Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Catatan Mistik

Menjelajahi Catatan Mistik: Warisan Spiritual dari Garut Abad ke-19

Manuskrip berjudul 'Catatan Mistik, dan lain-lain' ini merupakan sebuah buku catatan yang berasal dari awal abad ke-19, tepatnya dari Limbangan, Garut. Naskah ini berisi catatan tentang mistik, ajaran Sattariyah, tarekat, dzikir, tabaruk, wirid, doa-doa, dan bahkan ramalan Cirebon. Selain itu, terdapat pula catatan tentang janji hukum penganten, khususnya tentang talak. Pada halaman sebaliknya, ditemukan catatan mengenai kunci-kunci Nabi (mihir nurbuwat), sihir, serta seremoni atau upacara pernikahan adat Arab (khutbah). Naskah ini merupakan bagian dari Koleksi Snouck Hurgronje, yang dikumpulkan pada tahun 1936 dan kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden. Naskah berukuran 15,5 x 20 cm dan 11 x 16 cm ini terdiri dari 231 halaman dengan 12 baris tulisan per halaman. Ditulis dalam bahasa Arab dan Jawa menggunakan huruf Arab di atas kertas kulit kayu yang sayangnya dalam kondisi tidak baik. Penting untuk dicatat bahwa kode 7.764 dari naskah ini juga dibahas dalam "Tulisan Naskah-naskah Berbahasa Arab" karya Voorhoeve (1975), khususnya pada halaman 163 yang membahas tentang Khutbah an-nikah. Terdapat catatan bahwa salinan dari naskah ini pernah dibuat.

Sumber: Ekadjati, Edi S. (1988). Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Manuskrip Lainnya


Babad Cirebon: Kisah Walangsungsang dan Penyebaran Islam di Jawa Barat

Manuskrip Babad Cirebon ini menuturkan kisah penyebaran agama Islam di Jawa Barat, khususnya di Cirebon, yang dilakukan oleh para wali. Cerita berfokus pada tokoh Walangsungsang dan adiknya, Rara Santang, yang meninggalkan Keraton Pajajaran untuk menunaikan ibadah haji. Naskah ini menawarkan perspektif menarik tentang sejarah dan perkembangan Islam di Nusantara.

Untaian Surat Berbahasa Jawa: Kisah Wayang, Bahasa, dan Aturan Ejaan Belanda

Temukan keindahan surat-surat berbahasa Jawa dari koleksi Perpustakaan Universitas Leiden. Manuskrip ini mengungkap beragam topik, mulai dari kisah pewayangan Bandung Bandawasa, catatan perbendaharaan kata Kromo dan Ngoko, hingga peraturan ortografi Belanda untuk bahasa Jawa. Sebuah jendela unik ke dalam budaya dan sejarah Jawa.

Primbon: Petunjuk Mistis dari Pangalengan Abad ke-19

Temukan dunia spiritualitas Jawa dan Sunda melalui manuskrip Primbon yang memukau ini. Berasal dari abad ke-19 di Pangalengan, Bandung, naskah ini menawarkan wawasan tentang ilmu kebatinan, mantra, dan ramalan. Meskipun tidak lengkap karena halaman yang hilang, Primbon ini tetap menjadi jendela berharga ke dalam kepercayaan dan praktik mistis masa lalu.

Wawacan Syekh Abdul Qadir Jaelani: Kisah Sang Wali dari Bagdad

Telusuri kisah hidup Syekh Abdul Qadir Jaelani, seorang tokoh sufi terkemuka, melalui manuskrip kuno berbahasa Sunda. Naskah ini, yang ditulis dalam aksara Pegon, mengisahkan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga menjadi Wali Qutub. Simak bagaimana ajaran dan karomahnya tersebar luas, menginspirasi banyak orang hingga kini.

Menjelajahi Pelajaran Agama Islam dalam Wawacan: Hakekat Wali Salapan

Manuskrip Pelajaran Agama Islam adalah khazanah berharga yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan. Naskah ini menggunakan bahasa Sunda dan Jawa, serta aksara Pegon. Mari selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Wawacan Samaun: Kisah Heroik Pahlawan Islam dari Tanah Sunda

Telusuri kisah kepahlawanan Samaun, tokoh gagah perkasa yang lahir dari keluarga kafir namun akhirnya menjadi pembela agama Islam. Wawacan Samaun, yang ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan kekuatan, kesaktian, dan pengabdian kepada Nabi Muhammad SAW.

Menelusuri Akar Leluhur: Kisah Silsilah Bandung

Naskah Silsilah Bandung mengungkap sejarah panjang dan mendalam mengenai garis keturunan para leluhur di wilayah Bandung. Dari tokoh legendaris Prabu Siliwangi Pajajaran hingga Dewa Subangkarancang, naskah ini menyajikan diagram silsilah yang menghubungkan berbagai tokoh penting. Mari kita selami lebih dalam detail manuskrip ini.

Wawacan Suriamanah: Kisah Heroik Pewaris Tahta dari Soreang

Telusuri kisah Raden Suriamanah, pewaris tahta negeri Baktaanta, dalam manuskrip Wawacan berbahasa Sunda. Perjalanan hidupnya penuh intrik, pengkhianatan, dan perjuangan menegakkan kebenaran. Naskah ini bukan hanya sekadar cerita, tetapi juga cerminan nilai-nilai Islam dan budaya Sunda.