Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Medang Kamulan

Menelisik Hukum dan Kehidupan di Medang Kamulan dalam Manuskrip Kuno

Manuskrip "Hukum di Medang Kamulan" menawarkan gambaran tentang kehidupan masyarakat dan sistem hukum yang berlaku di kerajaan tersebut. Dalam bentuk puisi (tembang) berbahasa Jawa, naskah ini menceritakan bahwa siapa pun yang mengganggu ketertiban umum akan dikenai denda yang disebut "raja dabya". Selain itu, manuskrip ini juga menyinggung tentang sektor pertanian (sawah), aktivitas perdagangan (pasar), dan peternakan yang menjadi bagian penting dari perekonomian kerajaan. Raja Medang Kamulan dibantu oleh menteri-menteri seperti Ngabehi Wirasatra, Demang Jayawitorama, dan Tumenggung Jaya Komala, yang masing-masing memiliki sekretaris (carik), contohnya carik Danawarsa yang bernama Puspawangsa (Jogaswara dkk., 1976). Manuskrip berukuran 13,5 x 18,5 cm dengan tebal 73 halaman ini ditulis dalam huruf Jawa dan berasal dari Warisan. Saat ini manuskrip ini berada di Andi, Cisondari, Pasirjambu Kab. Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Samaun: Kisah Heroik dalam Wawacan Sunda

Manuskrip "Samaun" dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, berbentuk puisi wawacan, mengisahkan pertempuran epik antara kaum Muslimin dan pasukan kafir Kerajaan Kobti. Dipimpin oleh Samaun, kaum Muslimin berhasil membebaskan Siti Mariyah dan membawanya kepada Nabi Muhammad SAW.

Kitab Tarekat: Menjelajahi Tasawuf dan Silsilah Satariyah dari Tasikmalaya

Telusuri ajaran tasawuf yang mendalam dalam Kitab Tarekat, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap jalan menuju pemahaman eksistensi Ketuhanan. Naskah ini menguraikan syariat, tarekat, hakekat, dan makrifat sebagai kunci penyadaran diri dan kewajiban manusia. Temukan pula doa-doa dan silsilah Satariyah yang berharga dalam manuskrip ini.

Wawacan Samaun: Kisah Kepahlawanan Islam dari Tanah Sunda

Manuskrip ini mengisahkan Samaun, seorang pahlawan Islam yang lahir di Mekah dan menunjukkan kesaktian sejak lahir. Ia memimpin pasukan Muslim melawan musuh-musuh Nabi Muhammad, termasuk Raja Kiswan dan Raja Kobti. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon dan berbentuk puisi wawacan.

Menjelajahi Nagara Kretabhumi: Kisah dari Cirebon Abad ke-17

Naskah Nagara Kretabhumi, yang ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, membawa kita pada perjalanan sejarah dan budaya. Ditulis pada dluwang, naskah ini berisi kisah tentang asal-usul berbagai kerajaan di Nusantara, lengkap dengan deskripsi tentang masyarakat dan peristiwa penting. Mari selami lebih dalam isi dan keunikan naskah ini.

Mujarobat: Untaian Doa dan Ramalan dari Banjaran Bandung

Temukan keunikan naskah Mujarobat, sebuah manuskrip kuno yang memadukan ajaran agama, tradisi lokal, dan kearifan ramalan. Naskah ini menawarkan wawasan tentang praktik keagamaan dan kepercayaan masyarakat Sunda dan Jawa pada abad ke-19. Mari selami lebih dalam isi dan sejarah naskah yang memikat ini!

Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Wawacan Samaun mengisahkan kepahlawanan Samaun, seorang tokoh Islam yang gagah berani. Ia digambarkan berhasil melumpuhkan Abu Jahal dan pasukannya yang hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Naskah ini juga menceritakan pertempuran antara pasukan muslim melawan balatentara Raja Kibti.

Kisah Heroik Darmatmaja: Wawacan Raja Darma dari Hindustan

Terperangkap dalam intrik perebutan kekuasaan, Wawacan Raja Darma mengisahkan Darmatmaja, raja Hindustan yang budiman. Serangan mendadak dari Raja Sura Sakti membawanya pada penangkapan, namun takdir berkata lain. Pemberontakan rakyat dan pembebasan Darmatmaja membuka lembaran baru bagi Hindustan.

Mengurus Mayat: Panduan Doa Jenazah dari Banjaran, Bandung

Telusuri manuskrip kuno "Mengurus Mayat," sebuah panduan detail tentang tata cara memandikan dan menyalatkan jenazah, lengkap dengan bacaan doa-doanya. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Arab dan Sunda, memberikan wawasan unik tentang praktik keagamaan dan budaya di wilayah Banjaran, Bandung pada abad ke-20.