Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Suryaningrat

Wawacan Suryaningrat: Kisah Heroik dari Banjaran Bandung

Wawacan Suryaningrat membawa kita ke medan pertempuran antara penguasa bawahan di negeri Erum yang dipimpin oleh Raja Madayin, Patih Suminta, dan Patih Buriksana, melawan pasukan dari negeri Tanjungbiru di bawah komando Patih Berbaham. Cerita kemudian berpusat pada Raja Madayin Suryakanta dan Jaka Umbara yang berkuasa di Buldansah. Manuskrip ini merupakan bagian dari seri Wawacan Suryaningrat, namun sayangnya, beberapa bagiannya hilang atau rusak, dan akhir ceritanya pun terasa menggantung. Naskah setebal 144 halaman ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, berbentuk puisi wawacan. Ditulis dengan tinta hitam yang masih jelas terbaca pada kertas yang kekuningan. Naskah ini diperkirakan berasal dari abad ke-20, disalin di Banjaran, Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Suwandi Natasasmita yang beralamat di Kp. Palasari, Desa Cikalong, Kec. Banjaran, Kab. Bandung, dan saat ini disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Jaka Bayawak: Kisah Putra Raja Majapahit yang Menjelma Buaya

Manuskrip ini mengisahkan tentang penyebaran agama Islam di Nusantara, khususnya di Majapahit. Tokoh utamanya adalah seorang putra raja yang ditakdirkan berwujud buaya bernama Jaka Bayawak. Namun, di balik wujudnya, ia adalah seorang yang sakti dengan kemampuan menyamar.

Wawacan Umar Basah: Kisah Cinta dan Pengkhianatan dari Bandung

Manuskrip Wawacan Umar Basah, ditulis dalam aksara Pegon berbahasa Sunda, mengisahkan lika-liku kehidupan Umar Basah. Dari menyembuhkan putri raja hingga menghadapi pengkhianatan, naskah ini menawarkan gambaran menarik tentang nilai-nilai dan budaya masyarakat Sunda. Mari selami kisah lengkapnya!

Mengenal Tarekat Haqmaliyah: Syair Mistis dari Ciwidey Abad ke-19

Telusuri ajaran tasawuf Tarekat Haqmaliyah yang tertuang dalam manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda dan Arab. Naskah ini membahas eksistensi Allah, sifat Nur Muhammad, dan tahapan syariat, hakekat, tarekat, serta marifat melalui simbol-simbol mistik. Sebuah warisan berharga dari Kiai Muhamad Yusuf di Ciwidey, Bandung.

Menjelajahi Kumpulan Doa Abad ke-19: Warisan Spiritual dari Bandung

Telusuri khazanah spiritual abad ke-19 melalui manuskrip "Kumpulan Doa", sebuah kompilasi doa dan wirid dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Arab. Naskah ini memberikan panduan salat wajib dan sunah, mencerminkan praktik keagamaan masyarakat Bandung pada masa itu. Meskipun kondisinya tidak utuh, manuskrip ini menawarkan wawasan berharga tentang kehidupan beragama di masa lampau.

Menelusuri Jejak Pustaka Raja Purwa dan Serat Mintaraga: Warisan Naskah Kuno dari Cirebon

Naskah kuno Pustaka Raja Purwa dan Serat Mintaraga membawa kita dalam perjalanan waktu ke masa lampau Pulau Jawa. Ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, naskah ini mengungkap kisah-kisah mitologis dan sejarah yang kaya. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Menjelajahi Pelajaran Agama Islam: Naskah Tarekat dari Garut

Temukan intisari ajaran Islam dalam manuskrip kuno "Pelajaran Agama Islam". Naskah ini membahas mendalam tentang tasawuf, meliputi syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Simak uraian tentang makrifat bismillah, shalat sejati, doa Fatimah, hingga ilmu hakikat Allah yang diamalkan oleh para nabi, sahabat, wali, ulama, dan kaum muslimin.

Menjelajahi Pustaka Dwipantara: Kisah dari Cirebon Abad ke-17

Pustaka Dwipantara, sebuah manuskrip kuno dari Cirebon, membuka lembaran sejarah dan budaya Jawa Barat. Naskah ini, yang merupakan bagian ke-8 dari sepuluh seri, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail fisik dari warisan berharga ini.

Menelusuri Akar: Kisah Silsilah Keluarga Sunda dalam Manuskrip Kuno

Manuskrip "Silsilah Keluarga Sunda" membuka tabir sejarah dan hubungan kekerabatan masyarakat Sunda. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Melayu, naskah ini memuat informasi penting tentang silsilah keluarga di berbagai wilayah, termasuk Bandung, Mataram, dan Cirebon. Simak penelusuran mendalam tentang warisan budaya Sunda yang terkandung dalam manuskrip ini.