Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Medang Kamulan

Menelusuri Jejak Hukum dan Sejarah dalam Manuskrip Medang Kamulan, Purwacarita, dan Papakem Silakantara

Manuskrip ini terbagi menjadi tiga bagian utama. Pertama, menguraikan tata tertib hukum di Kerajaan Medang Kamulan pada masa Sri Jayalangkara, termasuk berbagai 'aksara' atau hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan penegakan keadilan. Kedua, menceritakan kemakmuran dan kemelut yang melanda Kerajaan Purwacarita di bawah pemerintahan Raja Mahapanggung. Bagian ketiga, berjudul Papakem Silakantara, sayangnya sulit dipahami karena bahasanya yang terpotong-potong, namun menyebutkan nama Kiyai Ngabehi Dayeu(h) Luhur sebagai pemiliknya, serta silsilah Embah Dipa Jadikrama dan Embah Natadipa. Naskah berukuran 10 x 14 cm dengan tebal 78 halaman ini ditemukan di Andi, Cisondari, Kec. Pasirjambu, Kab. Bandung. Manuskrip ini merupakan warisan berharga yang menyimpan jejak sejarah dan kearifan lokal.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Rangga Aruman: Kisah Putra Raja yang Hilang dari Tanah Sunda

Manuskrip Rangga Aruman adalah khazanah sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang mengisahkan perjalanan hidup seorang putra raja. Ditulis dengan aksara Cacarakan, naskah ini menawarkan jendela ke budaya dan tradisi masyarakat Sunda pada abad ke-19. Mari selami lebih dalam kisah dan detail fisik naskah ini.

Rangga Wulung: Kisah Putra Raja Umbara dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah Raden Rangga Wulung, putra Raja Umbara, dalam manuskrip kuno "Rangga Wulung". Ditulis dalam bahasa Sunda dengan aksara Pegon, naskah berbentuk puisi wawacan ini menyimpan episode lanjutan dari cerita Wawacan Suryakanta. Mari selami kehidupan Rangga Wulung dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Sulanjana: Kisah Padi dari Sawargaloka dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Sulanjana berbahasa Sunda ini mengisahkan legenda asal-usul padi di Pakuan, bermula dari kisah di Sawargaloka. Dikemas dalam bentuk puisi wawacan beraksara Pegon, naskah ini menyimpan kearifan lokal tentang pertanian dan kepercayaan masyarakat Sunda. Mari selami lebih dalam cerita menarik ini dan detail metadata yang menyertainya.

Lokayanti: Kisah Raja Kafir dan Cinta Terlarang di Tanah Sunda

Telusuri kisah epik Lokayanti, seorang raja kafir yang menentang Islam dalam manuskrip Sunda kuno ini. Diwarnai intrik, cinta terlarang, dan pengorbanan, naskah ini menawarkan jendela ke masa lalu Ciamis, Jawa Barat. Mari selami detail dan pesona Wawacan Lokayanti.

Menelusuri Silsilah Galuh Cirebon: Kisah Raja, Ajaran Islam, dan Genealogi Kesultanan

Manuskrip Silsilah Galuh Cirebon mengungkap sejarah panjang dan kompleks wilayah Cirebon. Naskah ini menggabungkan kisah kepahlawanan Ratu Galuh, ajaran-ajaran dasar agama Islam, hingga silsilah para Sultan Cirebon. Sebuah warisan budaya yang kaya dan penting untuk dipahami.

PELAJARAN AGAMA ISLAM: Tuntunan Hidup dari Keraton Kasepuhan Cirebon

Naskah kuno "PELAJARAN AGAMA ISLAM" ini adalah warisan berharga dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Ditulis dalam bahasa Arab dan Jawa dengan aksara Pegon dan Arab, manuskrip ini membahas secara mendalam berbagai aspek keagamaan Islam, khususnya Fiqih. Simak narasi lengkapnya untuk menyelami kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Babad Godog: Kisah Kean Santang Menyebarkan Islam di Tanah Sunda

Manuskrip Babad Godog mengisahkan perjalanan Kean Santang, putra Prabu Siliwangi, dalam menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Ditulis dalam bentuk puisi wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon, naskah ini memuat cerita pertemuan Kean Santang dengan Baginda Ali di Mekah dan pengangkatannya sebagai wakil nabi di Pulau Jawa. Hilangnya Prabu Siliwangi ke hutan Sancang menjadi akhir yang dramatis dari kisah ini.

Kumpulan Doa: Kidung Para Nabi dari Pangalengan

Temukan keindahan spiritualitas dalam manuskrip Kumpulan Doa, sebuah warisan budaya dari Pangalengan, Bandung. Naskah ini menghadirkan doa-doa yang dianggap sebagai kidung para nabi, dilengkapi dengan penjelasan khasiatnya. Selain itu, di dalamnya juga diuraikan tentang sifat-sifat Allah yang dua puluh. Mari selami lebih dalam isi dan detail manuskrip ini.