Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Damarwulan

Kisah Damarwulan dalam Ilustrasi: Manuskrip Langka dari Cirebon

Manuskrip ini berisi Roman Damarwulan, ditulis dalam bentuk puisi (tembang) menggunakan aksara Jawa Pasisir Barat (Cirebon). Keunikan naskah ini terletak pada ilustrasi tokoh-tokoh wayang populer yang menghiasi setiap setengah halaman, beberapa di antaranya berwarna dan sebagian belum selesai. Naskah ini dibuat oleh beberapa orang yang berbeda di daerah Pacinan, dan diberi catatan pada akhir tahun 1861. Teks utamanya mengikuti versi A atau B v.d. Tuuk dengan kode 4170 dan 4172. Manuskrip ini memiliki ukuran 22 x 33,5 cm dengan area teks 17,5 x 30 cm, terdiri dari 101 halaman dobel folio dengan 27 hingga 28 baris per halaman. Pada tahun 1911, naskah ini berasal dari Koleksi Grashuis, yang menambahkan catatan katalog seperti yang tercantum dalam BKI vol. 69; halaman 402 dan Soeg. 10.866-C. Saat ini, naskah ini disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Petuah Bijak dan Ramalan Bintang: Mengungkap Kitab Nasehat dan Palintangan

Temukan kearifan lokal dalam manuskrip kuno Kitab Nasehat dan Palintangan. Naskah ini memuat wejangan hidup tentang keseimbangan antara kesenangan dan prihatin, serta ramalan nasib berdasarkan hari kelahiran. Sebuah warisan berharga dari Pasirjambu, Bandung.

Wawacan Perang Lahad: Kisah Heroik Amir Hamzah dan Bangkitnya Singa Allah

Telusuri kisah epik Perang Lahad, sebuah peristiwa penting di masa Nabi Muhammad SAW. Manuskrip ini mengisahkan pertempuran sengit antara pasukan mu'min yang dipimpin Amir Hamzah melawan gabungan pasukan Firaun, Raja Lahad, dan Raja Jenggi. Di tengah kesulitan, pertolongan Allah datang dan semangat juang Ali membara.

Uga Jagabaya: Menjelajahi Ramalan Masa Depan dalam Naskah Sunda Kuno

Naskah kuno Uga Jagabaya menyimpan misteri ramalan masa depan dalam balutan bahasa dan aksara Sunda. Tersembunyi di antara lembaran kertas yang mulai rapuh, teks prosa ini menawarkan pandangan tentang hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail naskah yang penuh teka-teki ini.

Berkah Bertani: Menjelajahi Kitab Doa Tatanen dari Banjaran Bandung

Telusuri kearifan lokal masyarakat Sunda melalui Kitab Doa Tatanen, sebuah manuskrip yang memadukan doa-doa Islami dengan mantra-mantra tradisional untuk keberhasilan bercocok tanam. Naskah ini memberikan wawasan unik tentang praktik pertanian dan spiritualitas di Banjaran, Bandung pada abad ke-20.

Primbon Tarekat Satariyah: Jejak Mistik dari Garut hingga Leiden

Telusuri warisan spiritual Jawa melalui Primbon Tarekat Satariyah. Manuskrip ini mengungkap teologi dan mistik yang kaya, diturunkan dari para tokoh spiritual terkemuka. Disalin oleh Hasan Mustapa pada tahun 1908, primbon ini menyimpan jejak perjalanan mistik dari Garut hingga Perpustakaan Universitas Leiden.

Menjelajahi Fiqih dan Tauhid: Warisan Manuskrip Sunda Abad ke-19 dari Bandung

Temukan warisan intelektual Islam dari abad ke-19 melalui manuskrip "Fiqih dan Tauhid" yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab. Naskah ini menawarkan wawasan berharga tentang praktik keagamaan dan pemikiran tasawuf yang berkembang di wilayah Bandung pada masa itu. Mari selami lebih dalam isi dan detail fisik naskah ini.

Mengungkap Jejak Islamisasi dan Pemerintahan Hindia Belanda dalam 'Sejarah Cianjur'

Telusuri lembaran sejarah Priangan abad ke-18 melalui manuskrip 'Sejarah Cianjur'. Naskah ini menyajikan gambaran wilayah Cianjur, Bogor, dan Sumedang pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan awal islamisasi. Simak kisah detailnya dalam narasi berikut.

Carita Suluk Budiman: Tuntunan Akhlak dari Pameungpeuk, Bandung

Naskah kuno Carita Suluk Budiman ini adalah warisan berharga yang berisi tuntunan akhlak dan budi pekerti. Ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, manuskrip ini mengingatkan kita untuk mewaspadai nafsu, syahwat, dan harta yang dapat menjerumuskan pada perbuatan dosa. Kisah pertempuran antara Raja Budiman dan Raja Nafsu menjadi simbol perjuangan melawan keburukan dalam diri.