Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Daud bin Utin

Wawacan Daud bin Utin: Kisah Pemuda Saleh dari Cililin

Naskah Wawacan Daud bin Utin mengisahkan kehidupan seorang pemuda bernama Daud yang tinggal bersama ibunya di Palembang setelah ayahnya meninggal. Dalam perjalanannya menunaikan ibadah haji, ia tertipu di Singapura dan kehilangan seluruh bekalnya. Karena malu untuk kembali ke kampung halaman, Daud mengembara hingga ke tanah Deli, di mana ia bertani dengan tekun, beribadah, dan beramal saleh hingga menjadi kaya raya. Akhirnya, Daud kembali menemui ibunya dan menceritakan pengalamannya. Naskah ini ditulis dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda menggunakan aksara Pegon. Terdiri dari 76 halaman, dengan ukuran sampul dan halaman 21 x 16,5 cm serta ukuran tulisan 17,5 x 15 cm. Naskah ini diperkirakan berasal dari abad ke-19, ditulis di Cililin, Bandung. Kondisi fisik naskah menunjukkan kertas yang kecoklatan, noda akibat lembab, dan bagian awal serta akhir yang hilang, meninggalkan 12 pupuh yang tidak utuh. Naskah ini berasal dari Ibu Sarimah dari Kp. Rongga, Desa Wangun, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung dan disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Suluk Paneneda: Untaian Doa dan Ajaran Tasawuf dari Cirebon Abad ke-19

Temukan ajaran etika dan moral Islam yang terkandung dalam Suluk Paneneda, sebuah manuskrip kuno dari Cirebon. Naskah ini memuat permohonan mendalam kepada Tuhan, mencerminkan hubungan antara dunia mikro dan makro. Simak lebih lanjut tentang warisan leluhur yang tersimpan di Keraton Kacirebonan ini.

Jejak Mistik Haji Mangsur: Risalah dari Pandeglang yang Mendunia

Manuskrip ini mengungkap kisah mistis Haji Mangsur, seorang ulama dari Pandeglang, Banten, melalui uraian yang ditulis oleh Murjan. Catatan ini tak hanya menyajikan ajaran mistik, tetapi juga menyingkap riwayat hidup Haji Mangsur yang penuh intrik dan perjalanan spiritual.

Menjelajahi Doa, Ramalan, dan Sasakala dalam Manuskrip Kuno

Manuskrip kuno ini membuka jendela ke dunia spiritual dan kepercayaan masyarakat Sunda di masa lampau. Di dalamnya terhimpun beragam doa dalam bahasa Arab dan Sunda, ramalan tentang gempa bumi, jampi-jampi, serta cerita-cerita sasakala yang sarat makna. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Primbon, Mantera, dan Sejarah Raja Jawa dalam Satu Genggaman

Temukan ramuan spiritualitas, kekuatan magis, dan sejarah raja-raja Jawa dalam manuskrip kuno ini. Naskah ini mengungkap warisan budaya yang kaya, menggabungkan kearifan lokal dengan catatan sejarah penting. Sebuah jendela ke masa lalu yang menawarkan pemahaman mendalam tentang tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa dan Sunda.

Menjelajahi Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara: Kisah Raja-Raja Nusantara dari Cirebon

Telusuri lembaran sejarah Nusantara melalui Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara, sebuah manuskrip kuno yang ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon. Naskah ini mengungkap kisah raja-raja yang berkuasa di berbagai kerajaan di wilayah Nusantara, membawa kita dalam perjalanan epik melintasi waktu dan tempat. Mari selami lebih dalam isi dan rincian menarik dari manuskrip ini.

Angling Sari: Kisah Pengembaraan dan Kemenangan dari Pangalengan

Telusuri kisah epik Angling Sari, seorang putra mahkota yang terpaksa hidup dalam pengembaraan akibat pengkhianatan. Berlatar di tanah Sunda, naskah ini mengisahkan perjuangan, harapan, dan akhirnya, kemenangan yang mengharukan. Simak detail manuskrip kuno ini yang menyimpan warisan budaya yang kaya.

Menjelajahi Ajaran Islam dan Silsilah dalam Manuskrip Kuningan Abad 19-20

Temukan warisan intelektual Islam yang kaya dalam manuskrip kuno dari Kuningan. Naskah ini memuat beragam ajaran, mulai dari fikih hingga silsilah penting. Mari selami lebih dalam isi dan detail fisik manuskrip yang berharga ini.

Kisah Sakti Pua-pua: Menjelajahi Wawacan Misterius dari Bandung

Temukan kisah Pua-pua Bermanasakti dalam manuskrip wawacan berbahasa Sunda yang penuh teka-teki. Naskah ini diperkirakan berasal dari awal abad ke-20 di Bandung. Meskipun kondisinya kurang baik, cerita dan sejarahnya masih bisa ditelusuri.