Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Babad Cirebon

Babad Cirebon: Kisah Wali dan Sejarah Jawa dalam Untaian Tembang

Manuskrip Babad Cirebon ini mengisahkan sejarah para wali di Jawa, dimulai dengan perjalanan Radén Walangsungsang dan Rara Santang yang meninggalkan istana demi berguru kepada Ki Nurjati di Gunung Jati Cirebon. Kemudian, mereka berdua melanjutkan perjalanan hingga ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Rara Santang kemudian menikah dengan raja Mesir dan melahirkan dua putra, salah satunya kelak dikenal sebagai Syarif Hidayatullah Sunan Jati Purba atau Sunan Gunung Jati, yang menjadi pemimpin para wali di Pulau Jawa. Manuskrip ini merupakan bagian dari koleksi J.L.A. Brandes, berukuran 17 x 19,5 cm dengan tebal 314 halaman yang berisi rata-rata 13 baris per halaman. Ditulis dalam huruf Arab (Pegon) dengan bahasa Jawa, Babad Cirebon berbentuk puisi atau tembang. Saat ini, manuskrip ini tersimpan di Museum Negeri Jakarta.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Jejak Logat Daerah Jawa Madura: Penelitian Berg 1938-1941

Temukan kekayaan linguistik Jawa, Sunda, dan Madura melalui manuskrip "Logat Daerah". Naskah ini merupakan hasil penelitian mendalam Profesor Berg antara tahun 1938-1941. Menghadirkan transkripsi rekaman dari berbagai lokasi, naskah ini mengungkap aturan berbahasa populer dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Tuntunan Tahlil: Doa Arwah dalam Balutan Aksara Pegon

Temukan manuskrip kuno berisi tuntunan tahlil dalam bahasa Sunda dan Arab, ditulis dengan aksara Pegon. Naskah ini mengungkap praktik mendoakan arwah agar diampuni dosanya, dilengkapi dengan penjelasan pertanda gempa bumi berdasarkan kalender Hijriyah.

Meramal Nasib dengan Palintangan: Warisan Naskah Sunda dari Bandung

Telusuri lembaran naskah kuno Palintangan yang mengungkap tradisi ramalan nasib dalam budaya Sunda. Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini menawarkan panduan perhitungan tradisional untuk menentukan hari baik dan buruk. Mari kita selami lebih dalam isi dan asal-usul naskah yang menarik ini.

Untaian Puji: Manuskrip Pupujian Sunda Abad ke-20 dari Bandung

Temukan keindahan spiritualitas Islam dalam manuskrip Pupujian berbahasa Sunda ini. Berasal dari abad ke-20 di Bandung, naskah ini berisi puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Syair-syair yang dikumandangkan sebelum shalat ini, menghadirkan kedamaian dan kekhusyukan.

Mengurus Mayat: Panduan Doa Jenazah dari Banjaran, Bandung

Telusuri manuskrip kuno "Mengurus Mayat," sebuah panduan detail tentang tata cara memandikan dan menyalatkan jenazah, lengkap dengan bacaan doa-doanya. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Arab dan Sunda, memberikan wawasan unik tentang praktik keagamaan dan budaya di wilayah Banjaran, Bandung pada abad ke-20.

Menjelajahi Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara: Kisah Raja-Raja Nusantara dari Cirebon

Telusuri warisan sejarah Nusantara melalui manuskrip kuno Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara. Naskah ini, yang ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah raja-raja di berbagai kerajaan di wilayah Nusantara. Sebuah artefak berharga yang menyimpan pengetahuan mendalam tentang masa lalu.

Primbon Cirebon: Warisan Keraton Kasepuhan yang Penuh Makna

Telusuri Primbon Cirebon, manuskrip kuno dari Keraton Kasepuhan yang mengungkap pertelaan zaman dan karakteristik waktu. Ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon beraksara Latin, primbon ini menawarkan wawasan mendalam tentang budaya dan kepercayaan masyarakat Cirebon di masa lampau.

Menelusuri Sejarah dan Silsilah Sukakerta: Jejak Naskah Kuno yang Penuh Misteri

Naskah kuno "Sejarah dan Silsilah Sukakerta" membawa kita dalam perjalanan menelusuri jejak sejarah dan genealogi Sukakerta. Lebih dari sekadar catatan silsilah, naskah ini mengungkap lapisan-lapisan budaya dan spiritualitas yang kaya. Mari selami isi naskah yang penuh dengan doa, mistik, dan konsep 'kawula gusti' ini.