Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Carita Nikah

Menelusuri Kisah Agung Pernikahan Nabi dalam Manuskrip "Carita Kanjeng Nabi Nikah"

Manuskrip "Carita Kanjeng Nabi Nikah" adalah sebuah karya sastra berbentuk puisi wawacan yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, terutama pernikahannya dengan Siti Hadijah dan perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, terdiri dari 224 halaman, dan terbagi dalam 35 pupuh yang diawali dengan pupuh Asmarandana. Naskah ini tersimpan di EFEO Bandung.

Manuskrip ini memiliki ukuran sampul 27,5 x 20,5 cm dengan ukuran tulisan 23,5 x 15 cm. Ditulis dengan tinta hitam yang agak pekat, meskipun sebagian tulisan kurang jelas karena rembesan tinta. Naskah ini dikarang oleh Sekh Nurhapi dari Sukaraja pada tahun 1309 H (1819 M) dan disalin oleh Rd. Natawidjaja di Garut pada tahun 1334 H (1916 M). Naskah ini berasal dari Bapak R. Toha dari Cianjur.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kisah Raja Saul dan Raja Daud: Wawacan Abad ke-19 dalam Aksara Pegon

Telusuri kisah epik Raja Saul dan Raja Daud dalam manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda dari abad ke-19. Ditulis dalam aksara Pegon, naskah ini mengisahkan pergantian kepemimpinan di Bani Israil dan konflik antara dua tokoh besar tersebut. Temukan detail menarik tentang asal-usul naskah dan penulisnya.

Menelusuri Jejak Sejarah Cirebon dalam Untaian Wawacan

Kisah epik Babad Cirebon hadir dalam bentuk puisi wawacan yang memikat. Manuskrip ini mengisahkan perjalanan Raden Walangsungsang dan Raden Warasantang, putra Prabu Siliwangi, dalam mencari ilmu agama Islam. Hingga berdirinya kekuasaan Islam di Cirebon oleh Syarif Hidayat atau Sunan Gunung Jati.

Suluk Cirebon: Untaian Mistik dari Arya Bratadiwijaya

Temukan kedalaman spiritualitas dalam Suluk Cirebon, sebuah manuskrip kuno yang berisi puisi dan kidung mistik. Naskah ini menyimpan 41 buah suluk yang kaya akan makna, beberapa di antaranya dikaitkan dengan Sultan Adiwijaya dari Cirebon dan penghulu Abdul Kahar. Sebuah warisan berharga yang menanti untuk diungkap.

Menelusuri Jejak Sejarah Babad Galuh: Kisah Kerajaan Sunda di Cirebon

Manuskrip Babad Galuh, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap narasi sejarah kerajaan Sunda. Berpusat pada tokoh Ciungwanara dan Aryang Banga, naskah ini memberikan wawasan tentang pembagian wilayah kerajaan dan dinamika kekuasaan di masa lalu. Temukan lebih dalam mengenai asal-usul dan kondisi fisik naskah kuno ini.

Menelisik Hukum dan Kehidupan di Medang Kamulan dalam Manuskrip Kuno

Jelajahi kehidupan masyarakat dan sistem hukum di Kerajaan Medang Kamulan melalui manuskrip kuno "Hukum di Medang Kamulan". Naskah ini mengungkap detail menarik tentang denda bagi pelanggar ketertiban, kehidupan perekonomian yang berpusat pada sawah, pasar, dan ternak, serta peran penting para menteri kerajaan.

Rangga Wulung: Kisah Pangeran yang Terbuang dan Perebutan Takhta

Telusuri kisah epik Rangga Wulung, pangeran yang terpisah dari keluarganya sejak lahir dan dibesarkan di hutan. Nasib membawanya kembali untuk merebut takhta yang dirampas oleh siluman jahat. Akankah kebenaran dan keadilan menang?

Mantra Tani: Warisan Leluhur untuk Kesuburan Bumi

Telusuri kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga kesuburan padi melalui manuskrip Mantra Tani. Naskah kuno ini mengungkap ritual dan doa yang dipraktikkan untuk melindungi tanaman dari hama dan meningkatkan hasil panen. Mari kita selami lebih dalam isi dan sejarah naskah berharga ini.

Mengungkap Kearifan Lokal: Kitab Pangaosan Cianjur, Harmoni Sunda dan Arab

Telusuri warisan budaya Cianjur melalui manuskrip Kitab Pangaosan Cianjur, sebuah karya sastra yang memadukan keindahan bahasa Sunda dan kedalaman bahasa Arab. Naskah ini mengungkap konsep dan pandangan hidup masyarakat Cianjur yang tercermin dalam tiga aspek utama: mamaos, maen-po, dan ngaos.