Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Suluk Cirebon

Menjelajahi Kedalaman Spiritual: Suluk-Suluk Dari Cirebon

Manuskrip ini berisi kumpulan suluk atau puisi mistis yang bersifat didaktis. Di dalamnya terdapat berbagai judul seperti Sunya tan mona, Kabaran, Alun, Darma TirĂ³n, dan Darmana. Puisi-puisi ini mengisahkan tentang Seh Gawaran dan Raga Balilu, menggunakan metrum puisi Jawa yang belum teridentifikasi. Naskah ini ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dan Sultan Cirebon sekitar tahun 1800. Salinan ini dibuat untuk Dr. Snouck Hurgronje pada tahun 1891 dari naskah KBG no. 66, yang merupakan salinan tahun 1867 dari naskah daun palm milik Pangeran Raja Kaprabon Cirebon. Manuskrip ini merupakan bagian dari Koleksi Snouck Hurgronje (no. 52), diperoleh pada tahun 1936, berukuran 17,5 x 20 cm (ukuran tulisan 13 x 17 cm), terdiri dari 60 halaman dengan 17 baris per halaman, ditulis dalam huruf Arab berbahasa Jawa. Salinan Soegiarto memiliki kode 10.768, dan naskah ini dapat dibandingkan dengan kode 7375 dan 8592. Saat ini, manuskrip ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Menjelajahi Pelajaran Tasawuf dalam Manuskrip Sunda Abad ke-20

Temukan intisari ajaran tasawuf yang tertuang dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda. Naskah ini, ditulis dalam aksara Pegon, menawarkan pemahaman mendalam tentang praktik keislaman yang berorientasi pada pencapaian keyakinan yang mantap melalui rukun Islam dan rukun Iman. Sebuah warisan berharga yang mengajak kita menyelami kearifan lokal.

Bab Salat: Suluk Tasawuf dari Banjaran, Bandung Abad ke-19

Temukan intisari ajaran tasawuf dalam manuskrip "Bab Salat", sebuah karya prosa berbahasa Sunda dari abad ke-19. Naskah ini menguraikan tahapan syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat melalui perlambangan shalat lima waktu, rukun Islam, dan rukun Iman.

Menjelajahi Kumpulan Carita Suluk: Wawacan Keislaman dari Bandung

Naskah kuno 'Kumpulan Carita Suluk' menyimpan khazanah sastra Sunda dalam aksara Pegon. Berbentuk puisi wawacan, naskah ini berisi tiga teks berbeda yang menyajikan kisah suluk keislaman secara simbolik. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Natakusumah: Kisah Klasik dari Keraton Kasepuhan Cirebon

Telusuri kisah Wawacan Natakusumah, sebuah puisi indah berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Latin. Manuskrip ini, yang diperkirakan berasal dari abad ke-20, menyimpan cerita klasik yang dulunya tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Mari kita ungkap lebih dalam tentang naskah ini.

Bab Susuci Sareng Adus: Tuntunan Bersuci Abad ke-19 dari Pangalengan

Telusuri manuskrip kuno "Bab Susuci Sareng Adus", sebuah naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon dari abad ke-19 yang berisi tuntunan bersuci. Naskah ini memberikan wawasan tentang praktik keagamaan dan kehidupan masyarakat Pangalengan, Bandung pada masa lampau. Mari kita simak lebih lanjut mengenai isi dan detail manuskrip ini!

Wawacan Samaun: Kisah Heroik dari Ciwidey

Telusuri kisah kepahlawanan Ki Samaun dalam manuskrip Wawacan Samaun, sebuah puisi wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah ini mengisahkan peran penting Ki Samaun dalam membantu Gandasari dan Gandawerdaya mencapai kemuliaan. Manuskrip yang disalin pada tahun 1916 di Ciwidey, Bandung ini menawarkan wawasan menarik tentang historiografi Islam.

Babad Ratu Galuh: Kisah Cinta Terlarang dan Pertarungan Takdir di Tanah Jawa

Manuskrip Babad Ratu Galuh dalam bahasa Jawa ini mengisahkan kisah cinta yang rumit, pertarungan takdir, dan intrik kerajaan di masa lalu. Ditulis dalam bentuk puisi tembang pada lontar, naskah ini menyimpan cerita menarik tentang Ratu Galuh, putranya Hariangbang, dan tokoh-tokoh penuh warna lainnya. Siapkah Anda menyelami kisah epik ini?

Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Banjaran Bandung

Temukan keindahan spiritualitas dalam manuskrip kuno "Kumpulan Doa dan Mantra". Naskah ini menghimpun doa-doa penting seperti doa Syekh Abdul Qadir Jaelani, marhaban, dan ayat-ayat Al-Quran pilihan. Lebih dari sekadar doa, naskah ini juga menyimpan mantra-mantra tradisional yang kaya akan makna.