Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Ogin Amar

Ogin Amar Sakti: Kisah Heroik dalam Syair Sunda

Naskah Ogin Amar Sakti merupakan karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan, ditulis dalam aksara Pegon. Naskah setebal 168 halaman ini tersimpan di EFEO Bandung. Secara isi, naskah ini menceritakan kisah bernapaskan keislaman, dengan tokoh utama bernama Ogin Amar Sakti. Naskah ini memperlihatkan suasana transisi dari era pra-Islam ke masa Islam. Sayangnya, naskah ini tidak selengkap naskah lain dengan judul yang sama, ada episode awal dan akhir yang terlewat. Naskah ini ditulis di atas kertas buatan lokal yang kini berwarna kekuningan dan mulai lapuk. Tinta yang digunakan berwarna hitam dan masih kontras. Terdapat 13 pupuh dengan rata-rata 20 baris per halaman. Naskah ini disalin oleh H. Kosasih pada abad ke-20 di Kiangroke, Banjaran Bandung. Naskah aslinya berasal dari Bapak Encun di Kp. Sukamulya, Desa dan Kec. Pangalengan, Kab. Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Khasiat Surat Al-Quran: Manuskrip Faedah Beberapa dari Cirebon

Temukan khasiat tersembunyi dalam surat-surat Al-Quran melalui manuskrip kuno "Faedah Beberapa". Naskah abad ke-19 dari Cirebon ini mengungkap uraian mendalam, dilengkapi pengantar berbahasa Melayu, dimulai dari surat Al-Imron. Diagram lingkaran di dalamnya memberikan perspektif unik tentang sifat muslim ideal dan konsep tarekat.

Babad Umarmaya: Kisah Heroik dalam Balutan Wawacan Jawa-Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Umarmaya dalam manuskrip kuno yang memadukan keindahan bahasa Jawa dan Sunda. Tersimpan di EFEO Bandung, naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam budaya dan tradisi masyarakat Pasirjambu, Bandung pada awal abad ke-20. Temukan pesona puisi wawacan dan kekuatan mantra dalam satu jilid.

Kitab Bayanullah: Suluk Tasawuf dari Pangalengan

Telusuri ajaran tasawuf dalam Kitab Bayanullah, sebuah manuskrip prosa berbahasa Sunda-Jawa-Arab. Naskah ini menguraikan masalah ketuhanan melalui suluk atau perlambangan, berdasarkan pemahaman rukun Islam yang ditempuh melalui jalan sare'at, tarekat, hakekat, dan marifat. Dijabarkan pula anggota tubuh manusia dan benda alam sebagai sifat-sifatnya.

Menjelajahi Pelajaran Tasawuf dalam Manuskrip Sunda Abad ke-20

Temukan intisari ajaran tasawuf yang tertuang dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda. Naskah ini, ditulis dalam aksara Pegon, menawarkan pemahaman mendalam tentang praktik keislaman yang berorientasi pada pencapaian keyakinan yang mantap melalui rukun Islam dan rukun Iman. Sebuah warisan berharga yang mengajak kita menyelami kearifan lokal.

Wawacan Lokayanti: Kisah Raden Bagus Putra Amir Hamzah

Manuskrip Wawacan Lokayanti mengisahkan suka duka Raden Bagus, putra Amir Hamzah, yang difitnah dan dibuang. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda, naskah ini menyimpan nilai-nilai kehidupan dan keteguhan dalam menghadapi cobaan.

Kidung Gede: Pesona Ayat-Ayat Penolak Bahaya dari Bandung

Telusuri pesona Kidung Gede, sebuah manuskrip abad ke-20 dari Bandung, yang memadukan bahasa Sunda, Jawa, dan Arab dalam aksara Pegon dan Arab. Naskah ini bukan sekadar kumpulan kata, melainkan juga petunjuk penggunaan kidung sebagai jampe penolak bahaya, dilengkapi dengan ayat-ayat suci Al-Quran yang dikenal sebagai ayat-tujuh.

Asal Usul Padi: Menjelajahi Wawacan Sulanjana dari Cikeruh

Telusuri kisah menarik tentang asal mula padi melalui Wawacan Sulanjana, sebuah manuskrip kuno dari Cikeruh, Sumedang. Naskah ini mengungkap legenda Dewi Sri Pohaci dan hubungannya dengan tanaman padi yang menjadi sumber kehidupan. Temukan bagaimana air mata Dewa Anta dan pengkhianatan Sang Elang Belang berperan dalam terciptanya padi.

Menelusuri 'Carita Suluk': Kisah Tasawuf dalam Gubahan Sunda Pegon dari Ciamis

Naskah Carita Suluk adalah warisan berharga yang ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon. Manuskrip ini, yang berasal dari Ciamis abad ke-20, berisi ajaran tasawuf mendalam. Mari kita selami lebih dalam isi dan konteks naskah kuno ini.