Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Suluk Islam

WAWACAN Suluk Islam: Untaian Ajaran Tarekat Satariyah dalam Pupuh Sunda

Wawacan Suluk Islam adalah naskah kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Cacarakan. Naskah ini berbentuk puisi wawacan dengan jumlah 205 halaman yang berisi 202 halaman yang ditulisi dan 3 halaman kosong. Menariknya, pada lembar awal tercatat judul Wawacan Ciung Wanara, padahal isinya berupa ajaran keislaman dalam bentuk suluk. Naskah ini ditulis dengan tinta hitam pada kertas Eropa yang memiliki cap kertas Dubbel SchrijfGVi 8 kilo. 43 x 69 c.m. 54 GRAM PER METER. C.. G. A. C. Manuskrip ini terdiri dari beberapa pupuh, yaitu Dangdanggula (134 pada), Asmarandana (437 pada), Dangdanggula (19 pada), Kinanti (47 pada), dan Asmarandana (69 pada). Secara fisik, naskah ini masih dalam kondisi baik meskipun kertasnya agak kusam kecoklat-coklatan dan penjilidannya agak longgar. Diduga ditulis pada tahun 1682 di Cisame Cipanas, Rajamandala. Naskah ini berasal dari Bandung dan kini tersimpan di Museum Negeri Jawa Barat “Sribaduga”. Dalam teks ini, tiga tokoh sejarah masa lalu disebut-sebut, yaitu Sang Linggahiyang, Linggawastu, dan Prabu Anggalarang. Terdapat dua catatan waktu penulisan, yaitu 3 Dulkaidah 1323 Hijriyah (4 Januari 1906 Masehi) dan 11 Dulkaidah 1333 Hijriyah (7 Januari 1916 Masehi).

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Primbon Cirebon: Menjelajahi Hakikat Kemanusiaan dalam Naskah Kuno

Temukan kebijaksanaan kuno dalam naskah Primbon Cirebon, sebuah warisan berharga dari Keraton Kasepuhan. Naskah ini mengungkap berbagai aspek kehidupan melalui lensa keislaman, disajikan dalam prosa Jawa Cirebon yang memikat. Jelajahi uraian mendalam tentang hakikat kemanusiaan dan simbolisme yang tersembunyi di dalamnya.

Kisah Jenaka Abu Nawas dalam Wawacan Sunda: Petualangan di Bagdad

Temukan kisah Abu Nawas yang cerdik dan jenaka dalam Wawacan berbahasa Sunda. Manuskrip ini mengisahkan petualangan Abu Nawas di Bagdad, di bawah pemerintahan Harun Al Rasyid. Sebuah fragmen dari masa lalu yang mengungkap kearifan lokal dan tradisi sastra Sunda.

Jaka Bayawak: Kisah Panji Bernafaskan Islam dari Tanah Sunda

Manuskrip Jaka Bayawak, yang ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, adalah sebuah puisi wawacan yang terdiri dari 163 halaman. Naskah ini menceritakan kisah dengan unsur suasana keislaman dengan tokoh-tokoh cerita panji zaman pra-Islam. Kisah epik ini berpusat pada perjalanan dua putra Sri Natawata Madenda, Jaka Bayawak dan Rara Uju, yang terpisah dan saling mencari.

Layang Carios Samud: Kisah Islam dari Cirebon Abad ke-19

Telusuri jejak sejarah Islam di Cirebon melalui Layang Carios Samud, sebuah manuskrip kuno yang ditulis pada tahun 1819 M. Naskah ini, yang tersimpan di Keraton Kacirebonan, memuat kisah bertema keislaman dalam bahasa Jawa Cirebon, ditulis dengan aksara Pegon dan Cacarakan. Temukan detail menarik tentang naskah ini, mulai dari cap kertas hingga catatan penulisnya.

Untaian Doa: Pupujian Abad ke-19 dari Bandung

Temukan keindahan dan kekayaan spiritualitas dalam manuskrip Pupujian (Doa) abad ke-19. Naskah ini berisi kumpulan doa-doa yang biasa dilantunkan dalam shalat fardu maupun sunat. Mari kita selami lebih dalam isi dan rincian menarik dari manuskrip ini.

Menelusuri Silsilah Penguasa Cirebon: Narasi dari Manuskrip Kuno

Manuskrip "Sejarah Cirebon" membuka tabir silsilah penguasa Kesultanan Cirebon. Ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, naskah prosa ini menyimpan informasi penting tentang tokoh-tokoh penting dan peristiwa bersejarah. Mari selami lebih dalam isi dan detail metadata dari manuskrip berharga ini.

Kisah Heroik Ogin Amarsakti: Wawacan Sunda dalam Aksara Pegon

Manuskrip Ogin Amarsakti adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini menceritakan kisah heroik seorang tokoh bernama Ogin Amarsakti dalam menghadapi berbagai tantangan dan intrik kerajaan. Manuskrip ini menawarkan wawasan menarik tentang budaya, nilai-nilai, dan kepercayaan masyarakat Sunda pada masa lalu.

Mengenal Tauhid: Sifat Allah dan Hakikat Nafsu dalam Manuskrip Sunda

Telusuri kearifan lokal Sunda dalam memahami konsep Tauhid melalui manuskrip kuno. Naskah ini mengungkap sifat-sifat Allah, para nabi, hingga hakikat nafsu manusia. Sebuah warisan berharga yang tersimpan di Museum Pangeran Geusan Ulun.