Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Babad Galuh

Menelusuri Jejak Sejarah Babad Galuh: Kisah Kerajaan Sunda di Cirebon

Babad Galuh mengisahkan cerita tentang tokoh-tokoh penting dalam sejarah kerajaan Sunda, terutama Ciungwanara yang memegang wilayah kerajaan Sunda bagian barat berpusat di Pakuan Pajajaran, serta Aryang Banga yang menguasai wilayah dari Sungai Cipamali ke timur dengan pusat di Bojonggaluh. Manuskrip ini ditulis dalam bentuk prosa menggunakan bahasa Jawa Cirebon dan aksara Cacarakan. Naskah yang terdiri dari 54 halaman ini, terbuat dari kertas Eropa dengan cap kertas Bunga Lily berperisai mahkota VDL, berasal dari Keraton Kasepuhan Cirebon, tempat naskah ini disimpan hingga kini. Naskah ini diperkirakan ditulis pada abad ke-19 di Cirebon. Kondisi fisik naskah secara umum masih baik, meski kertasnya sudah kusam kecoklatan dan penjilidannya agak kendor. Penomoran halaman menggunakan angka 1-27 dengan sistem ganda pada lembar kanan atas. Terdapat catatan angka waktu 3 Ramelan 1231 (28 Juli 1816) pada lembar halaman lepas yang terselip.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kisah Ahmad Muhammad: Wawacan Sunda Abad ke-20 dari Pangalengan

Telusuri kisah epik Ahmad dan Muhammad, dua saudara kembar putra Srinarendra Raja Jemur dari Kerajaan Habsah. Naskah wawacan berbahasa Sunda ini mengisahkan perjalanan penuh tantangan mereka hingga menjadi Raja di Mesir. Sebuah warisan budaya yang kaya dari Pangalengan, Bandung.

Carios Arya Wangsa Goparana: Kisah Penyebaran Islam dan Silsilah Raja Cianjur

Manuskrip ini mengisahkan perjalanan Arya Wangsa Goparana dalam menyebarkan agama Islam di Cianjur. Selain itu, naskah ini memuat silsilah raja-raja Cianjur, mulai dari Ciung Wanara hingga Adipati Arya Kusumaningrat. Sebuah catatan sejarah penting tentang tokoh dan perkembangan wilayah Cianjur.

Menelisik Tauhid dan Silsilah: Wawacan Sunda Abad ke-18 dari Cirebon

Manuskrip kuno berjudul 'Tauhid dan Silsilah' ini adalah sebuah khazanah intelektual dari abad ke-18. Ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang membahas fondasi keislaman. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Kumpulan Doa: Untaian Ayat dan Penolak Bala dari Pasirmalang

Temukan kekuatan dalam Kumpulan Doa, manuskrip kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Berisi untaian doa yang bersumber dari ayat suci Al-Quran dan mantra penolak bala, naskah ini menawarkan perlindungan dan keberkahan. Simak lebih lanjut tentang warisan spiritual dari Pasirmalang, Bandung ini!

Bab Susuci Sareng Adus: Tuntunan Bersuci Abad ke-19 dari Pangalengan

Telusuri manuskrip kuno "Bab Susuci Sareng Adus", sebuah naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon dari abad ke-19 yang berisi tuntunan bersuci. Naskah ini memberikan wawasan tentang praktik keagamaan dan kehidupan masyarakat Pangalengan, Bandung pada masa lampau. Mari kita simak lebih lanjut mengenai isi dan detail manuskrip ini!

Suryaningrat: Kisah Pengembaraan dan Kesetiaan dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah epik Suryaningrat, sebuah manuskrip wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan tentang pengembaraan Ningrum Kusumah dan perjuangannya merebut kembali kebahagiaan setelah difitnah dan diusir dari kerajaan. Sebuah cerita tentang kesetiaan, keberanian, dan kekuatan cinta yang diuji.

Wawacan Abdullah: Kisah Nur Muhammad dalam Gubahan Puisi Sunda

Manuskrip Wawacan Abdullah mengisahkan kehidupan para nabi dalam bentuk puisi Sunda. Naskah ini menceritakan awal mula kelahiran Nabi Muhammad SAW, putra Abdullah dan Siti Aminah, serta berbagai peristiwa penting yang terjadi di Mekah pada masa itu. Teks ditulis dalam aksara Pegon dan berisi 40 pupuh yang indah.

Wawacan Nabi Paras: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad Saw

Telusuri kisah inspiratif perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip kuno "Wawacan Nabi Paras". Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini mengungkap momen-momen penting dalam kehidupan Nabi, termasuk kunjungan Malaikat Jibril dan wasiat terakhir beliau. Mari kita selami kearifan lokal melalui karya sastra klasik ini.