Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Durakman Durakim

Kisah Durakman Durakim: Perjalanan Heroik Mencari Takdir

Manuskrip ini mengisahkan cerita wayang tentang Durakman dan Durakim, dua putra Raja Wijaya dari Kupari. Dikisahkan bahwa raja bermimpi mendengar ayam jantan berkokok menyebut nama Tuhan. Mimpi ini memicu serangkaian petualangan. Radén Aji, saudara tiri mereka, pergi mencari ayam tersebut dengan perahu, sementara Durakman dan Durakim mengandalkan ajimat yang bisa mengubah kain menjadi perahu. Petualangan membawa mereka ke kerajaan Upeti, tempat mereka berhasil mengalahkan tentara Kurma dan Durakman menikahi putri Upeti. Durakim kemudian menikahi ratu Barahmah. Sayangnya, Radén Aji tewas dalam perjalanannya. Pada akhirnya, Durakim menjadi raja di Kupari. Manuskrip setebal 91 halaman ini ditulis dalam aksara Jawa dengan bahasa Sunda berbentuk prosa. Naskah ini berasal dari koleksi NBG dan saat ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Kisah Heroik Darmatmaja: Wawacan Raja Darma dari Hindustan

Terperangkap dalam intrik perebutan kekuasaan, Wawacan Raja Darma mengisahkan Darmatmaja, raja Hindustan yang budiman. Serangan mendadak dari Raja Sura Sakti membawanya pada penangkapan, namun takdir berkata lain. Pemberontakan rakyat dan pembebasan Darmatmaja membuka lembaran baru bagi Hindustan.

Wawacan Kawung: Kisah Suluk dalam Syair Sunda Pegon

Temukan kearifan lokal dalam manuskrip kuno "Cerita Suluk," sebuah karya sastra Sunda yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini menyajikan ajaran suluk melalui dialog antara Ki Gendis dan Ki Legit, menggunakan perlambangan alam untuk menyampaikan nasihat kehidupan. Mari selami makna tersembunyi di balik Wawacan Kawung.

Suryakanta: Kisah Putra Suryaningrat dalam Wawacan Beraksara Pegon

Telusuri kisah epik Suryakanta, putra Suryaningrat, melalui manuskrip kuno "Suryakanta". Naskah berbentuk puisi wawacan ini ditulis dalam aksara Pegon dan berbahasa Sufida. Simak lika-liku kehidupannya, intrik di antara istri-istri Suryaningrat, hingga pertemuannya kembali dengan sang ibu setelah diculik raksasa.

Babad Cirebon: Kisah Para Wali Sanga di Tanah Sunda

Manuskrip Babad Cirebon ini mengungkap sejarah penyebaran agama Islam di Jawa Barat, khususnya peran Syarif Hidayat (Sunan Gunung Jati) di Cirebon. Dikisahkan pula perjalanan Walangsungsang dan Rara Santang, putra-putri Prabu Siliwangi, hingga lahirnya Syarif Hidayat yang menjadi tokoh penting dalam sejarah Islam di Cirebon dan Banten. Naskah ini menawarkan perspektif unik tentang sejarah Islam di Jawa Barat.

Sajarah Anbiya: Kisah Para Nabi dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah para nabi dari Adam hingga cucu Nabi Muhammad dalam manuskrip Sajarah Anbiya. Naskah berbahasa Sunda ini ditulis dalam bentuk puisi wawacan, membawa kita menyelami ajaran dan peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Rara Mendut: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tanah Sunda

Manuskrip kuno ini menyimpan kisah epik Rara Mendut, seorang wanita Sunda yang berani menentang Raja Mataram demi cintanya. Terukir dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, naskah ini mengungkap intrik kerajaan, pengorbanan, dan kekuatan cinta sejati. Mari selami lembaran-lembaran waktu dan rasakan denyut kehidupan di masa lampau.

Untaian Pupujian: Syair Penuh Makna dari Bandung

Temukan keindahan warisan sastra Islam Sunda melalui manuskrip Pupujian ini. Berisi syair-syair yang dilantunkan sebelum shalat berjamaah, naskah ini memadukan bahasa Arab dan Sunda, mengungkap makna mendalam melalui tafsir yang menyejukkan jiwa. Sebuah artefak budaya yang kaya akan nilai spiritual dan tradisi.

Ogin Amar Sakti: Kisah Heroik dalam Wawacan Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Ogin Amar Sakti dalam manuskrip Sunda kuno. Wawacan ini menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh liku, dari pembuangan bayi hingga menjadi raja Mulkiah. Simak bagaimana ia menghadapi tantangan, menyelamatkan ibunya, dan menyebarkan ajaran Islam.