Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Surat Salinan

Menelusuri Surat Salinan: Jejak Korespondensi Abad ke-19 di Tatar Sunda

Naskah ini berisi salinan surat jawaban dari Asisten Residen kepada Raden Aria Patih Afdeling Sukapura Kolot Bratadiwidjadja. Surat ini disalin oleh Juru Tulis Patih Kartakoesoemah pada tanggal 27 Juni 1899 di Mangunreja. Naskah ini diawali dengan kalimat pembuka yang merujuk pada salinan no. 807/2 dan diakhiri dengan kalimat penutup yang menyebutkan penetapan dan distrik Karang. Secara fisik, naskah ini terdiri dari 2 halaman lepas berbahan kertas lokal dengan ukuran halaman 33 x 21,5 cm dan ukuran tulisan 29 x 20,5 cm. Tinta yang digunakan berwarna hitam dan tulisan masih terbaca dengan jelas, meskipun kertasnya agak kusam kehitam-hitaman. Naskah ini berasal dari H. Kosim, Kp. Pamijahan, Desa Bongan, Kec. Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya, dan saat ini disimpan di EFEO Bandung.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Mengungkap Kearifan Lokal: Kitab Pangaosan Cianjur, Harmoni Sunda dan Arab

Telusuri warisan budaya Cianjur melalui manuskrip Kitab Pangaosan Cianjur, sebuah karya sastra yang memadukan keindahan bahasa Sunda dan kedalaman bahasa Arab. Naskah ini mengungkap konsep dan pandangan hidup masyarakat Cianjur yang tercermin dalam tiga aspek utama: mamaos, maen-po, dan ngaos.

Ogin Amar Sakti: Kisah Heroik dalam Syair Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Ogin Amar Sakti, tokoh sentral dalam naskah Sunda bernapaskan keislaman. Manuskrip ini menggambarkan transisi dari era pra-Islam menuju masa Islam. Simak deskripsi lengkap dan detail mengenai naskah ini.

Menjelajahi Primbon Sunda: Catatan Ramalan dan Pengetahuan Tradisional dari Bandung

Temukan warisan budaya Sunda melalui manuskrip kuno "Primbon". Naskah ini mengungkap catatan tradisional berbagai ramalan kejadian, mulai dari pertanian hingga pertanda alam. Disusun pada tahun 1930 di Sukasari, Bandung, primbon ini menawarkan wawasan unik tentang kepercayaan dan kehidupan masyarakat Sunda pada masa lalu.

Menjelajahi Caraka Basa dan Cacandrai: Warisan Aksara Cirebon di Keraton Kasepuhan

Naskah kuno Caraka Basa dan Cacandrai membuka tabir tradisi aksara Cacarakan Cirebon. Di dalamnya terungkap bagaimana aksara ini digunakan untuk merekam bahasa simbolik, menafsirkan gejala alam, dan menciptakan cacandran (motto) serta sengkalan (penanda tahun). Mari selami lebih dalam warisan budaya Cirebon yang tersimpan dalam lembaran kertas.

Wawacan Munding Liman: Kisah Perjalanan Mencari Pusaka di Tanah Sunda

Telusuri kisah epik Raden Patih Munding Liman dan Raden Mantri Munding Wangi dalam mengemban titah raja. Mereka menjelajah negeri mencari gajah putih, banteng kembar, dan pusaka sakti. Pertemuan dengan putri Sunten Keling membawa mereka ke negeri Cina, membuka petualangan mendebarkan.

Wawacan Damarwulan: Kisah Cinta dan Kepahlawanan dari Majapahit

Manuskrip Wawacan Damarwulan berbahasa Sunda ini mengisahkan intrik kerajaan dan kepahlawanan di Majapahit. Dewi Kencana Wungu, mewarisi tahta kerajaan, menghadapi ancaman dari Menak Jingga dari Blambangan. Kisah ini juga menyinggung tokoh Damarwulan meskipun perannya tidak begitu menonjol dalam naskah ini.

Rangga Wulung: Kisah Pangeran yang Terbuang dan Perebutan Takhta

Telusuri kisah epik Rangga Wulung, pangeran yang terpisah dari keluarganya sejak lahir dan dibesarkan di hutan. Nasib membawanya kembali untuk merebut takhta yang dirampas oleh siluman jahat. Akankah kebenaran dan keadilan menang?

Kisah Syekh Abdul Qadir Jaelani dalam Layang Jawa Kuno

Telusuri kisah hidup Syekh Abdul Qadir Jaelani, tokoh sufi besar yang dikenal dengan Tarekat Qadariyah, melalui manuskrip kuno Layang Syekh Abdul Qadir Jaelani. Naskah berbahasa Jawa beraksara Arab-Pegon ini mengungkap perjalanan spiritual sang sufi sejak usia muda hingga menjadi tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia Islam.