Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Pedang Kamkam

Hilangnya Pedang Kamkam: Kisah Heroik dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Wawacan Pedang Kamkam mengisahkan siklus cerita Amir Hamzah yang kehilangan pedang azimatnya. Umar Maya diperintahkan untuk mencari Pedang Kamkam yang ternyata telah berada di tangan Prabu Rara dan Prabu Dewi. Usaha pencurian oleh Umar Maya selalu gagal karena selalu direbut kembali. Kemudian datang bantuan dari Gangga Mina dan Gangga Pati yang kelak diketahui sebagai cucu Amir Hamzah. Manuskrip ini ditulis dalam bentuk puisi berbahasa Sunda menggunakan huruf Arab. Naskah ini memiliki tebal 209 halaman, dengan setiap halamannya terdiri dari 13 baris. Naskah dengan ukuran 22 x 17 cm (ukuran asli) dan 17 x 13 cm (ukuran teks) ini berasal dari Warisan. Manuskrip ini ditemukan di Kampung Cariu, Desa Mangunkerta, Kec. Cugenang Cianjur, atas nama Neneng Sutisna.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Kisah Jaransari-Jaranpurnama: Dendam Raja dan Pencarian Jati Diri

Manuskrip Jaransari-Jaranpurnama mengisahkan intrik kerajaan dan perjalanan spiritual. Raja Sokadana murka pada istrinya, memicu serangkaian peristiwa tragis. Lahirlah Jaransari dan Jaranpurnama, yang kemudian menempuh perjalanan penuh tantangan untuk mencari jati diri dan kebenaran.

Suryaningrat: Kisah Cinta dan Kesaktian di Tanah Sunda

Telusuri kisah epik Suryaningrat, sebuah wawacan berbahasa Sunda yang penuh dengan intrik, pengembaraan, dan kesaktian. Manuskrip abad ke-19 ini mengisahkan perjuangan cinta Suryaningrat dan Ratnaningrum di tengah rintangan dan peperangan. Mari kita simak lebih detail mengenai naskah kuno ini.

Menelusuri Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan: Jejak Sejarah Cirebon

Temukan jejak sejarah Jawa Kulwan melalui manuskrip kuno Carita Parahiyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan. Naskah ini, ditulis dalam bahasa Jawa Cirebon dengan aksara Cacarakan, mengungkap kisah-kisah penting dari masa lalu. Mari selami isi naskah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya ini.

Pucuk Umun: Kisah Maulana Hasanudin Mencari Negeri

Telusuri kisah epik Maulana Hasanudin dalam manuskrip Pucuk Umun. Ditugaskan mencari tempat pendirian negeri, ia mengembara hingga Banten Girang dan membangun peradaban. Naskah ini menyimpan jejak dakwah Islam dan silsilah tokoh penting Banten.

Kisah-Kisah Wawacan: Ogin, Jaka Surti, Kean Santang, dan Ahmad Muhamad dalam Manuskrip Sunda

Telusuri kekayaan sastra Sunda melalui manuskrip "Kumpulan Wawacan" yang memuat empat cerita epik dalam bentuk puisi wawacan. Naskah ini menghadirkan kisah-kisah Ogin Amarsakti, Jaka Surti, Kean Santang, dan Ahmad Muhamad, yang ditulis dalam aksara Pegon. Manuskrip ini menawarkan wawasan mendalam tentang budaya, nilai-nilai, dan sejarah masyarakat Sunda.

Babar Nabi: Kisah Kelahiran Nabi Muhammad dalam Wawacan Sunda

Manuskrip Babar Nabi ini merupakan karya sastra Sunda berbentuk wawacan yang mengisahkan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ditulis dalam aksara Pegon, naskah ini menawarkan perspektif unik tentang konsep keislaman dan asal mula Nur Muhammad. Mari kita telusuri lebih dalam isi dan rincian menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Pepeling Kabar Kiyamat: Mengingat Hari Akhir dalam Pupuh Sunda

Naskah kuno ini, Wawacan Pepeling Kabar Kiyamat, mengajak kita merenungkan hari akhir melalui pupuh-pupuh indah dalam bahasa Sunda. Terukir dengan aksara Pegon di atas kertas yang mulai kusam, naskah ini menyimpan pesan mendalam tentang ketauhidan dan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kiamat. Mari selami isinya dan temukan kearifan lokal tentang kehidupan dan kematian.

Menggali Hikmah Rukun Islam: Manuskrip Sunda dari Subang Tahun 1960

Temukan pemahaman mendalam tentang Rukun Islam melalui manuskrip kuno berbahasa Sunda, ditulis dengan aksara Pegon. Manuskrip ini, yang berasal dari Subang tahun 1960, menyajikan ajaran agama dalam format tanya jawab yang interaktif. Mari kita telusuri bersama warisan intelektual Islam yang berharga ini.