Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Natakusumah

Menelusuri Jejak Leluhur: Silsilah Rd. Natakusumah dari Talaga

Manuskrip ini berisi silsilah keluarga Rd. Natakusumah yang ditulis dalam bentuk prosa. Naskah setebal 14 halaman ini ditulis pada tahun 1953 di Talaga, Majalengka. Naskah ini memuat lima bagian utama, yaitu Silsilah Ratu Galuh, Riwayat Asal-Usul, Catatan Keagamaan dengan aksara Pegon berbahasa Jawa, Keterangan mengenai silsilah, dan Silsilah Talaga-Pajajaran. Naskah ini diawali dengan kalimat Kenging noeroen tina sadjarah Ageung Talaga noe ajeuna di tjepeng koe ... dan diakhiri dengan kalimat ... Praboe Haoerkoenig poepoes 1580 potjoek Oemoen, Goeroe Gantangan, Siti Wangi, Anggalarang. Naskah ini berasal dari R. Mardinah Kartadilaga (Subarna) dari Desa Talaga Kulon dan saat ini disimpan di EFEO Bandung. Secara fisik, kertas naskah ini agak kekuningan, namun secara umum masih dalam kondisi baik meski penjilidannya longgar. Ukuran sampul dan halaman naskah adalah 34 x 21,4 cm, dengan ukuran tulisan 24,5 x 20 cm. Judul luar teks naskah ini adalah Silsilah nu ka Para Putra Eyang Rd. Natakusumah.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Banjaran Bandung

Manuskrip ini menghadirkan khazanah spiritual dari abad ke-19 yang berasal dari Banjaran, Bandung. Di dalamnya terhimpun beragam doa, mantra, dan petuah yang ditulis dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Arab menggunakan aksara Pegon. Lebih dari sekadar koleksi teks, naskah ini adalah cerminan kearifan lokal dalam menjalani kehidupan.

Menelusuri Jejak Cahyana dan Sejarah Mataram: Catatan dari Masa Lalu

Manuskrip ini mengungkap catatan penting tentang tokoh Cahyana dan sejarah Mataram. Berasal dari koleksi Sn. Hurgronje tahun 1901 dan 1936, naskah ini memberikan wawasan unik tentang tokoh-tokoh penting dan peristiwa bersejarah di wilayah tersebut.

Bental Jemur: Kisah Ramalan dan Persahabatan dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Bental Jemur, sebuah naskah wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon yang berasal dari Cijulang, Ciamis. Naskah ini menceritakan tentang ramalan, persahabatan, dan intrik kerajaan yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Nabi Muhammad SAW, Amir Hamzah, dan Bental Jemur sendiri. Sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Tuntunan Shalat: Panduan Ibadah dari Bandung Abad ke-19

Telusuri khazanah intelektual Islam dari abad ke-19 melalui manuskrip "Tuntunan Shalat". Naskah ini memuat panduan lengkap shalat fardhu beserta bacaan dan doa, dilengkapi penjelasan shalat sunnah dan hukumnya. Sebuah warisan berharga dari Bandung yang kini tersimpan di EFEO.

Wawacan Panguragan: Kisah Sayembara Putri Sakti dari Cirebon

Telusuri kisah epik Nyi Mas Panguragan/Gandasari, seorang putri sakti dari Cirebon, dalam manuskrip kuno Wawacan Panguragan. Naskah ini menceritakan sayembara sang putri hingga pertemuannya dengan Syekh Magelung. Sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan sastra.

Menggapai Kedamaian Hati: Tuntunan Dzikir dalam Manuskrip Sunda-Arab

Temukan panduan lengkap tata cara dzikir dalam manuskrip kuno Tuntunan Dzikir. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab dengan aksara Pegon, naskah ini menyajikan bacaan dzikir terperinci untuk mencapai kedamaian hati. Simak narasi lengkapnya mengenai kondisi fisik naskah hingga asal-usulnya.

Bertuah! Kisah Bokor Kuningan Beraksara Arab dari Sumedang

Temukan kisah unik sebuah bokor kuningan dari Sumedang yang bertuliskan aksara Arab. Benda pusaka ini bukan sekadar wadah, melainkan menyimpan lapad-lapad sakral yang dipercaya menambah makna dan kekuatan spiritual. Mari kita telusuri lebih dalam asal-usul dan misteri di balik bokor istimewa ini.

Tarekat: Menjelajahi Jalan Spiritual dalam Wawacan Tranggana

Manuskrip kuno berjudul 'Tarekat' ini, tertulis dalam bahasa Sunda aksara Pegon, mengungkap kedalaman ajaran Islam melalui empat tahapan spiritual: sareat, hakekat, tarekat, dan marifat. Naskah berbentuk puisi wawacan ini mengajak pembaca untuk merenungkan esensi keimanan dan mengenal Tuhan Yang Maha Esa melalui dialog antar tokoh.