Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Silsilah Sumedang

Menelusuri Akar: Silsilah Luhur Sumedang dalam Untaian Sejarah

Manuskrip ini berupa diagram silsilah yang merekam jejak keturunan Sumedang, dimulai dari Galuh dan Pakuan Pajajaran, hingga meluas ke Tembong Agung Sumedang Larang dan terhubung dengan kerajaan besar seperti Singhasari, Majapahit, Campa, serta wilayah Priangan, Cirebon, dan Banten. Naskah ini merupakan hasil transliterasi yang dikerjakan pada 16 April 1968. Naskah ini berjudul "Silsilah Luluhur Sumedang" (tertulis juga sebagai "Luluhur Sumedang" dalam teks). Berbahasa Sunda dan ditulis dalam aksara Latin, manuskrip ini terdiri dari satu halaman berukuran 12 x 10 cm pada kertas buatan lokal. Tinta hitam kusam menghiasi tulisan yang umumnya masih jelas terbaca. Kondisi fisik kertas agak kusam karena merupakan hasil fotokopi. Naskah ini diperkirakan dibuat pada tahun 1968 di Sumedang (?). Asal naskah dari Rd. Kardinah Martadilaga (Ibu Subarma), Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Saat ini, manuskrip disimpan di EFEO Bandung. Menurut keterangan, teks asli beraksara pegon ditulis pada tahun 1938 dan berada di tangan Pak Cokro Nurkamal di Bogor. Teks diawali dengan kalimat Luluhur Sumedang, Galuh. Awit Lebu Amiluhur, Gedul Gantungan...

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Menjelajahi Karya Sastra Cirebon Abad ke-19: Warisan Leluhur Keraton Kacirebonan

Telusuri jejak warisan sastra Cirebon dari abad ke-19 melalui manuskrip kuno yang tersimpan di Keraton Kacirebonan. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, menawarkan sekilas tentang kekayaan budaya dan intelektual masa lalu. Meskipun kondisinya memerlukan perhatian khusus, keindahan dan nilai sejarahnya tetap terpancar.

Sulanjana: Kisah Asal-Usul Padi di Pajajaran dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Sulanjana, sebuah wawacan Sunda yang mengungkap asal-usul padi di Pajajaran. Naskah ini menceritakan perjalanan dari Nabi Adam hingga Prabu Siliwangi, serta perjuangan melawan hama yang mengancam tanaman padi. Temukan bagaimana Sulanjana dan saudara-saudaranya menyelamatkan panen dan menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.

Menjelajahi Tarekat: Ajaran Tasawuf Abad ke-19 dari Banjaran Bandung

Naskah kuno ini, bertajuk Tarekat, mengungkap ajaran tasawuf Islam yang berkembang di Banjaran, Bandung pada abad ke-19. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Pegon, manuskrip ini menawarkan pemahaman mendalam tentang rukun Islam melalui simbol-simbol kaligrafi dan nama-nama nabi. Simak narasi lengkapnya untuk menyelami warisan spiritual ini.

Umarmaya: Kisah Pahlawan Islam dari Ayaban dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Umarmaya, seorang pahlawan yang berperan penting dalam penyebaran Islam di negeri Ayaban. Naskah kuno ini, ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, menyimpan cerita kepahlawanan di bawah kepemimpinan Raja Amir Hamzah.

Kisah Damarwulan dalam Ilustrasi: Manuskrip Langka dari Cirebon

Manuskrip Roman Damarwulan ini menawarkan visualisasi unik kisah klasik Jawa. Ditulis dalam bentuk puisi (tembang) beraksara Jawa Pasisir Barat (Cirebon), naskah ini istimewa karena dihiasi ilustrasi wayang populer di setiap setengah halaman. Mari selami lebih dalam detail dan sejarah manuskrip yang memikat ini.

Layang Gandaresmi: Kisah Suluk dari Ciwidey Abad ke-19

Temukan pesona naskah kuno Layang Gandaresmi, sebuah puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini mengungkap kisah suluk yang memikat dari abad ke-19. Simak detail fisik naskah, asal-usulnya, dan cuplikan isinya yang penuh makna.

Menelusuri Jejak Sejarah dan Spiritual: Babad Cirebon dan Pataŕekan

Naskah kuno ini mengungkap dua warisan berharga dari Cirebon: sejarah kesultanan dan kedalaman spiritualitas Islam. Terdiri dari prosa dan puisi, manuskrip ini memadukan Babad Cirebon yang menceritakan para penguasa dan keturunannya, dengan ajaran Tarekat Qodariyah yang membimbing menuju makrifat.

Paras Nabi: Kisah Agung Rasulullah dalam Wawacan Sunda Pegon

Telusuri kisah agung Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip Paras Nabi. Ditulis dalam Bahasa Sunda dengan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang memuat pesan mendalam, asal-usul paras Nabi, hingga momen wafatnya Rasulullah. Mari kita selami lebih dalam warisan berharga ini.