Kabar Naskah

Menampilkan informasi manuskrip di Jawa Barat.

Caraka Basa

Menjelajahi Caraka Basa dan Cacandrai: Warisan Aksara Cirebon di Keraton Kasepuhan

Naskah Caraka Basa dan Cacandrai adalah sebuah risalah prosa yang menguraikan asal-usul dan penggunaan aksara Cacarakan dalam tradisi Cirebon. Naskah ini menjelaskan bagaimana aksara digunakan untuk merekam bahasa simbolik yang merepresentasikan gejala alam, yang kemudian diinterpretasikan untuk menciptakan cacandran (motto) dan sengkalan (penanda tahun). Naskah ini diperkirakan berasal dari abad ke-19 dan disalin pada tahun 1851 di Cirebon, seperti yang tertulis di dalamnya, yaitu "malam Jumat tanggal 30 Rabiyul Awal" tahun 1773 Saka (1851 M). Naskah ini terdiri dari 62 halaman dengan ukuran halaman 21 x 16,5 cm dan ukuran tulisan 16,5 x 13 cm. Sayangnya, dari total halaman, hanya 48 halaman yang berisi tulisan, sementara 14 halaman kosong. Penomoran halaman tidak lengkap, yaitu 1-13 dan 1-11. Naskah ini ditulis dengan tinta hitam yang agak pucat pada kertas Eropa dengan cap "Garden of Holland PRO PATRIA". Kondisi fisik naskah mulai rusak, dengan sampul hilang, beberapa lembar robek, kertas kusam bernoda, dan penjilidan yang kendor. Naskah ini berasal dari Keraton Kasepuhan Cirebon dan saat ini masih disimpan di sana.

Sumber: Ekadjati, Edi S. dan Darsa, Undang A. (1999). Jawa Barat, Koléksi Lima Lembaga: Katalog Induk Naskah Nusantara Jilid 5A. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Manuskrip Lainnya


Wawacan Sayid Saman: Kisah Penyebar Agama Islam dari Ciwidey

Telusuri kisah penyebaran agama Islam di tanah Arab melalui manuskrip Wawacan Sayid Saman. Naskah ini mengisahkan intrik kerajaan, sihir, dan perjuangan tokoh-tokohnya. Manuskrip ini ditulis dalam Bahasa Sunda dan aksara Pegon.

Patarekan: Ajaran Tasawuf dari Cirebon Abad ke-19

Telusuri manuskrip Patarekan, sebuah naskah kuno berbahasa Jawa Cirebon yang ditulis menggunakan aksara Pegon. Manuskrip ini mengungkap ajaran tasawuf tentang penyalatan jenazah dan persiapan menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar-Nakir di alam kubur. Simak lebih lanjut tentang asal-usul, kondisi fisik, dan sejarah penyalinan naskah ini.

Menjelajahi Kitab Bayan: Untaian Hikmah dari Cirebon Abad ke-18

Kitab Bayan merupakan manuskrip kuno yang memuat ajaran penting tentang rukun Islam dan rukun Iman. Ditulis dalam bahasa Arab, Sunda, dan Jawa, naskah ini menjadi saksi bisu perpaduan budaya dan keagamaan di Cirebon pada abad ke-18. Mari kita selami lebih dalam isi dan detail menarik dari manuskrip ini.

Carita Suluk Budiman: Tuntunan Akhlak dari Pameungpeuk, Bandung

Naskah kuno Carita Suluk Budiman ini adalah warisan berharga yang berisi tuntunan akhlak dan budi pekerti. Ditulis dalam bahasa Sunda dan aksara Pegon, manuskrip ini mengingatkan kita untuk mewaspadai nafsu, syahwat, dan harta yang dapat menjerumuskan pada perbuatan dosa. Kisah pertempuran antara Raja Budiman dan Raja Nafsu menjadi simbol perjuangan melawan keburukan dalam diri.

Wawacan Bandung Sari: Kisah Cinta dan Perjuangan dari Bojongnagara

Telusuri kisah epik Wawacan Bandung Sari, sebuah karya sastra Sunda berbentuk puisi wawacan yang mengisahkan tentang cinta, keberanian, dan peperangan. Naskah ini menceritakan Raja Bojongnagara bernama Bandungsari dan putrinya, Siti Bandungsari, yang terlibat dalam konflik asmara dan peperangan melawan kerajaan lain. Mari selami lebih dalam detail dan makna yang terkandung dalam manuskrip ini.

Wawacan Ogin Amarsakti: Kisah Islamisasi di Tanah Sunda

Temukan kisah menarik tentang penyebaran agama Islam di tanah Sunda melalui manuskrip Wawacan Ogin Amarsakti. Naskah ini menghadirkan tokoh-tokoh pra-Islam yang kemudian dilegitimasi keislamannya, memberikan perspektif unik tentang proses islamisasi yang terjadi sebelum masa para Sanga. Sebuah warisan budaya yang kaya dan penuh makna.

Jejak Mistik dan Silsilah: Narasi dalam Catatan Sejarah dan Silsilah

Telusuri lembaran sejarah yang memadukan mistisisme dan genealogi dalam manuskrip "Catatan Sejarah dan Silsilah". Naskah ini mengungkap perjalanan spiritual, silsilah tokoh penting, hingga praktik mistik yang berkembang di Jawa Barat. Sebuah jendela ke dunia esoteris masa lalu yang tersimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden.

Kitab Bayanullah: Suluk Tasawuf dari Pangalengan

Telusuri ajaran tasawuf dalam Kitab Bayanullah, sebuah manuskrip prosa berbahasa Sunda-Jawa-Arab. Naskah ini menguraikan masalah ketuhanan melalui suluk atau perlambangan, berdasarkan pemahaman rukun Islam yang ditempuh melalui jalan sare'at, tarekat, hakekat, dan marifat. Dijabarkan pula anggota tubuh manusia dan benda alam sebagai sifat-sifatnya.