Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Doa Mantra

Kekuatan Doa dan Mantra: Warisan Naskah Sunda dari Bandung

Naskah "Kumpulan Doa dan Mantra" adalah sebuah warisan berharga yang berisi beragam amalan spiritual. Di dalamnya terdapat doa-doa seperti doa keutamaan hidup, doa Siti Jubaedah, dan doa cahaya, lengkap dengan panduan penggunaannya. Selain itu, terdapat pula mantra seperti asihan, jatnpe ngukus, syahadat sejati, serta catatan pribadi. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab, menggunakan aksara Pegon dan Arab. Fisiknya terdiri dari 78 halaman kertas buatan lokal berukuran 16 x 10 cm, dengan area tulisan 14 x 8 cm. Sayangnya, halaman awal naskah (h. 1-8) hilang, dan teks dimulai dari halaman 9. Kondisi kertasnya kusam kekuningan dengan beberapa noda dan robekan, serta penjilidan yang agak longgar. Naskah ini diperkirakan berasal dari abad ke-20, ditemukan di Batukarut, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, dari Bapak Endjum, dan kini disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Jejak Leluhur: Menelusuri Silsilah dan Kosmogoni dalam 'Catatan-Catatan'

Manuskrip 'Catatan-Catatan' membuka jendela ke masa lalu, mengungkap silsilah tokoh penting seperti Sunan Panatan Agung dan Ratu Sunda agama Pakuwan. Lebih dari sekadar daftar nama, naskah ini menyelami kosmogoni dengan kisah Medang Kamulan, Ratu Brahma, dan asal-usul padi. Sebuah warisan berharga yang menggabungkan sejarah, kepercayaan, dan kearifan lokal.

Kitab Tarekat: Menjelajahi Tasawuf dan Silsilah Satariyah dari Tasikmalaya

Telusuri ajaran tasawuf yang mendalam dalam Kitab Tarekat, sebuah manuskrip kuno yang mengungkap jalan menuju pemahaman eksistensi Ketuhanan. Naskah ini menguraikan syariat, tarekat, hakekat, dan makrifat sebagai kunci penyadaran diri dan kewajiban manusia. Temukan pula doa-doa dan silsilah Satariyah yang berharga dalam manuskrip ini.

Wawacan Suryakanta: Kisah Pilu Putra Raja Suryaningrat yang Diculik Jin

Manuskrip ini mengisahkan cerita Wawacan Suryakanta, seorang putra Raja Suryaningrat yang hilang diculik jin. Konflik pun muncul di antara kedua istri raja, Ningrum dan Jembawati, yang berujung pada tuduhan palsu dan nasib buruk bagi Ningrum. Simak selengkapnya dalam narasi berikut.

Sumpena Kanagan: Kisah Heroik Pewaris Tahta dari Ciwidey

Manuskrip Sumpena Kanagan adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan perjuangan Sumpena dan Kanagan merebut kembali tahta kerajaan yang dirampas. Disimpan di EFEO Bandung, naskah ini menawarkan jendela ke dalam budaya dan nilai-nilai masyarakat Sunda pada masa lampau.

Suryaningrat-Ningrum Kusumah: Kisah Cinta Dua Dunia dari Cianjur

Naskah Suryaningrat-Ningrum Kusumah adalah seri ke-3 dari wawacan Suryaningrat, mengisahkan cinta antara tokoh dari Arab dan Nusantara, menghasilkan Suryakanta. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda, aksara Pegon, dan berbentuk puisi wawacan. Diperkirakan berasal dari awal abad ke-20 di daerah Jampang, Cianjur.

Carita Suluk Budiman: Tuntunan Akhlak dari Pameungpeuk, Bandung

Naskah kuno Carita Suluk Budiman ini adalah warisan berharga yang berisi tuntunan akhlak dan budi pekerti. Ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, manuskrip ini mengingatkan kita untuk mewaspadai nafsu, syahwat, dan harta yang dapat menjerumuskan pada perbuatan dosa. Kisah pertempuran antara Raja Budiman dan Raja Nafsu menjadi simbol perjuangan melawan keburukan dalam diri.

Babad Umarmaya: Kisah Heroik dalam Balutan Wawacan Jawa-Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Umarmaya dalam manuskrip kuno yang memadukan keindahan bahasa Jawa dan Sunda. Tersimpan di EFEO Bandung, naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam budaya dan tradisi masyarakat Pasirjambu, Bandung pada awal abad ke-20. Temukan pesona puisi wawacan dan kekuatan mantra dalam satu jilid.

Nagarakretabhumi: Penghormatan Susuhunan Jati dan Peristiwa Kerajaan-Kerajaan Jawa

Manuskrip Nagarakretabhumi (Parwa I, Sargah 4) mengungkap penghormatan terhadap Susuhunan Jati di Cirebon sebagai tokoh agama dan keturunan raja-raja. Naskah ini menyoroti hubungan keluarga antara Cirebon dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Demak, Pajang, dan Mataram, serta peristiwa penting yang terjadi di masa lalu. Sebuah catatan sejarah yang berharga.