Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Mintaraga

Layang Mintaraga: Kisah Klasik dalam Genggaman

Layang Mintaraga adalah naskah Jawa berbentuk prosa yang ditulis dalam aksara Cacarakan. Naskah setebal 99 halaman ini, yang terdiri dari 97 halaman yang ditulis dan 2 halaman kosong, diperkirakan berasal dari abad ke-19. Ditulis di atas kertas buatan lokal, dengan ukuran sampul dan halaman sekitar 28 x 22,5 cm, dan ukuran tulisan 22 x 12 cm. Penomoran halaman menggunakan angka Cacarakan asli di bagian tengah atas. Kondisi fisik naskah menunjukkan usia dan penggunaan, dengan kertas menguning, kusam, dan sebagian terkena noda. Beberapa lembar robek, terutama di bagian awal dan akhir, menyebabkan cacat pada teks. Jilidnya pun cukup longgar. Meskipun sebenarnya berupa cetakan, identitas percetakan sulit diidentifikasi karena kerusakan. Teks disajikan dalam bentuk prosa dengan penanda puisi metrum empat larik yang digunakan secara konsisten, serta pembagian ke dalam sekitar 35 paragraf. Bahasa yang digunakan adalah perpaduan antara Jawa Kuna dan Jawa Baru, dengan Cacarakan tegak untuk Jawa Kuna dan Cacarakan miring untuk Jawa Baru. Kemungkinan besar, cetakan ini dibuat pada akhir abad ke-19, namun kolofon yang rusak menyulitkan identifikasi waktu dan penulis. Naskah ini disimpan oleh Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kisah Kamandaka: Babad Pasir Luhur dan Pencarian Jati Diri

Telusuri kisah Radén Banyak Cakra dalam Babad Pasir Luhur, sebuah naskah Jawa yang memikat. Dikenal pula sebagai Carita Kamandaka Lutung Kasarung, naskah ini mengisahkan perjalanan sang pangeran mencari pasangan hidup yang sepadan, hingga membawanya ke petualangan seru di Pasir Luhur.

Kumpulan Karangan Sunda yang Ditolak Balai Pustaka: Sebuah Antologi Naskah Kuno

Temukan khazanah sastra Sunda yang tersembunyi dalam manuskrip "Salinan-Salinan Dari Karangan Sunda". Naskah ini berisi kumpulan karya yang pernah ditolak oleh Balai Pustaka, membuka jendela ke kekayaan budaya dan pemikiran masyarakat Sunda pada awal abad ke-20. Sebuah warisan berharga yang kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Babad Cerbon: Kisah Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Telusuri kisah penyebaran agama Islam di Jawa melalui Babad Cerbon, sebuah manuskrip kuno yang menyimpan narasi perjalanan spiritual dan kekuasaan. Dari Banten hingga Pajajaran, manuskrip ini mengungkap tokoh-tokoh penting dan peristiwa bersejarah yang membentuk lanskap keagamaan di masa lampau. Temukan intrik, kebijaksanaan, dan jejak peradaban dalam setiap lembarnya.

Wawacan Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dari Pangalengan

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, tokoh gagah berani yang membantu Nabi Muhammad SAW melawan kezaliman. Manuskrip Wawacan Samaun ini ditulis dalam aksara Pegon berbahasa Sunda, menyimpan narasi heroisme dan nilai-nilai Islam. Disalin pada tahun 1932 di Pangalengan, naskah ini menjadi warisan berharga bagi khazanah sastra Sunda.

Gandasari: Kisah Pengembaraan Penuh Hikmah dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Gandasari adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang mengisahkan tentang perjalanan spiritual dan ujian kesetiaan. Kisah ini mengikuti pengembaraan dua saudara, Gandasari dan Jagatrasa, dalam mencari jati diri dan menghadapi cobaan hidup. Naskah ini menawarkan wawasan tentang nilai-nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Sunda pada abad ke-19.

Layang Sewaka dan Sejarah: Kisah Mistis dan Silsilah Keraton Cirebon

Telusuri warisan budaya Cirebon melalui manuskrip kuno "Layang Sewaka dan Sejarah". Naskah ini mengungkap pemahaman mistis tentang kehidupan manusia dan mengisahkan silsilah para sultan di Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Sebuah jendela menuju sejarah dan filosofi Jawa Cirebon di abad ke-19.

Mantra Sunda Pegon: Doa Sukses Bertani dan Berdagang dari Bandung Abad ke-19

Temukan kekuatan tradisi dan mistik Islam dalam manuskrip Mantra berbahasa Sunda ini. Berasal dari Bandung abad ke-19, naskah ini berisi jampe atau doa untuk kesuksesan dalam bertani dan berdagang. Simak bagaimana unsur-unsur lokal dan spiritualitas menyatu dalam lembaran sejarah ini.

Meramal Nasib dengan Palintangan: Warisan Naskah Sunda dari Bandung

Telusuri lembaran naskah kuno Palintangan yang mengungkap tradisi ramalan nasib dalam budaya Sunda. Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini menawarkan panduan perhitungan tradisional untuk menentukan hari baik dan buruk. Mari kita selami lebih dalam isi dan asal-usul naskah yang menarik ini.