Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Samaun

Wawacan Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dari Pangalengan

Wawacan Samaun adalah sebuah manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis menggunakan aksara Pegon. Naskah setebal 112 halaman ini mengisahkan tentang tokoh Samaun, seorang pahlawan Islam yang berjasa dalam memerangi kaum kafir yang dipimpin oleh Abu Jahal dan Raja Kibti. Latar tempat cerita berada di dunia Arab. Manuskrip ini terdiri dari 22 pupuh, dimulai dengan pupuh Dangdanggula. Secara fisik, naskah ini berada dalam kondisi yang kurang baik dengan kertas yang kecoklatan, berjamur, dan beberapa bagian yang koyak. Tinta yang digunakan berwarna hitam pucat dan kurang kontras. Naskah ini diperkirakan ditulis pada awal abad ke-20 di daerah Pangalengan, Bandung. Naskah ini berasal dari Bapak Kahdi, Kp. Tarajusari, Desa dan Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dan saat ini disimpan di EFEO Bandung. Ukuran halaman manuskrip adalah 20,5 x 15 cm, dengan ukuran tulisan 17,5 x 13 cm.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Menelusuri Jejak Leluhur: Kisah Silsilah dari Sumedang

Telusuri jejak sejarah dan hubungan kekerabatan melalui manuskrip kuno "Silsilah". Naskah ini mengungkap garis keturunan Pangeran Rangga Gempol hingga Prabu Siliwangi. Mari selami lebih dalam tentang asal-usul dan warisan budaya yang terkandung di dalamnya.

Wawacan Danumaya: Kisah Raden Panji Menggapai Takhta

Telusuri petualangan Raden Panji Danumaya dalam mengemban amanah sang ayah, Prabu Panji Subrata, raja negeri Gilangkancana. Naskah kuno berbahasa Sunda ini, tertulis dalam aksara Pegon, memuat kisah perjuangan Danumaya menghadapi berbagai rintangan hingga akhirnya dinobatkan sebagai raja.

Menjelajahi Kitab Fiqih: Tuntunan Shalat dan Mantra dari Abad ke-19

Temukan pesona Kitab Fiqih, sebuah manuskrip kuno yang memadukan ajaran agama dengan praktik spiritual. Naskah ini menawarkan wawasan tentang tuntunan shalat, sifat-sifat Allah dan Rasul, serta mantra-mantra tradisional. Mari selami lebih dalam warisan budaya yang tersimpan di dalamnya.

Menelusuri Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan: Jejak Sejarah Cirebon

Temukan jejak sejarah Jawa Kulwan melalui manuskrip kuno Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah-kisah penting dari masa lalu. Mari selami isi naskah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya ini.

Kisah Samaun: Bayi Ajaib dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Halid dan Siti Hunah yang mendambakan putra di tanah Arab. Keajaiban terjadi dengan lahirnya Samaun, seorang bayi yang mampu berbicara dan membawa hidayah Islam bagi orang tuanya. Simak narasi lengkapnya dalam Wawacan Samaun.

Gandaresmi: Kisah Pewaris Takhta dan Cinta di Negeri Sari Alam

Manuskrip Gandaresmi adalah sebuah puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini menceritakan kisah Gandaresmi, seorang pewaris takhta kerajaan yang harus menghadapi berbagai rintangan dan persengketaan untuk mendapatkan haknya dan mempersunting Dewi Panca Komara. Manuskrip ini menawarkan wawasan menarik tentang budaya dan sastra Sunda pada masanya.

Menjelajahi Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan: Kisah Klasik dari Cirebon

Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan adalah sebuah manuskrip prosa berbahasa Jawa Cirebon yang ditulis menggunakan aksara Cacarakan. Naskah ini merupakan seri pertama dari lima seri Carita Parahiyangan. Mari kita telusuri lebih dalam tentang isi dan detail metadata dari naskah kuno ini.

Nagara Kretabhumi: Kisah Raja-Raja Parahiyangan dalam Manuskrip Jawa Cirebon

Telusuri sejarah raja-raja Parahiyangan Jawa Kulwan melalui manuskrip kuno Nagara Kretabhumi. Naskah berbahasa Jawa Cirebon ini mengungkap kisah Prabhu Maharaja Linggabhuwanawisesa Sang Mokteng Bubat, seorang Maharaja Sunda-Galuh, dan tokoh-tokoh penting lainnya. Simak deskripsi lengkap dan detail fisik manuskrip yang tersimpan rapi di Museum Negeri Jawa Barat “Sri Baduga” Bandung.