Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Kumpulan Kitab

Menjelajahi Kumpulan Kitab: Warisan Manuskrip Islam dari Bandung

Manuskrip ini merupakan sebuah kumpulan kitab yang berisi berbagai pelajaran agama Islam, meliputi syariat, tauhid/aqoid, fiqih, dan tarekat tasawuf. Di dalamnya terdapat Kitab Salamuttaufik (h. 1-119), Kitab Awwalu Mayajibu Alakuli Muslimin (h. 120-145), Kitab At-Tawhid (h. 146-157), dan Kitab Safinatunnadja (159-210). Manuskrip setebal 4 halaman ini ditulis dalam bahasa Arab, Jawa, dan Sunda, menggunakan aksara Arab dan Pegon. Naskah berjenis prosa ini ditulis di atas kertas Eropa ber-cap Lion in Medalion Concordia CONCORDIA RESPARVAE CRESCUNT, dengan countermark Van GELDER. Kondisi fisik manuskrip menunjukkan usia, dengan kertas yang sebagian kusam dan kecoklatan, serta beberapa lembar robek di bagian tepinya. Karangan ini dibuat oleh Hasan Maal Ibrahim Sajuri pada tahun 1288 H/1872 M di Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Endjum dari Batukarut, Pameungpeuk, Bandung, dan kini disimpan di EFEO Bandung. Pada halaman 209 tertulis nama pemilik “Mas Wangsa Dimanggala Lurah Desa Pakemitan Banjaran “, sedangkan pada halaman 157 tertulis nama ieu hasan maal ibrahim sajuri, enggeuspoe isnen, yang kemungkinan besar adalah penulisnya.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Babar Nabi: Kisah Kelahiran Sang Utusan

Telusuri kisah agung kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip kuno 'Wawacan Babar Nabi'. Ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, naskah ini mengisahkan perjalanan hidup Nabi sejak lahir hingga menerima wahyu pertama. Simak narasi lengkapnya di bawah ini!

Kisah Jaransari-Jaranpurnama: Dendam Raja dan Pencarian Jati Diri

Manuskrip Jaransari-Jaranpurnama mengisahkan intrik kerajaan dan perjalanan spiritual. Raja Sokadana murka pada istrinya, memicu serangkaian peristiwa tragis. Lahirlah Jaransari dan Jaranpurnama, yang kemudian menempuh perjalanan penuh tantangan untuk mencari jati diri dan kebenaran.

Primbon Tarekat Satariyah: Jejak Mistik dari Garut hingga Leiden

Telusuri warisan spiritual Jawa melalui Primbon Tarekat Satariyah. Manuskrip ini mengungkap teologi dan mistik yang kaya, diturunkan dari para tokoh spiritual terkemuka. Disalin oleh Hasan Mustapa pada tahun 1908, primbon ini menyimpan jejak perjalanan mistik dari Garut hingga Perpustakaan Universitas Leiden.

Kisah Unik Dayang Sumbi: Legenda Sunda yang Penuh Kejutan

Manuskrip "Cerita Legenda" mengungkap kisah Dayang Sumbi yang tak biasa. Mulai dari kelahiran sang putri akibat peristiwa aneh, hingga keterkaitannya dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah dan legenda Sunda. Sebuah prosa berbahasa Sunda yang memikat!

Berkah Bertani: Menjelajahi Kitab Doa Tatanen dari Banjaran Bandung

Telusuri kearifan lokal masyarakat Sunda melalui Kitab Doa Tatanen, sebuah manuskrip yang memadukan doa-doa Islami dengan mantra-mantra tradisional untuk keberhasilan bercocok tanam. Naskah ini memberikan wawasan unik tentang praktik pertanian dan spiritualitas di Banjaran, Bandung pada abad ke-20.

Ganda Resmi: Kisah Pilu Putra-Putri Jayengkara dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Ganda Resmi adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan perjalanan hidup penuh liku tiga putra-putri Raja Jayengkara dari Dewi Kuraesin yang diasingkan dan mengalami berbagai cobaan hidup.

Rangga Wulung: Kisah Putra Raja Umbara dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Raden Rangga Wulung, putra Raja Umbara, dalam manuskrip kuno "Rangga Wulung". Ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon, naskah berbentuk puisi wawacan ini menyimpan episode lanjutan dari cerita Wawacan Suryakanta. Mari selami kehidupan Rangga Wulung dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Bab Nikah: Panduan Praktis Wali Hakim dari Cianjur Abad ke-19

Temukan panduan praktis menjadi wali hakim dalam pernikahan yang tertuang dalam manuskrip "Bab Nikah". Naskah ini ditulis dalam bahasa Jawa dan Arab dengan aksara Pegon dan Arab. Meski hanya terdiri dari 8 halaman, manuskrip ini menyimpan pengetahuan berharga tentang praktik pernikahan pada masanya.