Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Rangga Wulung

Rangga Wulung: Kisah Putra Raja Umbara dalam Wawacan Sunda

Manuskrip "Rangga Wulung" adalah sebuah naskah kuno berbahasa Sunda yang ditulis menggunakan aksara Pegon. Naskah ini berbentuk puisi wawacan dan terdiri dari 169 halaman. Kisah dalam naskah ini merupakan seri lanjutan atau episode dari Wawacan Suryakanta. Secara garis besar, teks ini berkisah tentang kehidupan Raden Rangga Wulung, putra Raja Umbara di Negeri Buldansah. Naskah ini ditulis di atas kertas Eropa dengan cap Lion in Medallion dan countermark VDL. Kondisi fisik kertas tampak kekuning-kuningan, tetapi umumnya masih utuh. Penyalin naskah ini adalah Lebe, seorang naib pada abad ke-20, di Lebak Biru Desa Ciheulang, Kec./Kewadanan Cipare, Kabupaten Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Pia, Desa Pagaden, Kec. Pagaden, Kab. Subang, dan kini disimpan di EFEO Bandung. Sayangnya, lembar pertama naskah hilang, sehingga teks dimulai pada halaman 2. Teks ini terdiri atas 46 pupuh. Meskipun demikian, secara umum teks masih lengkap dan berakhir dengan permohonan maaf dari penulis.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Sumpena: Kisah Heroik Raden dari Tanah Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Raden Sumpena dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah ini mengisahkan perjalanan hidupnya, mulai dari bayi yang ditemukan hanyut hingga menjadi raja yang adil dan berani. Simak ringkasan cerita dan detail menarik dari manuskrip berusia abad ke-19 ini.

Suluk Cirebon: Untaian Mistik dari Arya Bratadiwijaya

Temukan kedalaman spiritualitas dalam Suluk Cirebon, sebuah manuskrip kuno yang berisi puisi dan kidung mistik. Naskah ini menyimpan 41 buah suluk yang kaya akan makna, beberapa di antaranya dikaitkan dengan Sultan Adiwijaya dari Cirebon dan penghulu Abdul Kahar. Sebuah warisan berharga yang menanti untuk diungkap.

Wawacan Talaga Manggung: Kisah Islamisasi di Majalengka

Naskah kuno Wawacan Talaga Manggung menyimpan kisah menarik tentang proses islamisasi Kerajaan Hindu-Budha Talaga akibat pengaruh dari Cirebon. Manuskrip ini menceritakan intrik perebutan kekuasaan, pengkhianatan, hingga legenda yang menyelimuti asal-usul penguasa di berbagai daerah. Sebuah catatan sejarah dan budaya yang berharga.

Babad Ratu Galuh: Kisah Cinta Terlarang dan Pertarungan Takdir di Tanah Jawa

Manuskrip Babad Ratu Galuh dalam bahasa Jawa ini mengisahkan kisah cinta yang rumit, pertarungan takdir, dan intrik kerajaan di masa lalu. Ditulis dalam bentuk puisi tembang pada lontar, naskah ini menyimpan cerita menarik tentang Ratu Galuh, putranya Hariangbang, dan tokoh-tokoh penuh warna lainnya. Siapkah Anda menyelami kisah epik ini?

Kisah Kamandaka: Babad Pasir Luhur dan Pencarian Jati Diri

Telusuri kisah Radén Banyak Cakra dalam Babad Pasir Luhur, sebuah naskah Jawa yang memikat. Dikenal pula sebagai Carita Kamandaka Lutung Kasarung, naskah ini mengisahkan perjalanan sang pangeran mencari pasangan hidup yang sepadan, hingga membawanya ke petualangan seru di Pasir Luhur.

Sumpena: Kisah Raden Sumpena dari Sungai Geresik Malaya

Telusuri kisah Raden Sumpena dalam manuskrip Sumpena, sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan. Naskah ini mengisahkan perjalanan hidup seorang anak raja yang ditemukan hanyut di sungai dan dibesarkan oleh kakek-nenek angkat. Ikuti petualangannya hingga menjadi raja yang bijaksana.

Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Banjaran Bandung

Temukan keindahan spiritualitas dalam manuskrip kuno "Kumpulan Doa dan Mantra". Naskah ini menghimpun doa-doa penting seperti doa Syekh Abdul Qadir Jaelani, marhaban, dan ayat-ayat Al-Quran pilihan. Lebih dari sekadar doa, naskah ini juga menyimpan mantra-mantra tradisional yang kaya akan makna.

Primbon: Ramalan, Jimat, dan Doa dari Pasar Loak Bandung

Temukan Primbon kuno yang sarat dengan ramalan nasib, jimat, doa-doa, dan mantra. Naskah ini menawarkan wawasan unik ke dalam kepercayaan dan praktik spiritual masyarakat Sunda, Jawa, dan Melayu pada akhir abad ke-19. Didapatkan dari pasar loak Suniaraja, Bandung, Primbon ini menyimpan cerita dan kearifan masa lalu.