Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Susuci

Bab Susuci Sareng Adus: Tuntunan Bersuci Abad ke-19 dari Pangalengan

Manuskrip "Bab Susuci Sareng Adus" merupakan sebuah risalah tentang tata cara bersuci dalam tradisi Islam. Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon dan berbentuk puisi-prosa. Teks dimulai dengan 'bismillah, kitabu taharati' yang menjelaskan tentang tata cara membersihkan diri. Dijelaskan bahwa bersuci dapat dilakukan dengan wudhu atau mandi wajib (adus), menggunakan air, debu/tanah, atau batu (tayamum) untuk menghilangkan kotoran dan najis. Manuskrip ini terdiri dari 32 halaman dan disalin pada abad ke-19 di Pangalengan, Bandung. Naskah ini ditemukan oleh Bapak Katma di Kp. Sukamenak, Desa dan Kec. Pangalengan, Kab Bandung, dan kini disimpan di EFEO Bandung. Fisik naskah menunjukkan usia yang cukup tua, dengan kertas menguning, beberapa halaman robek, dan penjilidan yang longgar.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Kisah Ogin Amar Sakti: Wawacan Sunda Abad ke-20 dari Cianjur

Telusuri kisah epik Ogin Amar Sakti dalam manuskrip wawacan berbahasa Sunda beraksara Pegon. Naskah setebal 363 halaman ini menyimpan cerita seorang putra raja yang dibuang dan dibesarkan oleh raja Jin, hingga akhirnya kembali pada keluarganya. Simak detail metadata dan inti cerita yang memikat ini.

Primbon: Menjelajahi Ramalan dan Tanda Alam dari Banjaran Bandung

Manuskrip Primbon ini membawa kita menyelami dunia ramalan dan penafsiran tanda-tanda alam. Ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa dengan aksara Pegon, naskah ini menyimpan kearifan lokal masyarakat Banjaran, Bandung pada abad ke-19. Mari kita ungkap lebih jauh isi dan kondisi naskah kuno ini.

Babad Cerbon: Kisah Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Telusuri kisah penyebaran agama Islam di Jawa melalui Babad Cerbon, sebuah manuskrip kuno yang menyimpan narasi perjalanan spiritual dan kekuasaan. Dari Banten hingga Pajajaran, manuskrip ini mengungkap tokoh-tokoh penting dan peristiwa bersejarah yang membentuk lanskap keagamaan di masa lampau. Temukan intrik, kebijaksanaan, dan jejak peradaban dalam setiap lembarnya.

Suluk Adam: Kisah Tasawuf Abad ke-19 dari Bandung

Telusuri kisah Suluk Adam, sebuah manuskrip abad ke-19 dari Bandung yang mengungkap ajaran tasawuf. Naskah ini menguraikan eksistensi Allah dan Nur Muhammad melalui kisah para Nabi, dimulai dengan Adam dan Hawa. Simak perjalanan spiritual dan historis yang terukir dalam bahasa Arab dan Sunda.

Pucuk Umun: Kisah Maulana Hasanudin Mencari Negeri

Telusuri kisah epik Maulana Hasanudin dalam manuskrip Pucuk Umun. Ditugaskan mencari tempat pendirian negeri, ia mengembara hingga Banten Girang dan membangun peradaban. Naskah ini menyimpan jejak dakwah Islam dan silsilah tokoh penting Banten.

Menjelajahi Kitab Parukunan: Warisan Naskah Sunda Abad ke-19

Kitab Parukunan adalah sebuah manuskrip berbahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Naskah ini memberikan penjelasan tentang Sifat 20, Rukun Islam, Rukun Iman, dan berbagai aspek penting dalam ajaran Islam. Manuskrip ini menjadi bukti kekayaan intelektual dan keagamaan masyarakat Sunda pada masa lampau.

Samaun: Kisah Pahlawan Pembela Nabi dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, seorang pembela Nabi Muhammad SAW, dalam manuskrip kuno berbahasa Sunda beraksara Pegon. Manuskrip ini, yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan, mengungkap perjuangan melawan kekafiran di Mekah dan keberanian Samaun menumpas musuh-musuh Islam.

Wawacan Suryaningrat: Kisah Perebutan Kekuasaan dan Pengembaraan Raden Suryaningrat

Telusuri kisah epik Raden Suryaningrat dalam Wawacan Suryaningrat, sebuah manuskrip Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Warisan takhta yang direbut, pengembaraan penuh tantangan, hingga perolehan kekuasaan kembali menjadi daya tarik utama naskah ini. Simak selengkapnya tentang detail dan latar belakang manuskrip ini.