Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Mikrofilm

Menjelajahi Mikrofilm Sunda Kuna: Jejak Holle di Leiden

Naskah ini berupa produksi mikrofilm yang terdiri dari 31 opname beserta judulnya. Sayangnya, kondisi negatifnya dilaporkan sangat buruk. Mikrofilm ini merekam Lontar KBG no. 630, sebuah naskah yang berisi tulisan Holle dan pernah dikemukakan dalam berita singkat. Naskah ini ditulis tangan oleh B. Lembaran pertama hanya ditulis pada bagian baliknya. Gambar-gambar selanjutnya merekam bagian muka dan belakang halaman-halaman berikutnya. Dua gambar terakhir menunjukkan sisa lembaran yang mungkin tidak berhubungan satu sama lain. Naskah setebal 16 halaman ini ditulis dalam aksara dan bahasa Sunda Kuna dan berbentuk prosa. Mikrofilm ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Kisah Heroik Amir Hamzah: Perburuan Pedang Pusaka dan Penyelamatan Sang Putri

Telusuri kisah kepahlawanan Amir Hamzah dalam Wawacan Amir Hamzah, sebuah manuskrip Sunda kuno. Petualangan dimulai ketika Amir Hamzah mengutus Umarmaya mencari pedang Kamkam yang sakti. Perjalanan membawanya pada berbagai rintangan, termasuk tawanan dan pencarian putri Arab yang diculik.

Menelisik Tauhid dan Silsilah: Wawacan Sunda Abad ke-18 dari Cirebon

Manuskrip kuno berjudul 'Tauhid dan Silsilah' ini adalah sebuah khazanah intelektual dari abad ke-18. Ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon, naskah ini berbentuk puisi wawacan yang membahas fondasi keislaman. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Paras Adam: Kisah Tasawuf dalam Syair Sunda

Manuskrip Wawacan Paras Adam adalah sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang berisi uraian ajaran tasawuf. Naskah ini membahas konsep-konsep penting seperti syariat, tarekat, hakikat, makrifat, dan lainnya melalui simbol-simbol tertentu. Mari kita selami lebih dalam mengenai naskah ini.

Parukunan: Tuntunan Shalat Fardu Beraksara Pegon dari Banjaran

Temukan manuskrip kuno Parukunan, sebuah panduan shalat fardu berbahasa Sunda dan Arab yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini menawarkan wawasan tentang praktik keagamaan dan spiritualitas masyarakat Banjaran, Bandung pada abad ke-19.

Layang Gandaresmi: Kisah Suluk dari Ciwidey Abad ke-19

Temukan pesona naskah kuno Layang Gandaresmi, sebuah puisi wawacan berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini mengungkap kisah suluk yang memikat dari abad ke-19. Simak detail fisik naskah, asal-usulnya, dan cuplikan isinya yang penuh makna.

Kumpulan Doa dan Mantra: Warisan Spiritual dari Banjaran Bandung

Temukan keindahan spiritualitas dalam manuskrip kuno "Kumpulan Doa dan Mantra". Naskah ini menghimpun doa-doa penting seperti doa Syekh Abdul Qadir Jaelani, marhaban, dan ayat-ayat Al-Quran pilihan. Lebih dari sekadar doa, naskah ini juga menyimpan mantra-mantra tradisional yang kaya akan makna.

Menelusuri Jejak Leluhur: Silsilah Luhur Sunda dalam Manuskrip Kuno

Manuskrip Silsilah Luhur Sunda adalah jendela menuju sejarah dan budaya Sunda kuno. Naskah ini berisi catatan penting tentang asal-usul para raja, tokoh legendaris, hingga ajaran agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat Pasundan di masa lampau. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Kisah Rengganis: Sempalan Epos Penyebar Islam dari Bandung Abad ke-19

Temukan kisah Dewi Rengganis, tokoh penyebar Islam dari luar Nusantara, dalam sempalan epos berbahasa Sunda ini. Manuskrip puisi wawacan ini, ditulis dalam aksara Pegon, berasal dari abad ke-19 dan menjadi bagian dari literatur pesantren. Simak narasi lengkapnya di sini!