Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Primbon

Primbon: Ramalan, Jimat, dan Doa dari Pasar Loak Bandung

Primbon ini berisi berbagai keterangan mengenai ramalan, jimat, doa-doa, dan mantra. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Melayu dengan aksara Pegon, berbentuk prosa dan puisi. Naskah yang terdiri dari 90 halaman ini, 69 halaman ditulis dan 21 halaman bergambar. Secara garis besar, isinya mengenai palintangan (ramalan nasib), jangjawokan, doa-doa, dan jimat, serta catatan-catatan pribadi. Menurut catatan, naskah ini dikarang pada masa 1311 Hijriah atau 1894 Masehi di Bandung dan dibeli oleh VTS (Viviane Sukanda Tessier) pada tahun 1971 di Pasar Loak Suniaraja, Bandung, dan kini disimpan di EFEO Bandung. Kondisi fisik naskah menunjukkan kertas yang kusam, beberapa halaman robek, dan penjilidan yang longgar, serta tinta hitam pucat dan tulisan yang kurang kontras. Ukuran halaman naskah adalah 16 x 9,5 cm, dengan ukuran tulisan 14,5 x 9 cm. Naskah ini terdiri dari 1 jilid, menggunakan alas kertas buatan lokal, dan memiliki penomoran halaman.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Jejak Mistik Haji Mangsur: Risalah dari Pandeglang yang Mendunia

Manuskrip ini mengungkap kisah mistis Haji Mangsur, seorang ulama dari Pandeglang, Banten, melalui uraian yang ditulis oleh Murjan. Catatan ini tak hanya menyajikan ajaran mistik, tetapi juga menyingkap riwayat hidup Haji Mangsur yang penuh intrik dan perjalanan spiritual.

Jejak Sang Panembahan Saparwadi: Kisah Syekh Haji Abdul Muhyi

Telusuri sejarah Kanjeng Panembahan Saparwadi, seorang tokoh bernama Syekh Haji Abdul Muhyi yang dimakamkan di Saparwadi. Naskah ini mengungkap asal-usulnya yang menarik, dari keturunan Sunan Giri Kadaton hingga keterkaitannya dengan Madura dan Mataram. Simak bagaimana garis keturunannya terjalin hingga mencapai Ratu Galuh.

Ganten Wangi: Kisah Raja Mandrayana dan Para Pemenang Sayembara

Manuskrip kuno Ganten Wangi mengisahkan kesedihan seorang raja bernama Ganten Wangi dari Mandrayana yang mendambakan keturunan. Perjalanan membawanya bertemu dengan berbagai tokoh, termasuk begawan sakti dan seorang pemuda yang menyamar sebagai wanita cantik. Kisah ini penuh intrik, penyamaran, dan perjuangan untuk memenangkan hati.

Kisah Raja Makbul: Perebutan Tahta dan Bangkitnya Keturunan Raja

Telusuri kisah Raja Makbul dari Kuta Wangsana, yang setelah wafatnya memicu intrik perebutan kekuasaan. Anak-anaknya, Dewi Kasiyan dan Jaya Pitenah, terpaksa menjalani kehidupan yang berbeda. Bagaimana kelanjutan garis keturunan raja ini dan siapa yang akhirnya berhak atas tahta?

Suluk Gandasari: Kisah Tasawuf dalam Wawacan Sunda

Telusuri kearifan lokal Sunda melalui Suluk Gandasari, sebuah manuskrip puisi wawacan yang memuat ajaran tasawuf. Naskah ini menghadirkan dialog berbingkai antara Ki Ganda dan Ki Sari, dua saudara yang membahas hakikat hidup, kehidupan dunia-akhirat, hingga konsep ketauhidan.

Wawacan Pua-pua Bernama Sakti: Kisah Peralihan Hindu ke Islam

Telusuri kisah peralihan keyakinan dalam Wawacan Pua-pua Bernama Sakti, sebuah naskah Sunda beraksara Pegon yang memikat. Naskah ini menggambarkan suasana peralihan antara tradisi Hindu ke Islam. Pusat cerita pada tokoh Bermana Alam sebagai titisan Dewa Brahma yang kemudian memeluk agama Islam dan berganti nama menjadi Bermana Sakti.

Tulak Bala: Penangkal Bahaya dari Bandung Abad ke-20

Manuskrip Tulak Bala ini merupakan lembaran lepas yang berfungsi sebagai penolak bahaya, dibuat untuk diletakkan di atas pintu masuk rumah. Berasal dari Bandung awal abad ke-20, naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda dan Arab menggunakan aksara Pegon dan Arab. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai naskah unik ini.

Mengungkap Hakekat Ilmu Rasa: Manuskrip Tasawuf Abad ke-19 dari Bandung

Telusuri ajaran tasawuf dalam manuskrip kuno 'Hakekat Ilmu Rasa'. Naskah abad ke-19 ini, ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa menggunakan aksara Pegon, mengungkap tata cara memahami eksistensi Dzat Allah dan Nur Muhammad melalui rukun Islam dan rukun Iman.