Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Catatan Mistik

Jejak Mistisisme Nusantara: Catatan dari Koleksi Snouck Hurgronje

Manuskrip berjudul "Catatan-Catatan" ini merupakan sebuah khazanah pengetahuan mistik yang memadukan unsur Arab, Sunda, dan Jawa. Isi naskah meliputi catatan mistik, pembahasan Johar Tawhid, Targuma, serta risalah mistik berbahasa Sunda dan Arab berjudul Kurratu I ’nin fi’almi ’1-tasawwuf van Zainuddin yang diselingi terjemahan berbahasa Jawa di antara barisnya. Menariknya, naskah ini dibuka dengan uraian tentang keutamaan membaca hikayat Syekh Abdul Qadir Jilani, serta catatan mengenai dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Manuskrip ini berasal dari Koleksi Snouck Hurgronje tahun 1936, berukuran 17 x 22 cm dengan tebal 123 halaman dan 11 baris per halaman. Ditulis dalam huruf Arab, naskah berbentuk prosa ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden. Naskah ini juga dibahas dalam karya Voorhoeve, Naskah-naskah Berbahasa Arab (1957), khususnya pada halaman 112 (Hidayat al-Adhkiya ’ila Tariq) dan halaman 233 (Munawwir al-Qulub fi Fath al-Ghuyub).

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Mengungkap Misteri Risalah Mistik: Sattariya, Mantra Sunda, dan Sejarah Banten

Telusuri dunia mistik Jawa dan Sunda melalui manuskrip kuno ini. Risalah ini mengungkap ajaran Sattariya, mantra-mantra sakral, dan sejarah Banten yang memikat. Temukan kearifan lokal yang tersembunyi dalam lembaran-lembaran beraksara Arab dan Jawa.

Babad Cirebon: Kisah Wali Sanga dan Gejolak Politik di Tanah Jawa

Telusuri lembaran sejarah Cirebon melalui manuskrip Babad Cirebon. Naskah ini mengungkap kisah dinasti Cirebon, para Wali Sanga, hingga intrik politik yang melibatkan Mataram dan Banten. Sebuah jendela menuju masa lalu yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Wawacan Samaun: Kisah Kepahlawanan Islam Abad ke-19 dari Ciwidey

Telusuri kisah kepahlawanan Islam abad ke-19 melalui naskah kuno Wawacan Samaun. Manuskrip berbahasa Sunda beraksara Pegon ini menyimpan riwayat tokoh Samaun, seorang pahlawan Islam yang memiliki kesaktian luar biasa sejak lahir dan membantu Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.

Menelusuri Jejak Pustaka Raja Purwa: Kisah Klasik dari Jawa

Pustaka Raja Purwa, sebuah manuskrip kuno berbahasa Jawa yang ditulis dalam aksara Cacarakan, mengajak kita menyelami kisah-kisah klasik dari masa lampau. Naskah ini terdiri dari 484 halaman prosa yang ditulis pada abad ke-19 dan kini tersimpan di Museum Negeri Jawa Barat "Sri Baduga". Mari kita ungkap lebih dalam isi dan rincian menarik dari manuskrip berharga ini.

Menjelajahi Wawacan Sunda: Kisah Patih Mada dan Buriksana dalam Manuskrip Pegon

Temukan keindahan Wawacan Sunda yang tersimpan dalam manuskrip kuno beraksara Pegon. Naskah ini, yang berasal dari abad ke-20, menyimpan kisah menarik yang melibatkan tokoh-tokoh legendaris seperti Patih Mada dan Buriksana. Mari selami lebih dalam detail dan misteri yang terkandung di dalamnya.

Surat Pengukuhan Makam: Wasiat Adipati Wiraadiningrat dari Manonjaya

Temukan salinan surat pemberitahuan dari Bupati Sukapura, W.G. Adipati Wiraadiningrat, yang ditujukan kepada penghulu Afdeling Kolot. Surat ini berisi instruksi mengenai penggunaan piagam dan surat Residen dalam pengukuhan makam. Manuskrip ini memberikan gambaran menarik tentang praktik administrasi dan keagamaan di Tasikmalaya pada akhir abad ke-19.

Menjelajahi Kumpulan Doa Abad ke-19: Warisan Spiritual dari Bandung

Telusuri khazanah spiritual abad ke-19 melalui manuskrip "Kumpulan Doa", sebuah kompilasi doa dan wirid dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Arab. Naskah ini memberikan panduan salat wajib dan sunah, mencerminkan praktik keagamaan masyarakat Bandung pada masa itu. Meskipun kondisinya tidak utuh, manuskrip ini menawarkan wawasan berharga tentang kehidupan beragama di masa lampau.

Kekuatan Doa dan Mantra: Warisan Naskah Kuno dari Bandung

Temukan khazanah spiritual dalam naskah kuno "Kumpulan Doa dan Mantra". Berisi himpunan doa-doa berbahasa Arab, Jawa, dan Sunda, serta mantra-mantra yang diyakini memiliki kekuatan magis. Naskah ini menawarkan wawasan unik tentang praktik spiritual masyarakat Bandung pada abad ke-19.