Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Cahyana Mataram

Menelusuri Jejak Cahyana dan Sejarah Mataram: Catatan dari Masa Lalu

Manuskrip ini terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama (hal. 1-12) menyinggung Pangeran Atas Angin dari Mekah, Senapati Amengku Jagat, Pangeran Cahyana, Tunggul Wulung, atulis wanara putih Gajah, Brebes, makam Pangeran Dana Raja, makam ratu Jambu Karang, dan Pangeran Kayu Putih. Terdapat pula catatan mantera, mistik, dan informasi tentang empat daerah di Purbalingga, Sukaraja, Banyumas dan Purwokerto. Bagian kedua (hal. 12-26) mengisahkan dasar kraton Cahyana Supit Urang oleh Sunan Atas Angin dan silsilahnya. Ditulis dalam huruf Arab dan Jawa berbentuk prosa, manuskrip ini terdiri dari 26 halaman dengan 12 baris per halaman dan berukuran 17 x 21 cm dan 12 x 15 cm. Naskah ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Paras Adam: Kisah Tasawuf dalam Syair Sunda

Manuskrip Wawacan Paras Adam adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang berisi uraian ajaran tasawuf. Naskah ini membahas konsep-konsep penting seperti syariat, tarekat, hakikat, makrifat, dan lainnya melalui simbol-simbol tertentu. Mari kita selami lebih dalam mengenai naskah ini.

Kisah Sayid Saman: Wawacan Penuh Hikmah dari Ciwidey

Telusuri kisah epik Sayid Saman dan Sayid Ira dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda aksara Pegon. Wawacan ini mengisahkan perjalanan penuh liku dua putra raja yang terkena tenung, pengembaraan mencari jati diri, hingga perebutan tahta yang penuh intrik. Naskah ini menawarkan wawasan budaya dan sastra Sunda masa lampau.

Menjelajahi Pustaka Dwipantara: Warisan Naskah Cirebon yang Memukau

Telusuri lembaran sejarah yang terukir dalam Pustaka Dwipantara, sebuah manuskrip kuno berbahasa Jawa Cirebon yang memuat kisah raja-raja Wilwatika hingga Kesultanan Demak. Naskah ini merupakan bagian ke-5 dari 10 seri Pustaka Dwipantara yang ditulis pada tahun 1675 di Cirebon. Mari kita ungkap lebih dalam pesona warisan budaya ini.

Menjelajahi Doa, Ramalan, dan Sasakala dalam Manuskrip Kuno

Manuskrip kuno ini membuka jendela ke dunia spiritual dan kepercayaan masyarakat Sunda di masa lampau. Di dalamnya terhimpun beragam doa dalam bahasa Arab dan Sunda, ramalan tentang gempa bumi, jampi-jampi, serta cerita-cerita sasakala yang sarat makna. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Nabi Paras: Kisah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad Saw

Telusuri kisah inspiratif perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip kuno "Wawacan Nabi Paras". Naskah berbahasa Sunda beraksara Pegon ini mengungkap momen-momen penting dalam kehidupan Nabi, termasuk kunjungan Malaikat Jibril dan wasiat terakhir beliau. Mari kita selami kearifan lokal melalui karya sastra klasik ini.

Elmu Hakekat Kabatinan: Mengungkap Tasawuf dalam Manuskrip Sunda Abad ke-19

Telusuri ajaran tasawuf yang terkandung dalam manuskrip Sunda berjudul "Elmu Hakekat Kabatinan". Naskah abad ke-19 ini menguraikan pemahaman tentang hakekat ketuhanan dan Nur Muhammad, dikaitkan dengan unsur-unsur tubuh manusia berdasarkan rukun Islam dan rukun Iman.

Ningrum Kusumah-Suryaningrat: Kisah Cinta dan Kekuasaan dari Sumedang

Manuskrip ini mengisahkan perjalanan hidup Suryaningrat, pewaris tahta Kerajaan Banurungsit, dan istrinya, Ningrum Kusumah. Konflik kekuasaan, pengkhianatan, dan pengembaraan mewarnai kisah mereka hingga akhirnya Suryaningrat berhasil meraih kejayaan di negeri Erum dan menyebarkan agama Islam.

Nasihat Bijak dan Kisah Para Nabi dalam Manuskrip Panendriya dan Anbiya

Temukan kebijaksanaan kuno dan kisah para nabi dalam manuskrip Panendriya dan Anbiya. Naskah ini mengungkap nasihat alegoris dan sejarah nabi Adam hingga Muhammad. Kekayaan bahasa dan budaya Jawa, Sunda, Arab, dan Betawi terjalin dalam untaian puisi yang memikat.