Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Cerita Suluk

Menjelajahi Wawacan Ngaji Salira: Kisah Suluk dari Bandung Abad ke-20

Naskah Cerita Suluk ini, juga dikenal dalam teks sebagai Wawacan Ngaji Salira, adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi yang ditulis dalam aksara Pegon. Terdiri dari 50 halaman dengan 49 halaman bertuliskan tinta hitam yang masih kontras, naskah ini memaparkan ajaran tasawuf melalui kisah yang menghadirkan tokoh-tokoh simbolik. Wawacan ini terbagi dalam 7 pupuh, dimulai dengan Asmarandana dan diakhiri dengan renungan tentang perubahan nasib. Dari segi fisik, kertas naskah berwarna kekuningan namun secara umum masih dalam kondisi baik. Manuskrip ini diperkirakan berasal dari Bandung pada abad ke-20, diperoleh dari Bapak Amin di Kp. Cigugur, Desa Cibabat, Kec. Cimahi, Kab. Bandung, dan kini tersimpan di EFEO Bandung. Ukuran halaman naskah adalah 25 x 16,5 cm, dengan ukuran tulisan 18,5 x 14 cm. Naskah ini merupakan jilid 1 dari 1, menggunakan alas naskah Folio polos buatan pabrik.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Lokayanti: Kisah Cinta dan Perjuangan Islam dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Lokayanti adalah sebuah naskah kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Cacarakan. Berbentuk puisi wawacan, naskah ini mengisahkan perjuangan tokoh Islam melawan kaum kafir. Kisah cinta antara putri kafir Hadiningrat dan Repatmaja menjadi bumbu dalam peperangan mempertahankan agama.

Danumaya: Kisah Penyebaran Islam dalam Wawacan Sunda Beraksara Pegon

Telusuri kisah penyebaran agama Islam yang unik dalam manuskrip Danumaya. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, berbentuk puisi wawacan yang memikat. Simak narasi yang menggabungkan unsur pra-Islam dengan tokoh-tokoh yang menarik.

Samaun: Kisah Pahlawan Pembela Nabi dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang pembela Nabi Muhammad SAW, dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda beraksara Pegon. Manuskrip ini, yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan, mengungkap perjuangan melawan kekafiran di Mekah dan keberanian Samaun menumpas musuh-musuh Islam.

Wawacan Panji Wulung: Kisah Heroik dari Garut

Telusuri kisah kepahlawanan Panji Wulung dalam manuskrip Wawacan Panji Wulung. Naskah ini mengisahkan lika-liku kehidupannya sejak lahir di pengasingan hingga menjadi pahlawan yang disegani. Sebuah cerita tentang fitnah, keberanian, dan keadilan yang disajikan dalam bentuk puisi wawacan.

Khasiat Surat Al-Quran: Manuskrip Faedah Beberapa dari Cirebon

Temukan khasiat tersembunyi dalam surat-surat Al-Quran melalui manuskrip kuno "Faedah Beberapa". Naskah abad ke-19 dari Cirebon ini mengungkap uraian mendalam, dilengkapi pengantar berbahasa Melayu, dimulai dari surat Al-Imron. Diagram lingkaran di dalamnya memberikan perspektif unik tentang sifat muslim ideal dan konsep tarekat.

Wawacan Rara Mendut: Kisah Cinta dan Pengorbanan dari Tanah Sunda

Temukan kisah cinta yang mengharukan dan pengorbanan yang mendalam dalam manuskrip Wawacan Rara Mendut. Manuskrip ini mengisahkan perjalanan seorang putri bernama Rara Mendut dan konflik cintanya dengan Sultan Mataram. Alami keindahan bahasa Sunda kuno dan selami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Babad Pakuan: Kisah Pajajaran dalam Untaian Pupuh

Telusuri jejak sejarah Pajajaran melalui manuskrip Babad Pakuan. Naskah berbahasa Jawa ini ditulis dalam aksara Cacarakan dan berbentuk puisi wacan. Tersimpan rapi di Museum Negeri Jawa Barat “Sri Baduga” Bandung, naskah ini menawarkan gambaran mendalam tentang silsilah dan keadaan negeri Pajajaran.

Menjelajahi Tarekat: Ajaran Tasawuf Abad ke-19 dari Banjaran Bandung

Naskah kuno ini, bertajuk Tarekat, mengungkap ajaran tasawuf Islam yang berkembang di Banjaran, Bandung pada abad ke-19. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Pegon, manuskrip ini menawarkan pemahaman mendalam tentang rukun Islam melalui simbol-simbol kaligrafi dan nama-nama nabi. Simak narasi lengkapnya untuk menyelami warisan spiritual ini.