Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Pustaka Rajya-Rajya

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara dalam Pustaka Rajya-Rajya

Manuskrip Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara merupakan bagian dari seri ke-5 jilid III yang terdiri dari lima jilid. Naskah ini berisi riwayat kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara. Ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon menggunakan aksara Cacarakan. Manuskrip ini memiliki total 161 halaman yang terbuat dari bahan dluwang, dengan ukuran sampul 35,5 x 27,5 cm dan ukuran halaman yang sama. Ukuran tulisannya adalah 35,5 x 22,5 cm. Naskah ini dijilid dengan kertas tradisional dan sampul karton tebal terbungkus kain belacu. Terdapat 137 halaman yang ditulis dan 1 halaman kosong. Penomoran halaman menggunakan angka Cacarakan dari 1 hingga 135, ditambah halaman awal dan akhir yang tidak bernomor serta satu halaman dengan nomor ganda (132). Penomoran halaman terletak di margin atas tengah. Tinta yang digunakan adalah tinta hitam, dan tulisan umumnya masih terbaca kecuali pada halaman 1. Kondisi fisik naskah umumnya masih baik dan terawat, meskipun kertasnya sudah kusam dan berwarna kecoklatan. Penjilidan agak ketat sehingga halaman melenting ketika dibuka. Manuskrip ini dikarang oleh Pangeran Wangsasakerta dkk. atas prakarsa Sultan-sultan Cirebon pada tahun 1682 di Cirebon. Naskah ini berasal dari Cirebon dan saat ini disimpan di Museum Negeri Jawa Barat “Sri Baduga” Bandung. Setiap lembar halaman teks diberi garis pinggir ganda di kiri-kanan, atas-bawah. Waktu penyelesaian penulisan naskah ini adalah pada tahun 1682 Masehi.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Banjaran Bandung

Temukan keindahan spiritualitas dalam manuskrip kuno "Kumpulan Doa dan Mantra". Naskah ini menghimpun doa-doa penting seperti doa Syekh Abdul Qadir Jaelani, marhaban, dan ayat-ayat Al-Quran pilihan. Lebih dari sekadar doa, naskah ini juga menyimpan mantra-mantra tradisional yang kaya akan makna.

Kisah Agung Syekh Abdul Qadir Jaelani: Manuskrip Sunda-Jawa Abad ke-20

Telusuri jejak kehidupan Syekh Abdul Qadir Jaelani melalui manuskrip kuno berbahasa Sunda-Jawa. Naskah ini mengungkap kisah seorang tokoh sufi yang sangat dihormati, pemimpin para wali dengan ilmu dan kesaktian luar biasa. Simak narasi lengkapnya yang tersimpan di Museum Prabu Geus Ulun Sumedang.

Menjelajahi Tarekat: Ajaran Tatakrama Keislaman Abad ke-19 dari Sumedang

Telusuri ajaran tasawuf abad ke-19 melalui manuskrip "Tarekat", sebuah naskah yang membahas tatakrama keislaman dengan fokus pada pendalaman rukun Islam melalui pemahaman kalimat syahadat. Naskah ini menguraikan konsep syareat, tarekat, hakekat, dan marifat dalam pencarian "insan kamil", menekankan pentingnya dzikir setelah shalat fardu. Temukan warisan intelektual Kiyangroke, Sumedang, yang kini tersimpan di EFEO Bandung.

Menjelajahi Ajaran Islam dan Silsilah dalam Manuskrip Kuningan Abad 19-20

Temukan warisan intelektual Islam yang kaya dalam manuskrip kuno dari Kuningan. Naskah ini memuat beragam ajaran, mulai dari fikih hingga silsilah penting. Mari selami lebih dalam isi dan detail fisik manuskrip yang berharga ini.

Wawacan Pua-Pua Berman Sakti: Kisah Islamisasi di Tanah Sunda

Telusuri jejak sejarah dan spiritualitas Islam di Jawa Barat melalui Wawacan Pua-Pua Berman Sakti. Manuskrip kuno ini mengungkap kisah penyebaran agama Islam dengan sentuhan lokal, memadukan tokoh-tokoh pra-Islam ke dalam narasi perkembangan agama. Sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai dan kearifan lokal.

Babad Gebang: Kisah Islamisasi Cirebon dalam Wawacan Sunda

Telusuri jejak penyebaran agama Islam di Jawa Barat melalui manuskrip Babad Gebang. Ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, naskah ini mengisahkan konflik kekuasaan di Cirebon pada masa lalu. Simak narasi lengkapnya untuk memahami lebih dalam tentang sejarah dan budaya Islam di Tatar Sunda.

Kisah Nabi Muhammad dalam 'Nabi Paras': Wawacan Sunda Abad ke-19 dari Bandung

Temukan potongan kisah menarik tentang Nabi Muhammad SAW dalam manuskrip 'Nabi Paras'. Dalam wawacan berbahasa Sunda ini, dikisahkan momen ketika Nabi Muhammad SAW rambutnya dipotong oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah, dan kemudian dihadiahi kopeah. Manuskrip ini memberikan secuil gambaran budaya dan religiusitas masyarakat Sunda pada abad ke-19.

Menelusuri Jejak Leluhur Sumedang dalam Babad: Kisah Para Bangsawan dan Peristiwa Penting

Babad Sumedang adalah khazanah pengetahuan yang mengisahkan perjalanan panjang para leluhur bangsawan Sumedang. Naskah ini membuka tabir sejarah, mulai dari Prabu Siliwangi hingga masa pemerintahan Pangeran Sugih pada tahun 1920. Mari selami lebih dalam inti cerita dan detail menarik yang terkandung di dalamnya.