Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Kitab Tarekat

Menjelajahi Kitab Tarekat: Ajaran Tasawuf dari Leles Garut

Kitab Tarekat merupakan sebuah manuskrip yang berisi ajaran tasawuf. Naskah ini membahas berbagai aspek spiritual, termasuk proses dibangkitkannya ruh di alam kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan selama hidup (patakonan Banten), proses kejadian manusia dan alam raya, pemahaman kalimat syahadat dan rukun Islam, serta uraian tentang dzat, sifat nafsu, asma alam, dan alam makom. Terdapat pula bacaan doa dan mantra (jampe-jampe) di dalamnya. Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa menggunakan aksara Pegon, berbentuk prosa dan terdiri dari 26 halaman. Naskah ini berasal dari abad ke-20, tepatnya dari Leles, Garut, dan dahulunya milik Bapak Darma Pura-Chaeruddin dari Kp. Lempung, Desa Karangsari, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Saat ini, naskah ini disimpan di EFEO Bandung. Secara fisik, kertas naskah tampak kecoklat-coklatan dan kusam, seperti bekas terkena air karena suhu lembab, dan penjilidannya pun longgar. Meski demikian, tulisan tinta hitam masih terlihat kontras. Kondisi teks secara keseluruhan masih utuh, dimulai dengan kalimat ieu bab patakonan nabiyullah... hingga kalimat akhir ...embun-embunan mustika kagungan allah, allah pangandika.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Babad Cirebon: Kisah Raden Walangsungsang Mencari Hidayah

Telusuri jejak Raden Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi, dalam manuskrip Babad Cirebon. Naskah ini mengisahkan perjalanannya mencari hidayah dan konflik dengan ayahnya. Sebuah warisan berharga yang merekam sejarah penyebaran Islam di Jawa Barat melalui tokoh-tokoh penting seperti Syarif Hidayatullah.

Menjelajahi Waruga Jagat dan Sarsila Sayang: Kosmogoni Sunda dalam Genggaman

Temukan lembaran sejarah dan kosmologi Sunda kuno dalam manuskrip Waruga Jagat dan Sarsila Sayang. Naskah ini membawa kita dalam perjalanan spiritual dari Nabi Adam hingga ramalan Ajar dari Gunung Padang. Sebuah warisan intelektual yang tersimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden.

Menelusuri Jejak Islamisasi Jawa Barat: Narasi Babad Cirebon dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Babad Cirebon ini adalah khazanah berharga yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Jawa Barat, khususnya peran Syarif Hidayatullah. Dikemas dalam bentuk wawacan berbahasa Sunda dan beraksara Pegon, naskah ini menawarkan perspektif unik tentang sejarah dan budaya Cirebon. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Kumpulan Doa dan Mantra: Memohon Restu Nyi Pohaci untuk Kesuburan Padi

Manuskrip kuno ini mengungkap praktik spiritual masyarakat Sunda abad ke-19 dalam memelihara padi. Berisi doa-doa dan mantra yang ditujukan kepada Nyi Pohaci, dewi padi, agar tanaman terhindar dari hama dan memberikan hasil panen melimpah. Sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal.

Menelisik Kitab Shalat: Tuntunan Spiritual dari Pangalengan Abad ke-20

Temukan kebijaksanaan tersembunyi dalam Kitab Shalat, sebuah manuskrip Sunda beraksara Pegon yang berasal dari Pangalengan, Bandung. Naskah ini mengungkap hakikat shalat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, serta membahas kedudukan dzat dan nafsu dalam perjalanan spiritual manusia.

Uga Jagabaya: Menjelajahi Ramalan Masa Depan dalam Naskah Sunda Kuno

Naskah kuno Uga Jagabaya menyimpan misteri ramalan masa depan dalam balutan bahasa dan aksara Sunda. Tersembunyi di antara lembaran kertas yang mulai rapuh, teks prosa ini menawarkan pandangan tentang hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail naskah yang penuh teka-teki ini.

Kisah Cinta dan Kepahlawanan Jaka Umaran: Wawacan dari Sumedang

Wawacan Jaka Umaran mengisahkan perjalanan cinta seorang pangeran dan perebutan kembali kerajaan yang hilang. Berlatar di tanah Sunda, manuskrip ini memuat nilai-nilai kepahlawanan, kesetiaan, dan pengorbanan dalam bentuk puisi (tembang) yang indah. Sebuah warisan budaya yang kaya dari Sumedang.

Kidung Gede: Pesona Ayat-Ayat Penolak Bahaya dari Bandung

Telusuri pesona Kidung Gede, sebuah manuskrip abad ke-20 dari Bandung, yang memadukan bahasa Sunda, Jawa, dan Arab dalam aksara Pegon dan Arab. Naskah ini bukan sekadar kumpulan kata, melainkan juga petunjuk penggunaan kidung sebagai jampe penolak bahaya, dilengkapi dengan ayat-ayat suci Al-Quran yang dikenal sebagai ayat-tujuh.