Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Silsilah Cirebon

Menelusuri Jejak Leluhur: Silsilah Cirebon dan Warisan Budaya

Naskah ini berisi catatan penting mengenai silsilah atau keturunan Kanjeng Sinuhun dari kedua istrinya, termasuk kisah Putri Cina yang menurunkan Ki Gedeng Jati. Selain itu, terdapat catatan pernikahan keluarga Sultan Cirebon, seperti pernikahan Ratu Mas dengan Pangeran Rajanataningrat Atmaja pada tahun 1872. Lebih dari sekadar catatan keluarga, manuskrip ini juga memuat uraian tentang hitungan, perbintangan, penanggalan, hingga pertanian. Manuskrip yang berasal dari Keraton Kasepuhan Cirebon ini terdiri dari 92 halaman dengan ukuran 17 x 11 cm. Alas naskah terdiri dari tiga jenis kertas. Sayangnya, kondisi fisik naskah sudah agak rusak, beberapa lembar hilang, kertas kusam dan bernoda, sampul hilang, dan penjilidan kendor. Cap kertas menunjukkan asal kertas dari Gardeti of Hollcind. Saat ini, naskah tersebut tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


WAWACAN Suluk Islam: Untaian Ajaran Tarekat Satariyah dalam Pupuh Sunda

Telusuri ajaran Islam yang mendalam melalui Wawacan Suluk Islam, sebuah manuskrip Sunda yang memikat. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan, naskah ini membawa kita ke dalam suasana Kerajaan Sunda-Galuh, sembari menyajikan konsep tauhid berdasarkan Tarekat Satariyah. Temukan kearifan lokal dan spiritualitas dalam setiap pupuh yang terangkai indah.

Menjelajahi Pelajaran Tasawuf dalam Manuskrip Sunda Abad ke-20

Temukan intisari ajaran tasawuf yang tertuang dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda. Naskah ini, ditulis dalam aksara Pegon, menawarkan pemahaman mendalam tentang praktik keislaman yang berorientasi pada pencapaian keyakinan yang mantap melalui rukun Islam dan rukun Iman. Sebuah warisan berharga yang mengajak kita menyelami kearifan lokal.

Menelusuri Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan: Jejak Sejarah Cirebon

Temukan jejak sejarah Jawa Kulwan melalui manuskrip kuno Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah-kisah penting dari masa lalu. Mari selami isi naskah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya ini.

Wawacan Bermana Sakti: Kisah Kepahlawanan dari Tanah Sunda

Manuskrip Wawacan Bermana Sakti membawa kita ke dalam kisah kepahlawanan seorang tokoh bernama Bermana Sakti. Ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang terdiri dari 90 halaman. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Bental Jemur: Kisah Ramalan dan Persahabatan dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Bental Jemur, sebuah naskah wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon yang berasal dari Cijulang, Ciamis. Naskah ini menceritakan tentang ramalan, persahabatan, dan intrik kerajaan yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Nabi Muhammad SAW, Amir Hamzah, dan Bental Jemur sendiri. Sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Riwayat Raden Kuncung: Kisah Wali Cirebon dalam Manuskrip Pegon

Temukan kisah Raden Kuncung, wali kesembilan keturunan Sunan Gunung Jati Cirebon, dalam manuskrip kuno berbahasa Jawa beraksara Pegon. Naskah ini mengungkap perjalanan spiritual Raden Kuncung dari Pangeran Pamerat hingga menjadi Kanjeung Gusti Ratu Rahman, serta misinya mengislamkan Pajajaran. Simak narasi lengkapnya di sini!

Kidung: Untaian Doa dalam Tembang Sunda dari Maruyung

Temukan keindahan dan kekayaan spiritualitas Sunda melalui manuskrip Kidung, sebuah untaian doa yang dilantunkan dalam tradisi tembang. Naskah ringkas ini, ditulis dalam aksara Pegon, menyimpan permohonan mendalam yang biasa digunakan dalam acara-acara panembahan beluk.

Jejak Mistik dan Ilmu Agama Islam dalam Manuskrip Banten Abad ke-19

Temukan warisan intelektual Islam dari Banten abad ke-19 melalui manuskrip kuno ini. Manuskrip ini mengungkap perpaduan antara mistik mendalam dan pemahaman teologi. Telusuri jejak Fusus al-Hikam karya Ibnu al-Arabi yang berpadu dengan kearifan lokal Jawa.