Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Welang Sungsang

Welang Sungsang: Kisah Masuknya Islam di Jawa dan Peran Cirebon

Naskah Welang Sungsang menceritakan tentang masuknya Islam di Jawa, dengan fokus pada wilayah Cirebon dan Gunung Jati. Tokoh utamanya, Welang Sungsang, adalah seorang putra raja Pajajaran yang kemudian memeluk Islam. Di Mekah, ia diberi nama Cakra Buwana dan diangkat menjadi wali di Gunung Jati. Cerita juga mengisahkan Rara Santang, saudara perempuan Welang Sungsang, yang menikah dengan seorang raja Mesir (atau Banisra'il). Putra mereka, Sarip Hidayat, kemudian kembali ke Jawa untuk menyebarkan agama Islam, dengan menghormati kesucian wali Gunung Jati.

Manuskrip ini merupakan bagian dari Koleksi Hazeu, tercatat untuk Dr. Hazeu oleh Mas Wukir pada tahun 1908, dan baru masuk koleksi pada tahun 1931. Naskah ini memiliki ukuran 14,5 x 22 cm (ukuran halaman) dan 11 x 18 cm (ukuran teks), dengan tebal 64 halaman dan 21 baris per halaman. Ditulis dalam aksara dan bahasa Jawa, naskah ini berbentuk puisi. Meskipun isinya menarik, gaya bahasanya dinilai kurang baik, dengan banyak ditemukan idiom bahasa Jawa Cirebon. Saat ini, naskah ini disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Menjelajahi Naskah Kuno: Pancendriya dan Umdatul Ansab dari Jawa Barat

Temukan keindahan warisan intelektual Jawa Barat melalui naskah kuno 'Pancendriya dan Umdatul Ansab'. Naskah ini menawarkan kombinasi unik antara puisi alegoris, ajaran agama, dan catatan sejarah. Mari selami lebih dalam isi dan detail metadata yang mengungkap kekayaan budaya masa lalu.

Umarmaya: Kisah Pahlawan Islam dari Ayaban dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Umarmaya, seorang pahlawan yang berperan penting dalam penyebaran Islam di negeri Ayaban. Naskah kuno ini, ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, menyimpan cerita kepahlawanan di bawah kepemimpinan Raja Amir Hamzah.

Menelusuri Jejak Hukum dan Sejarah dalam Manuskrip Medang Kamulan, Purwacarita, dan Papakem Silakantara

Sebuah manuskrip kuno berukuran saku menyimpan pengetahuan berharga tentang hukum kerajaan, cerita masa lalu, dan silsilah keluarga. Mari kita menyelami isi naskah Medang Kamulan, Purwacarita, dan Papakem Silakantara yang ditulis dalam huruf Jawa-Sunda ini, untuk mengungkap kearifan lokal dan sejarah yang tersembunyi di dalamnya.

Samaun: Kisah Kepahlawanan Islam dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, tokoh sentral dalam menyebarkan ajaran Islam di Mekah dan sekitarnya. Manuskrip ini mengisahkan perjuangan Samaun dengan kesaktian luar biasa, melawan musuh-musuh Islam seperti Abu Jahal dan Raja Kobti. Temukan detail menarik dari naskah kuno ini.

Tuntunan Tahlil: Doa Arwah dalam Balutan Aksara Pegon

Temukan manuskrip kuno berisi tuntunan tahlil dalam bahasa Sunda dan Arab, ditulis dengan aksara Pegon. Naskah ini mengungkap praktik mendoakan arwah agar diampuni dosanya, dilengkapi dengan penjelasan pertanda gempa bumi berdasarkan kalender Hijriyah.

Kumpulan Doa: Warisan Naskah Sunda tentang Fiqih dan Amalan

Telusuri khazanah naskah kuno 'Kumpulan Doa', sebuah warisan berharga yang memadukan bahasa Arab dan Sunda dalam aksara Pegon. Naskah ini memuat ajaran agama Islam terkait Fiqih, tuntunan doa, hingga amalan sehari-hari. Mari kita ungkap lebih dalam isi dan rincian menarik dari manuskrip ini.

Menelusuri Jejak Sahadat Fatimah: Manuskrip Sunda-Jawa dari Cidaun

Temukan pesona manuskrip kuno Sahadat Fatimah, secarik kisah tentang Siti Fatimah, putri Nabi Muhammad. Naskah berbahasa Sunda-Jawa ini ditulis dalam aksara Pegon dan ditemukan di Cidaun, Cianjur. Mari kita selami lebih dalam isi dan sejarah manuskrip ini.

Wawacan Mangkunagara: Kisah Cinta Terlarang di Tanah Jawa

Manuskrip Wawacan Mangkunagara mengisahkan cinta segitiga yang rumit di kalangan bangsawan Jawa. Radén Panji Krenengpati harus menghadiri pernikahan kekasihnya sendiri, memicu intrik dan huru-hara. Warisan budaya ini menawarkan jendela ke dalam adat, percintaan, dan konflik di masa lalu.