Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Jaka Bayawak

Jaka Bayawak: Kisah Panji Bernafaskan Islam dari Tanah Sunda

Wawacan Jaka Bayawak mengisahkan kehidupan Jaka Bayawak dan Rara Uju yang pergi dari Istana Negeri Madenda. Jaka Bayawak kemudian dipelihara oleh Ambu Miskin, sementara Rara Uju hidup bersama Raden Selamaya. Rara Uju kemudian disunting oleh Puteri Majapahit bernama Dewi Patah dan diangkat sebagai Raja Anom di negeri tersebut dengan gelar Perbu Anom Amarjaya, dengan Raden Selamaya sebagai patihnya. Naskah ini ditulis pada tahun 1928 oleh penyalin bernama Sasmita di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, dan berasal dari Ibu Odah di Kp. Mandala, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Manuskrip ini terdiri dari 50 pupuh, diawali dengan gubahan Sinom, dan ditutup dengan kalimat yang menyebutkan kang danurwenda pindah ke nagara dan menikah dengan Nyi Dewi Kusumawati. Fisik naskah menunjukkan kertas yang kecoklatan dengan noda, namun kondisi teks masih utuh. Ukuran sampul dan halaman naskah adalah 21 x 16,5 cm, dengan ukuran tulisan 17,5 x 14 cm. Saat ini, naskah Jaka Bayawak tersimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Menelisik Tauhid dan Silsilah: Wawacan Sunda Abad ke-18 dari Cirebon

Manuskrip kuno berjudul 'Tauhid dan Silsilah' ini adalah sebuah khazanah intelektual dari abad ke-18. Ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang membahas fondasi keislaman. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Suryaningrat: Kisah Heroik dari Banjaran Bandung

Telusuri kisah kepahlawanan dan intrik kekuasaan dalam Wawacan Suryaningrat, sebuah manuskrip Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan pertempuran sengit antara kerajaan-kerajaan di negeri Erum dan Tanjungbiru, berfokus pada tokoh Raja Madayin Suryakanta dan Jaka Umbara. Simak narasi lengkapnya!

Untaian Nasihat Pernikahan dalam Manuskrip Sawer Panganten

Temukan nasihat pernikahan dalam manuskrip kuno Sawer Panganten! Manuskrip berbahasa Sunda beraksara Pegon ini berisi syair dan wawangsalan yang penuh makna. Tersimpan di EFEO Bandung, naskah ini memberikan gambaran tentang tradisi pernikahan di Pangalengan, Bandung pada abad ke-19.

Menjelajahi Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara: Kisah Raja-Raja Nusantara dari Cirebon

Telusuri warisan sejarah Nusantara melalui manuskrip kuno Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara. Naskah ini, yang ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah raja-raja di berbagai kerajaan di wilayah Nusantara. Sebuah artefak berharga yang menyimpan pengetahuan mendalam tentang masa lalu.

Hasaling Bodo Sabar: Kisah Puisi dari Cirebon Tahun 1902

Telusuri keindahan puisi Jawa Cirebon dalam manuskrip "Hasaling Bodo Sabar". Naskah ini ditulis dalam aksara Cacarakan dan berbentuk wawacan, membawa kita menyelami karya sastra yang kaya akan nilai budaya. Simak narasi lengkapnya yang mengungkap detail menarik seputar manuskrip ini.

Untaian Doa dan Kisah Para Wali: Manuskrip dari Koleksi Snouck Hurgronje

Temukan kekayaan spiritual dalam manuskrip kuno "Catatan Do'a dan Cerita Wali-Wali" dari koleksi Snouck Hurgronje. Manuskrip ini berisi himpunan doa-doa, kisah para wali dari Cirebon, Mataram, dan Banten, hingga perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Sebuah jendela menuju tradisi keagamaan dan kearifan lokal.

Layang Lelampahan: Kisah Perang dan Penyebaran Islam dari Cirebon

Telusuri lembaran sejarah melalui Layang Lelampahan Raja Madina Perang Kalih Raja Pirngaun, sebuah manuskrip puisi wawacan berbahasa Jawa Cirebon yang ditulis menggunakan aksara Cacarakan. Naskah ini menyimpan kisah pertempuran melawan kaum Firaun dan penyebaran agama Islam di Tanah Jawa. Dengan tokoh sentral seperti Pangeran Keansantang dan Bagenda Ali, manuskrip ini menawarkan perspektif unik tentang masa lalu.

Mengenal Tarekat Haqmaliyah: Syair Mistis dari Ciwidey Abad ke-19

Telusuri ajaran tasawuf Tarekat Haqmaliyah yang tertuang dalam manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda dan Arab. Naskah ini membahas eksistensi Allah, sifat Nur Muhammad, dan tahapan syariat, hakekat, tarekat, serta marifat melalui simbol-simbol mistik. Sebuah warisan berharga dari Kiai Muhamad Yusuf di Ciwidey, Bandung.