Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Suryaningrat

Wawacan Suryaningrat: Kisah Petualangan dan Misi Keislaman Abad ke-19 dari Banjaran

Wawacan Suryaningrat adalah sebuah manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis menggunakan aksara Pegon. Naskah setebal 162 halaman ini menceritakan kisah petualangan tokoh-tokoh seperti Suryaningrat dan Ratnaningrum di negeri Banurungsit, dengan membawa misi keislaman. Manuskrip ini diperkirakan ditulis pada abad ke-19 di Banjaran, Bandung. Kondisi fisik naskah menunjukkan usia yang sudah tua, dengan kertas kusam, agak lapuk, dan sebagian lembar halaman rusak, serta penjilidan yang kendor. Tinta yang digunakan berwarna hitam pucat dan tampak tipis. Teks ini terdiri atas 42 pupuh, namun sayangnya, kondisi teks tidak utuh karena beberapa lembar halaman rusak sehingga bagian awal dan akhir hilang. Naskah ini berasal dari Bapak Karita dari Kp. Talun, Desa Batukarut, Kec. Banjaran, Kab. Bandung dan saat ini disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dari Tanah Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, tokoh gagah perkasa yang lahir dari keluarga kafir namun akhirnya menjadi pembela agama Islam. Wawacan Samaun, yang ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan kekuatan, kesaktian, dan pengabdian kepada Nabi Muhammad SAW.

Lalakon Pedang Kamkam: Kisah Pedang Sakti di Tanah Nusantara

Manuskrip Lalakon Pedang Kamkam mengisahkan tentang perebutan pedang sakti di Nusantara. Amir Hamzah mengutus Umarmaya untuk meminta Pedang Kamkam kepada Sukarasa. Namun, pedang tersebut dipertahankan oleh Rara Dewi dan Nyi Putri Maespati, hingga terjadi pertempuran sengit.

Menelusuri Jejak Nusantara: Katalog Naskah Pustaka Rajya-Rajyai Bhumi Nusantara

Naskah Pustaka Rajya-Rajyai Bhumi Nusantara adalah warisan berharga yang menyimpan katalog judul-judul naskah rujukan dari berbagai pelosok Nusantara. Disusun di Cirebon pada tahun 1698, naskah ini menjadi bukti kekayaan intelektual dan budaya masa lalu. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Menelusuri Jejak Nusantara: Narasi Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara

Telusuri kisah purbakala Nusantara melalui manuskrip Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara. Naskah ini mengisahkan kehidupan manusia purba dengan segala kesederhanaannya, hingga menelusuri silsilah tokoh-tokoh penting. Manuskrip yang ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon ini, menyimpan kekayaan sejarah dan budaya.

Umar Maya: Kisah Pengembaraan dan Perjuangan Keluarga yang Teraniaya

Kisah Umar Maya adalah sebuah narasi puisi Sunda yang mengharukan tentang pengusiran, kehilangan, dan perjuangan. Keluarga Umar Maya terusir dari istana dan harus menghadapi kerasnya pengembaraan. Hilangnya orang-orang terkasih dan berbagai rintangan tak mematahkan semangat Umar Maya untuk menemukan kembali kebahagiaan dan keadilan.

Menjelajahi Khazanah Khutbah Hari Raya: Antara Arab, Sunda, dan Kearifan Lokal Bandung

Temukan keindahan dan kearifan lokal dalam manuskrip kuno 'Khutbah Hari Raya'. Naskah ini memuat bacaan dan uraian mengenai Shalat Idul Fitri dan Idul Adha, disajikan dalam dua bahasa: Arab dan Sunda. Lebih dari sekadar panduan ibadah, manuskrip ini menyimpan doa-doa, salawat, hingga 'jampe cipta cai', sebuah warisan budaya yang kaya makna.

Menelusuri Jejak Hukum dan Sejarah dalam Manuskrip Medang Kamulan, Purwacarita, dan Papakem Silakantara

Sebuah manuskrip kuno berukuran saku menyimpan pengetahuan berharga tentang hukum kerajaan, cerita masa lalu, dan silsilah keluarga. Mari kita menyelami isi naskah Medang Kamulan, Purwacarita, dan Papakem Silakantara yang ditulis dalam huruf Jawa-Sunda ini, untuk mengungkap kearifan lokal dan sejarah yang tersembunyi di dalamnya.

Menjelajahi Tuntunan Haji Abad ke-19: Kitab Manasik Haji dari Bandung

Telusuri khazanah intelektual Islam Nusantara melalui Kitab Manasik Haji, sebuah manuskrip abad ke-19 yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab. Naskah ini memberikan panduan lengkap mengenai tata cara ibadah haji, dilengkapi dengan doa-doa penting dan amalan sunnah. Warisan berharga dari Bandung ini menawarkan wawasan unik tentang praktik keagamaan masyarakat Sunda di masa lampau.