arab: Warisan Abad ke-19 dari Bandung

Temukan pesona Kitab Fiqih, sebuah manuskrip kuno yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab. Naskah ini memberikan bimbingan tentang rukun Islam, seperti tata cara wudu dan shalat, melalui sistem pengajaran seorang guru. Mari kita selami lebih dalam tentang isi dan detail fisik naskah ini.

Doa Selamat Bertani: Warisan Kearifan Lokal dari Banjaran Bandung

Naskah kuno Doa Selamat Bertani ini menyimpan kearifan lokal masyarakat agraris dalam mengelola padi. Berisi doa-doa yang dipanjatkan dari mulai penyemaian hingga panen, naskah ini menjadi saksi bisu harapan petani agar hasil panen terhindar dari hama dan membawa berkah.

Tafsiran dan Jampe Adus: Pesona Doa Mandi dalam Syair Sunda

Temukan keunikan manuskrip kuno yang memadukan tradisi Islam dan budaya Sunda! Naskah ini mengungkap rahasia 'jampe adus' atau doa mandi, sebuah praktik spiritual yang kaya akan makna. Mari selami lebih dalam isi dan rincian menarik dari manuskrip ini.

Menelusuri Jejak Sejarah Wali: Narasi Wawacan Babad Cirebon dalam Bahasa Sunda

Telusuri kisah Babad Cirebon dalam bentuk wawacan, sebuah puisi tradisional Sunda yang memikat. Manuskrip ini membawa kita dalam perjalanan sejarah para wali, dengan fokus pada peristiwa sayembara Nyi Panguragan dan pertemuannya dengan Syekh Magelung. Naskah ini merupakan versi ringkas yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Wawacan Ogin Amarsakti: Kisah Islamisasi di Tanah Sunda

Temukan kisah menarik tentang penyebaran agama Islam di tanah Sunda melalui manuskrip Wawacan Ogin Amarsakti. Naskah ini menghadirkan tokoh-tokoh pra-Islam yang kemudian dilegitimasi keislamannya, memberikan perspektif unik tentang proses islamisasi yang terjadi sebelum masa para Sanga. Sebuah warisan budaya yang kaya dan penuh makna.

Menjelajahi Kitab Tarekat: Ajaran Tasawuf dari Leles Garut

Temukan intisari ajaran tasawuf dalam manuskrip kuno 'Kitab Tarekat'. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa dengan aksara Pegon, naskah ini mengungkap perjalanan spiritual manusia, mulai dari alam kubur hingga pemahaman mendalam tentang syahadat dan rukun Islam. Sebuah warisan berharga dari abad ke-20 yang berasal dari Leles, Garut.

Angling Sari: Kisah Pengembaraan dan Kemenangan dari Pangalengan

Telusuri kisah epik Angling Sari, seorang putra mahkota yang terpaksa hidup dalam pengembaraan akibat pengkhianatan. Berlatar di tanah Sunda, naskah ini mengisahkan perjuangan, harapan, dan akhirnya, kemenangan yang mengharukan. Simak detail manuskrip kuno ini yang menyimpan warisan budaya yang kaya.