Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Mi'raj Nabi

Wawacan Mi'raj Nabi: Perjalanan Spiritual Rasulullah dalam Untaian Sunda

Naskah ini merupakan sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan berjudul Mi'raj Nabi, ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip setebal 59 halaman ini menceritakan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha bersama Malaikat Jibril untuk menerima perintah shalat lima waktu. Naskah ini ditulis di atas kertas yang kini berwarna kekuningan dengan tinta hitam pekat. Sayangnya, beberapa lembar kurang jelas terbaca dan ada bagian yang hilang (halaman 1-2 dan 47-48), serta kondisi penjilidan yang longgar. Manuskrip ini disalin pada 14 Mei 1937 di Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Jatma yang tinggal di Kp. Gegerkalong, Desa dan Kec. Sukasari, Kab. Bandung, dan kini disimpan di EFEO Bandung. Teks dimulai dengan (... ) panutup jenengan nabi muhammad, rasul nabi mursalin, nu pinunjul darajatna, dipunjulkeun ti sakabeh ... (h. awal) dan diakhiri dengan ... karana ieu wawacan. lain pikeun suka seuri, sumawonna dipake ager-ageran, tegesna ngahariring, kudu kaharti (h. 59).

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kisah Sayid Saman: Wawacan Penuh Hikmah dari Ciwidey

Telusuri kisah epik Sayid Saman dan Sayid Ira dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda aksara Pegon. Wawacan ini mengisahkan perjalanan penuh liku dua putra raja yang terkena tenung, pengembaraan mencari jati diri, hingga perebutan tahta yang penuh intrik. Naskah ini menawarkan wawasan budaya dan sastra Sunda masa lampau.

Mengungkap Sejarah Cirebon: Dari Wali Hingga Kerajaan

Telusuri jejak sejarah Cirebon melalui manuskrip kuno Babad Cirebon. Naskah ini mengungkap kisah para wali yang menyebarkan agama Islam di Pasundan, serta perkembangan Cirebon dari masa lalu hingga menjadi pusat peradaban. Temukan detail menarik dalam puisi wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon.

Babad Cirebon: Kisah Islamisasi Jawa Barat dalam Untaian Wawacan

Telusuri jejak penyebaran Islam di Jawa Barat melalui Babad Cirebon, sebuah manuskrip kuno yang memuat kisah Syarif Hidayatullah, salah seorang Walisongo. Naskah ini mengisahkan perjalanan islamisasi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Pajajaran dan Majapahit, serta peran penting Cirebon sebagai pusat dakwah para wali. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah bersejarah ini.

Wawacan Perang Lahad: Kisah Heroik Amir Hamzah dan Bangkitnya Singa Allah

Telusuri kisah epik Perang Lahad, sebuah peristiwa penting di masa Nabi Muhammad SAW. Manuskrip ini mengisahkan pertempuran sengit antara pasukan mu'min yang dipimpin Amir Hamzah melawan gabungan pasukan Firaun, Raja Lahad, dan Raja Jenggi. Di tengah kesulitan, pertolongan Allah datang dan semangat juang Ali membara.

Kisah Cinta dan Kepahlawanan Jaka Umaran: Wawacan dari Sumedang

Wawacan Jaka Umaran mengisahkan perjalanan cinta seorang pangeran dan perebutan kembali kerajaan yang hilang. Berlatar di tanah Sunda, manuskrip ini memuat nilai-nilai kepahlawanan, kesetiaan, dan pengorbanan dalam bentuk puisi (tembang) yang indah. Sebuah warisan budaya yang kaya dari Sumedang.

Wawacan Danumaya: Kisah Raden Panji Menggapai Takhta

Telusuri petualangan Raden Panji Danumaya dalam mengemban amanah sang ayah, Prabu Panji Subrata, raja negeri Gilangkancana. Naskah kuno berbahasa Sunda ini, tertulis dalam aksara Pegon, memuat kisah perjuangan Danumaya menghadapi berbagai rintangan hingga akhirnya dinobatkan sebagai raja.

Titah Sukapura: Surat Kuasa Abad ke-19 dari Mangunreja

Intip lembaran sejarah dari Tasikmalaya! Sebuah Surat Kuasa dari Bupati Sukapura, yang kini dikenal sebagai Tasikmalaya, mengungkap dinamika kekuasaan di masa lampau. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Melayu menggunakan aksara Pegon, naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam administrasi dan pembagian wilayah pada akhir abad ke-19.

Menelisik 'Kitab Fatimah': Untaian Doa dan Kearifan Lokal Sunda Abad ke-20

Mari kita menyelami 'Kitab Fatimah', sebuah manuskrip kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini menyimpan untaian doa, tata cara pemeliharaan padi, hingga uraian mistik tentang Iman Mahdi. Diperkirakan berasal dari Banjaran Bandung pada abad ke-20, naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat Sunda.