Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Carita Perebu

Misteri Banteng dalam Carita Perebu Demang Karaton: Petualangan Pangeran Munding Panji

Naskah Carita Perebu Demang Karaton mengisahkan tentang perjalanan Pangeran Munding Panji mencari banteng impian raja Citaurduni. Ditemani saudarinya, Nimbang Mayang, Munding Panji mengikuti petunjuk kera betina dan mandi di Cipatahunan. Ia kemudian terlibat serangkaian pertandingan melawan raja-raja dari berbagai daerah, seperti Panggung Nagara dari Nusa Kambangan, Bitung Wulung dari Solok Pandan, Agus Bandung dari Rumbak Pala, Kidang Rentalan dari Midang Lara, dan Badak Kombala dari Gunung Manik. Naskah setebal 93 halaman ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Jawa oleh Abbas. Sayangnya, akhir cerita tentang banteng misterius ini tidak diungkapkan. Manuskrip ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Suryaningrat-Ningrum Kusumah: Kisah Cinta Dua Dunia dari Cianjur

Naskah Suryaningrat-Ningrum Kusumah adalah seri ke-3 dari wawacan Suryaningrat, mengisahkan cinta antara tokoh dari Arab dan Nusantara, menghasilkan Suryakanta. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda, aksara Pegon, dan berbentuk puisi wawacan. Diperkirakan berasal dari awal abad ke-20 di daerah Jampang, Cianjur.

Lokayanti: Kisah Cinta dan Perjuangan Islam dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Lokayanti adalah sebuah naskah kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Cacarakan. Berbentuk puisi wawacan, naskah ini mengisahkan perjuangan tokoh Islam melawan kaum kafir. Kisah cinta antara putri kafir Hadiningrat dan Repatmaja menjadi bumbu dalam peperangan mempertahankan agama.

Jaka Bayawak: Kisah Putra Raja Majapahit yang Menjelma Buaya

Manuskrip ini mengisahkan tentang penyebaran agama Islam di Nusantara, khususnya di Majapahit. Tokoh utamanya adalah seorang putra raja yang ditakdirkan berwujud buaya bernama Jaka Bayawak. Namun, di balik wujudnya, ia adalah seorang yang sakti dengan kemampuan menyamar.

Jejak Leluhur: Menelusuri Silsilah dan Kosmogoni dalam 'Catatan-Catatan'

Manuskrip 'Catatan-Catatan' membuka jendela ke masa lalu, mengungkap silsilah tokoh penting seperti Sunan Panatan Agung dan Ratu Sunda agama Pakuwan. Lebih dari sekadar daftar nama, naskah ini menyelami kosmogoni dengan kisah Medang Kamulan, Ratu Brahma, dan asal-usul padi. Sebuah warisan berharga yang menggabungkan sejarah, kepercayaan, dan kearifan lokal.

Babad Banten: Kisah Sandimaya dan Sejarah Panjang Kesultanan Banten

Telusuri sejarah Kesultanan Banten melalui Babad Banten, sebuah manuskrip kuno yang ditulis dalam bentuk puisi Jawa dialek Banten. Kisah ini membawa kita dari silsilah raja-raja Banten hingga peperangan melawan Belanda di Batavia. Manuskrip ini menawarkan wawasan mendalam tentang budaya, agama, dan perjuangan masyarakat Banten di masa lalu.

Nagara Kretabhumi: Mengungkap Tragedi Bubat dan Nagari Masa Lalu

Manuskrip Nagara Kretabhumi membawa kita menyelami sejarah Cirebon dan wilayah sekitarnya. Naskah ini mengisahkan peristiwa penting seperti tragedi Bubat dan menyebutkan berbagai nagari seperti Buwun, Tulangbawang, dan lainnya. Sebagai bagian dari seri ke-5 dalam bagian I, naskah ini melengkapi dan memperbaiki informasi dari teks-teks sebelumnya.

Mengungkap Kejayaan Masa Lalu: Narasi dari Pustaka Dwipantara

Telusuri jejak sejarah Nusantara melalui Pustaka Dwipantara, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap gambaran perniagaan antar negeri di kepulauan Dwipantara hingga kemunduran Kerajaan Wilwatikta. Naskah ini menawarkan perspektif unik tentang masa lalu, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan.

Kisah Samaun: Wawacan Sunda Abad ke-20 dari Majalaya

Telusuri kisah Samaun, seorang pahlawan gagah berani dalam membela Nabi Muhammad, melalui manuskrip wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah yang berasal dari Majalaya, Bandung ini menyimpan cerita tentang keberanian, cinta, dan peperangan antara pasukan mumin melawan kaum kafir.