Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Sejarah Nabi

Menelusuri Sejarah Nabi: Syair dari Cikajang yang Merentang Jawa

Manuskrip "Sejarah Nabi" ini adalah sebuah karya sastra berbentuk puisi berbahasa Arab yang berisi tentang sejarah Nabi Muhammad SAW dan para tokoh penting dalam Islam. Kisah dimulai dari Nabi Adam, kemudian berlanjut ke Nabi Muhammad dan para pengikutnya di Mekah, Medinah, hingga Esam (Syria). Uniknya, naskah ini juga menyinggung tokoh-tokoh penting penyebar agama Islam di Jawa, seperti Sunan Rakhmat dari Ampel Denta, Blambangan, Majapahit, Gresik, Putri Gempa, hingga Radén Patah dari Bintara. Naskah ini ditulis oleh Kyai Amil dari Cikajang, seorang murid Haji Musa dari Terbana, Samarang, dan selesai pada tahun 1893. Manuskrip ini merupakan bagian dari Koleksi Snouck Hurgronje yang diterima dari Garut pada tahun 1894 dan memiliki catatan-catatan Soeg. 10.867-D. Saat ini, manuskrip berukuran 17 x 21 cm dengan tebal 67 halaman dan 13 baris per halaman ini tersimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Babad Godog: Kisah Kean Santang Menyebarkan Islam di Tanah Sunda

Manuskrip Babad Godog mengisahkan perjalanan Kean Santang, putra Prabu Siliwangi, dalam menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon, naskah ini memuat cerita pertemuan Kean Santang dengan Baginda Ali di Mekah dan pengangkatannya sebagai wakil nabi di Pulau Jawa. Hilangnya Prabu Siliwangi ke hutan Sancang menjadi akhir yang dramatis dari kisah ini.

Kitab Tarekat: Menjelajahi Tasawuf dan Silsilah Satariyah dari Tasikmalaya

Telusuri ajaran tasawuf yang mendalam dalam Kitab Tarekat, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap jalan menuju pemahaman eksistensi Ketuhanan. Naskah ini menguraikan syariat, tarekat, hakekat, dan makrifat sebagai kunci penyadaran diri dan kewajiban manusia. Temukan pula doa-doa dan silsilah Satariyah yang berharga dalam manuskrip ini.

Kisah Heroik Ogin Amarsakti: Wawacan Sunda dalam Aksara Pegon

Manuskrip Ogin Amarsakti adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini menceritakan kisah heroik seorang tokoh bernama Ogin Amarsakti dalam menghadapi berbagai tantangan dan intrik kerajaan. Manuskrip ini menawarkan wawasan menarik tentang budaya, nilai-nilai, dan kepercayaan masyarakat Sunda pada masa lalu.

Wawacan Samaun: Kisah Kepahlawanan Islam dari Tanah Sunda

Manuskrip ini mengisahkan Samaun, seorang pahlawan Islam yang lahir di Mekah dan menunjukkan kesaktian sejak lahir. Ia memimpin pasukan Muslim melawan musuh-musuh Nabi Muhammad, termasuk Raja Kiswan dan Raja Kobti. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon dan berbentuk puisi wawacan.

Menjelajahi Tarekat Satariyah: Warisan Naskah Kuno dari Ciamis

Telusuri ajaran Tarekat Satariyah melalui naskah kuno yang ditulis dalam bahasa Jawa, Sunda, dan Arab. Naskah ini, yang berasal dari abad ke-19 Ciamis, mengungkap dialog mendalam tentang ajaran tarekat, tuntunan dzikir, dan hakikat sifat-sifat Allah. Mari kita selami lebih dalam warisan intelektual Islam ini.

Untaian Puji: Manuskrip Pupujian Sunda Abad ke-20 dari Bandung

Temukan keindahan spiritualitas Islam dalam manuskrip Pupujian berbahasa Sunda ini. Berasal dari abad ke-20 di Bandung, naskah ini berisi puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Syair-syair yang dikumandangkan sebelum shalat ini, menghadirkan kedamaian dan kekhusyukan.

Samaun: Kisah Heroik dalam Wawacan Sunda

Manuskrip "Samaun" dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, berbentuk puisi wawacan, mengisahkan pertempuran epik antara kaum Muslimin dan pasukan kafir Kerajaan Kobti. Dipimpin oleh Samaun, kaum Muslimin berhasil membebaskan Siti Mariyah dan membawanya kepada Nabi Muhammad SAW.

Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Cidadap Bandung

Temukan khazanah spiritual dalam manuskrip kuno Kumpulan Doa dan Mantra. Naskah ini menghimpun beragam amalan, mulai dari doa tolak bala hingga Syahadat Fatimah, memberikan panduan bagi kehidupan sehari-hari. Terukir di atas kertas usang, warisan ini menyimpan jejak kearifan lokal dari Cidadap, Bandung.