Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Buku Hukum

Menjelajahi Warisan Hukum dan Sastra dalam Manuskrip 'Buku Hukum'

Manuskrip ini, dikenal sebagai 'Buku Hukum,' menghadirkan perpaduan menarik antara teks hukum dan karya sastra dari masa lampau. Di dalamnya, kita menemukan Jaya Lengkara dari Medang Kamulan, Undang-undang Mataram, kisah Jugul Muda, dan riwayat patih raja Mapunggung dari Purwa Carita. Sebagian teks disajikan dalam bentuk puisi, diselingi catatan mengenai istilah hukum, mantra, dan doa, bahkan uraian singkat tentang Gajah Mada serta Raja Krama ning Raja Sasana. Tertanggal 1809, namun diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-18, naskah ini juga mencakup kidung Rumeksa ing Wengi dan Praceka (pratyeka), serta catatan ensiklopedia. Manuskrip ini merupakan bagian dari Koleksi Snouck Hurgronje (no. 40 jav.), diperoleh pada tahun 1936. Berukuran 19 x 27 cm (13 x 20 cm), tebal 124 halaman dan 28 halaman, dengan 17 baris per halaman, ditulis dalam huruf Jawa Cirebon kuna, menggunakan bahasa Arab dan Jawa (awalnya Jawa kuna). Sebuah surat berbahasa Sunda dari Tasikmalaya (1906) yang menyerahkan naskah ini kepada Dr. Snouck Hurgronje, dilampirkan bersama naskah yang kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Hukuman dan Ganjaran: Menjelajahi Kitab Fiqih II dari Warisan

Temukan kebijaksanaan kuno dalam Kitab Fiqih II, sebuah manuskrip berharga yang mengungkap konsekuensi dari perbuatan buruk dan pahala bagi kebajikan. Naskah ini menawarkan wawasan tentang nilai-nilai moral dan spiritual yang relevan hingga kini. Mari selami lebih dalam isi dan asal usulnya!

Menjelajahi Kitab Fiqih: Warisan Ilmu dari Banjaran Bandung

Temukan intisari ajaran ibadah dan hukum-hukumnya dalam manuskrip kuno 'Kitab Fiqih'. Naskah ini, yang ditulis dalam bahasa Arab dan Sunda, menawarkan wawasan berharga tentang konsep wajib, sunat, mubah, makruh, dan haram. Mari selami lebih dalam kandungan naskah ini!

Menelusuri Jejak Sahadat Fatimah: Manuskrip Sunda-Jawa dari Cidaun

Temukan pesona manuskrip kuno Sahadat Fatimah, secarik kisah tentang Siti Fatimah, putri Nabi Muhammad. Naskah berbahasa Sunda-Jawa ini ditulis dalam aksara Pegon dan ditemukan di Cidaun, Cianjur. Mari kita selami lebih dalam isi dan sejarah manuskrip ini.

Wawacan Ahmad Muhamad: Kisah Heroik dalam Balutan Sunda dan Arab

Manuskrip ini menyimpan kisah heroik Ahmad dan Muhamad dalam bentuk puisi wawacan. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Pegon dan Arab, naskah ini menawarkan kombinasi unik antara tradisi lokal dan pengaruh keislaman. Mari selami lebih dalam isi dan rincian metadata dari naskah kuno ini.

Kisah Heroik Barjah dan Umarmaya: Wawacan Sunda dari Rancah Ciamis

Manuskrip kuno berjudul 'Barjah dan Umarmaya' ini menyajikan kisah kepahlawanan dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda. Ditulis dengan aksara Pegon di atas kertas yang kini mulai rapuh, naskah ini menyimpan dua cerita menarik. Mari selami petualangan Raden Barjah dan intrik Umarmaya dalam manuskrip abad ke-20 ini.

Mengenal Tauhid: Sifat Allah dan Hakikat Nafsu dalam Manuskrip Sunda

Telusuri kearifan lokal Sunda dalam memahami konsep Tauhid melalui manuskrip kuno. Naskah ini mengungkap sifat-sifat Allah, para nabi, hingga hakikat nafsu manusia. Sebuah warisan berharga yang tersimpan di Museum Pangeran Geusan Ulun.

Kisah Cinta dan Kepahlawanan Jaka Umaran: Wawacan dari Sumedang

Wawacan Jaka Umaran mengisahkan perjalanan cinta seorang pangeran dan perebutan kembali kerajaan yang hilang. Berlatar di tanah Sunda, manuskrip ini memuat nilai-nilai kepahlawanan, kesetiaan, dan pengorbanan dalam bentuk puisi (tembang) yang indah. Sebuah warisan budaya yang kaya dari Sumedang.

Suluk Panji: Kisah Mistik Islam dalam Balutan Budaya Sunda

Temukan ajaran mistik Islam yang tersembunyi dalam manuskrip Suluk Panji. Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini mengungkap konsep manunggaling kaula gusti 'Allah adalah aku' melalui kisah suluk pewayangan. Manuskrip ini menawarkan pemahaman mendalam tentang sareat, tarekat, hakekat, dan marifat.