Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Samaun

Samaun: Kisah Kepahlawanan Islam dalam Wawacan Sunda

Manuskrip ini berkisah tentang riwayat Samaun, seorang tokoh pahlawan Islam yang berjasa besar membantu Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Samaun, putra Halid dan Siti Hunah, dikaruniai kesaktian luar biasa sejak lahir dan membantu menaklukkan musuh-musuh Islam di bawah pimpinan Abu Jahal dan Raja Kobti. Naskah Wawacan Samaun ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Latin, terdiri dari 131 halaman. Naskah ini berbentuk puisi wawacan, terdiri atas 24 pupuh dan diawali dengan gubahan Dangdanggula. Ditulis pada tanggal 22 November 1964 di Pangalengan, Bandung, naskah ini berasal dari Bapak Engku Simitra dari Kp. dan Desa Lamajang, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung. Saat ini, naskah ini tersimpan di EFEO Bandung. Kondisi fisik naskah menunjukkan kertas yang kekuning-kuningan dengan bercak kecoklatan, namun secara umum masih baik.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Mengenal Tarekat Haqmaliyah: Syair Mistis dari Ciwidey Abad ke-19

Telusuri ajaran tasawuf Tarekat Haqmaliyah yang tertuang dalam manuskrip puisi wawacan berbahasa Sunda dan Arab. Naskah ini membahas eksistensi Allah, sifat Nur Muhammad, dan tahapan syariat, hakekat, tarekat, serta marifat melalui simbol-simbol mistik. Sebuah warisan berharga dari Kiai Muhamad Yusuf di Ciwidey, Bandung.

Jejak Spiritual dan Ramalan: Menjelajahi Manuskrip 'Catatan-Catatan' Koleksi Snouck Hurgronje

Manuskrip 'Catatan-Catatan' dari koleksi Snouck Hurgronje menyimpan khazanah pengetahuan lintas bahasa dan budaya. Di dalamnya terhimpun catatan teologi, mistik, hingga ramalan. Naskah ini menawarkan jendela unik ke dalam praktik spiritual dan intelektual masyarakat Jawa dan Sunda pada abad ke-19.

Menjelajahi Carita Raja Nasuha: Kisah Wudu, Sejarah Raja, hingga Mistik Ibn Ata Allah

Manuskrip Carita Raja Nasuha menghadirkan perpaduan menarik antara ajaran agama, sejarah, dan sastra. Tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, naskah ini menawarkan wawasan tentang praktik keagamaan, cerita kepahlawanan, dan pemikiran mistis yang berkembang di Jawa dan Sunda pada masa lalu. Mari selami lebih dalam isi dan detail manuskrip ini.

Wawacan Panji Wulung: Kisah Heroik dari Garut

Telusuri kisah kepahlawanan Panji Wulung dalam manuskrip Wawacan Panji Wulung. Naskah ini mengisahkan lika-liku kehidupannya sejak lahir di pengasingan hingga menjadi pahlawan yang disegani. Sebuah cerita tentang fitnah, keberanian, dan keadilan yang disajikan dalam bentuk puisi wawacan.

Suluk Gandasari: Kisah Tasawuf dalam Wawacan Sunda

Telusuri kearifan lokal Sunda melalui Suluk Gandasari, sebuah manuskrip puisi wawacan yang memuat ajaran tasawuf. Naskah ini menghadirkan dialog berbingkai antara Ki Ganda dan Ki Sari, dua saudara yang membahas hakikat hidup, kehidupan dunia-akhirat, hingga konsep ketauhidan.

Welang Sungsang: Kisah Masuknya Islam di Jawa dan Peran Cirebon

Manuskrip Welang Sungsang mengisahkan perjalanan masuknya Islam di Jawa, khususnya di wilayah Cirebon dan Gunung Jati. Naskah ini menyoroti tokoh Welang Sungsang, seorang anak raja Pajajaran yang memeluk Islam dan kemudian dikenal sebagai Cakra Buwana. Simak kisah selengkapnya dalam narasi berikut.

Menelusuri Perjanjian dengan Kompeni: Jejak Sejarah dan Ajaran dalam Manuskrip Cirebon

Manuskrip kuno ini membuka tabir sejarah dan spiritualitas Cirebon. Terdiri dari empat teks yang berbeda, naskah ini mengungkap perjanjian dengan Kompeni, silsilah para sultan, ajaran Islam, hingga kisah-kisah dari negeri Mesir. Mari selami lebih dalam isi dan rincian metadata yang terkandung di dalamnya.

Risalah Ilmu Agama dan Mistik: Kisah Musyawarah Wali Jawa di Giri Kadaton

Telusuri lembaran-lembaran Risalah Ilmu Agama dan Mistik, manuskrip kuno yang mengungkap kedalaman spiritualitas Islam bercampur kearifan lokal Jawa. Naskah ini membawa kita dalam perjalanan mistik, menyingkap musyawarah para wali Jawa di Giri Kadaton hingga skema teologis yang memukau.