Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Carita Parahiyangan

Menelusuri Jejak Sejarah Pasundan: Kisah dalam Carita Parahiyangan

Carita Parahiyangan adalah sebuah naskah prosa berbahasa Sunda Kuna yang menceritakan silsilah raja-raja dan pemerintahan mereka di berbagai daerah Pasundan, hingga mencapai Pakuan Pajajaran. Naskah ini diawali dengan tulisan aksara Sunda Kuna beserta lambang fonetiknya, diikuti oleh dua artikel berjudul Sanghiang Pustaka (yang isinya serupa dengan naskah SD. 96) dan sebuah artikel tanpa judul. Manuskrip ini merupakan bagian dari Koleksi C.M. Pleyte, tersimpan dalam Peti 121. Berukuran 34 x 21,5 cm dengan tebal 108 halaman, setiap halamannya berisi 37 hingga 40 baris tulisan Latin. Diduga merupakan salinan atau bersumber dari naskah lontar Kropak No. 406, Carita Parahiyangan saat ini berada di Museum Negeri Jakarta.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Kisah Heroik Perang Lahad: Pertempuran Dahsyat di Tanah Sunda

Manuskrip Perang Lahad dalam bahasa Sunda ini mengisahkan pertempuran epik antara pasukan Muslim melawan pasukan kafir yang dipimpin oleh Raja Lahad dan Raja Jenggi. Pertempuran sengit ini menjadi latar gugurnya Amir Hamzah, sebelum akhirnya kemenangan berpihak kepada pasukan Muslim di bawah komando Syaidina Ali. Naskah ini menjadi saksi bisu kekayaan khazanah sastra Sunda.

Samaun: Kisah Pahlawan Islam dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang tokoh Islam yang berjasa besar dalam membantu Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam. Naskah kuno ini tersimpan dalam bentuk wawacan berbahasa Sunda, ditulis dengan aksara Pegon. Mari kita selami lebih dalam tentang isi dan detail fisik naskah ini.

Nagarakretabhumi: Kisah Raja-Raja Parahiyangan dan Cirebon

Manuskrip Nagarakretabhumi (Parwa I, Sargah 2) menguak sejarah raja-raja yang berkuasa di Parahiyangan (Galuh dan Sunda) serta Cirebon. Naskah ini menuturkan peristiwa penting seperti wafatnya Prabhu Maharaja Linggabhuwanawisesa di Bubat dan masa kejayaan Sang Mahaprabhu Niskala Wastukencana. Selain itu, dikisahkan pula tentang raja-raja Muslim Cirebon dan penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Mengenal Tasawuf: Syair Jawa Pegon Abad ke-19 dari Cirebon

Temukan warisan intelektual Islam Jawa melalui manuskrip kuno "Tasawuf (Aqoid/Tauhid)". Naskah berbahasa Jawa beraksara Pegon ini mengungkap ajaran tasawuf mendalam. Manuskrip ini menawarkan perspektif unik tentang spiritualitas Islam yang berkembang di Cirebon pada abad ke-19.

Mengenal Tarekat Tauhid: Manuskrip Abad ke-18 dari Cirebon

Telusuri kedalaman spiritualitas Islam melalui manuskrip kuno "Tarekat (Tauhid)". Naskah ini, ditulis dalam bahasa Arab dan Jawa, mengungkap pemahaman mendalam tentang tauhid, tafsir ayat, dan konsep keislaman. Disimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon, manuskrip ini menawarkan wawasan unik tentang Tarekat Syatariyah dan Martabat Tujuh.

Menjelajahi Doa, Ramalan, dan Sasakala dalam Manuskrip Kuno

Manuskrip kuno ini membuka jendela ke dunia spiritual dan kepercayaan masyarakat Sunda di masa lampau. Di dalamnya terhimpun beragam doa dalam bahasa Arab dan Sunda, ramalan tentang gempa bumi, jampi-jampi, serta cerita-cerita sasakala yang sarat makna. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Suluk Panji: Kisah Mistik Islam dalam Balutan Budaya Sunda

Temukan ajaran mistik Islam yang tersembunyi dalam manuskrip Suluk Panji. Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini mengungkap konsep manunggaling kaula gusti 'Allah adalah aku' melalui kisah suluk pewayangan. Manuskrip ini menawarkan pemahaman mendalam tentang sareat, tarekat, hakekat, dan marifat.

Babad Ratu Galuh: Kisah Cinta Terlarang dan Pertarungan Takdir di Tanah Jawa

Manuskrip Babad Ratu Galuh dalam bahasa Jawa ini mengisahkan kisah cinta yang rumit, pertarungan takdir, dan intrik kerajaan di masa lalu. Ditulis dalam bentuk puisi tembang pada lontar, naskah ini menyimpan cerita menarik tentang Ratu Galuh, putranya Hariangbang, dan tokoh-tokoh penuh warna lainnya. Siapkah Anda menyelami kisah epik ini?