Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Patarekan

Patarekan: Intisari Ajaran Islam dan Tarekat dari Cirebon Abad ke-18

Manuskrip Patarekan berisi pembahasan mendalam mengenai ajaran agama Islam, khususnya mengenai tarekat, berdasarkan kebiasaan Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus. Naskah ini juga membahas topik-topik penting lainnya seperti Cerita Nabiyullah, konsep Jabariyah dan Qodariyah, jenis-jenis nafsu, serta makom-makom Martabat Tujuh. Manuskrip ini memiliki 112 halaman yang terbuat dari dluwang dengan ukuran 21,5 x 15 cm. Naskah ini diperkirakan ditulis pada abad ke-18 oleh Kiyai Luwung Salawe di Wanakerta, sebagaimana tertulis di bagian awal teks. Judul naskah juga dikenal sebagai Kitab Dzikir Sunan Kalijaga. Saat ini, naskah Patarekan tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Secara fisik, kondisi naskah masih cukup baik meskipun kertasnya sudah kusam dan terdapat beberapa noda serta robekan di bagian pinggir.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Sumpena: Kisah Transisi Budaya di Tanah Sunda

Telusuri kisah epik Raden Kanagan dan Raden Sumpena dalam manuskrip Wawacan Sumpena. Putra Ratna Ningsih ini menghadapi berbagai rintangan, pertempuran, dan perebutan putri Nyi Sekar Arum. Naskah ini menggambarkan masa transisi budaya dari Hindu ke Islam di tanah Sunda.

Parukunan: Tuntunan Shalat Fardu Beraksara Pegon dari Banjaran

Temukan manuskrip kuno Parukunan, sebuah panduan shalat fardu berbahasa Sunda dan Arab yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini menawarkan wawasan tentang praktik keagamaan dan spiritualitas masyarakat Banjaran, Bandung pada abad ke-19.

Samaun: Kisah Pahlawan Pembela Nabi dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang pembela Nabi Muhammad SAW, dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda beraksara Pegon. Manuskrip ini, yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan, mengungkap perjuangan melawan kekafiran di Mekah dan keberanian Samaun menumpas musuh-musuh Islam.

Primbon, Mantera, dan Sejarah Raja Jawa dalam Satu Genggaman

Temukan ramuan spiritualitas, kekuatan magis, dan sejarah raja-raja Jawa dalam manuskrip kuno ini. Naskah ini mengungkap warisan budaya yang kaya, menggabungkan kearifan lokal dengan catatan sejarah penting. Sebuah jendela ke masa lalu yang menawarkan pemahaman mendalam tentang tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa dan Sunda.

Rara Mendut: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tanah Sunda

Manuskrip kuno ini menyimpan kisah epik Rara Mendut, seorang wanita Sunda yang berani menentang Raja Mataram demi cintanya. Terukir dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, naskah ini mengungkap intrik kerajaan, pengorbanan, dan kekuatan cinta sejati. Mari selami lembaran-lembaran waktu dan rasakan denyut kehidupan di masa lampau.

Wawacan Suryaningrat: Kisah Petualangan dan Misi Keislaman Abad ke-19 dari Banjaran

Manuskrip Wawacan Suryaningrat membawa kita pada petualangan tokoh-tokoh seperti Suryaningrat dan Ratnaningrum di negeri Banurungsit. Dengan misi keislaman yang kuat, kisah ini terangkum dalam 162 halaman naskah yang ditulis dalam aksara Pegon dan bahasa Sunda. Mari selami lebih dalam tentang warisan sastra yang berasal dari Banjaran, Bandung ini.

Wawacan Lukmanul Hakim: Kisah Heroik Amir Hamzah Melawan Kekafiran

Manuskrip ini menyimpan kisah kepahlawanan dan perjuangan menegakkan agama Islam. Di dalamnya tertuang cerita tentang ketegangan antara pasukan Islam di Mekah melawan kaum kafir dari berbagai negeri. Keberanian Amir Hamzah dan Umarmaya menjadi kunci kemenangan.

Menjelajahi Pelajaran Agama Islam dalam Wawacan: Hakekat Wali Salapan

Manuskrip Pelajaran Agama Islam adalah khazanah berharga yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan. Naskah ini menggunakan bahasa Sunda dan Jawa, serta aksara Pegon. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.