Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Ogin Amarsakti

Wawacan Ogin Amarsakti: Kisah Islamisasi di Tanah Sunda

Manuskrip Wawacan Ogin Amarsakti adalah sebuah karya puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini terdiri dari 238 halaman dan terbagi ke dalam 86 pupuh, dimulai dengan pupuh Dangdanggula. Ditulis di atas kertas lokal, manuskrip ini disalin oleh Kartaatmaja pada tahun 1955 di sekitar Cidamar, Sukabumi. Kondisi fisik naskah menunjukkan tanda-tanda usia, seperti kertas yang mulai menguning dan bekas percikan air, namun secara keseluruhan masih terpelihara dengan baik dan lengkap. Naskah ini berasal dari Bapak Samad, Kp. Cipancar, Desa dan; Kecamatan Cidamar, Kabupaten Bandung dan saat ini tersimpan di EFEO Bandung. Judul dalam teks dikenal sebagai Carita Ogin, sementara pada sampul tertulis Wawacan Ogin Amarsakti.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Menelusuri Jejak Syiar Islam dalam 'Wawacan Sajarah Wali': Kisah Mistik dari Cililin

Naskah kuno 'Sajarah Wali' membawa kita menyelami upaya penyebaran agama Islam melalui untaian puisi wawacan. Berasal dari Cililin, Bandung, manuskrip ini mengungkap ajaran mistik Islam yang disampaikan oleh Syekh Lemah Abang, menekankan konsep Manunggaling Kaula-Gusti. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail menarik dari naskah ini.

Kamit Birayung: Kisah Perebutan Kekuasaan di Tanah Arab dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah epik perebutan kekuasaan di negeri Arab melalui manuskrip kuno Kamit Birayung. Ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Cacarakan, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang memikat. Sayangnya, bagian awal dan akhir naskah ini hilang, meninggalkan misteri yang belum terpecahkan.

Kisah Sang Raja Majapahit dalam Dongéng Sunda

Manuskrip Dongéng Raja Majapahit membawa kita pada alur cerita yang menarik. Persaingan istri, intrik kerajaan, hingga sihir mewarnai kisah raja Majapahit. Temukan ringkasan cerita dan detail manuskrip ini lebih lanjut!

Menelusuri Jejak Kean Santang dalam Babad Godog: Kisah Wali Penyebar Islam dari Tanah Sunda

Babad Godog adalah manuskrip kuno berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini mengisahkan perjalanan Kean Santang, putra Prabu Siliwangi, dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Gandasari: Kisah Pengembaraan Penuh Hikmah dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Gandasari adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang mengisahkan tentang perjalanan spiritual dan ujian kesetiaan. Kisah ini mengikuti pengembaraan dua saudara, Gandasari dan Jagatrasa, dalam mencari jati diri dan menghadapi cobaan hidup. Naskah ini menawarkan wawasan tentang nilai-nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Sunda pada abad ke-19.

Suluk Gandasari: Kisah Tasawuf dalam Wawacan Sunda

Telusuri kearifan lokal Sunda melalui Suluk Gandasari, sebuah manuskrip puisi wawacan yang memuat ajaran tasawuf. Naskah ini menghadirkan dialog berbingkai antara Ki Ganda dan Ki Sari, dua saudara yang membahas hakikat hidup, kehidupan dunia-akhirat, hingga konsep ketauhidan.

Jejak Peristiwa di Istana Faqih Najmuddin: Catatan Hakim Agung Banten Abad ke-18

Manuskrip ini mengungkap catatan detail peristiwa di istana Faqih Najmuddin, hakim agung Kesultanan Banten pada pertengahan abad ke-18. Dalam format buku catatan, naskah ini merekam berbagai kejadian penting dengan cermat. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Bermana Sakti: Kisah Kepahlawanan dari Tanah Sunda

Manuskrip Wawacan Bermana Sakti membawa kita ke dalam kisah kepahlawanan seorang tokoh bernama Bermana Sakti. Ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang terdiri dari 90 halaman. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.